Kamis, Desember 22, 2016

Jokowi: UN Jadi Tolok Ukur Pelajar


Ilustrasi dalam Bahasa Bali, ungkapan rasa kecewa. By: Yoyok

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana moratorium Ujian Nasional pada 2017 batal terlaksana. Sebab, Presiden Joko Widodo memandang pelaksanaan UN masih penting, terutama untuk mengukur kualitas dan kemampuan pelajar Indonesia.

"Akan menjadi benchmarking para siswa," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mengumumkan kelanjutan UN di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Desember 2016.

Baca: JK: Tak Perlu Ada Polemik, Moratorium UN Ditolak

Sebelumnya, rencana moratorium UN berembus kencang saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mempresentasikan hal tersebut di depan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna dua pekan lalu. Dalam rapat tersebut, ia menyebutkan UN terbukti tak efektif meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Indonesia dan membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah hanya fokus pada mata pelajar yang diujikan dalam UN.

Presiden Jokowi tak segera mengambil keputusan kala itu karena Wakil Presiden Jusuf Kalla menentang moratorium UN. Menurut Kalla, UN dibutuhkan untuk standardisasi kualitas pelajar Indonesia. Tanpa UN, menurut ia, akan sulit mengukur hal tersebut.

Pramono menuturkan keputusan mempertahankan UN bukan berarti tanpa langkah perbaikan. Ia berujar sejumlah langkah perbaikan akan dilakukan, terutama peningkatan kualitas guru. Guru-guru yang telah tersertifikasi akan ditingkatkan kemampuannya untuk memastikan capaian siswa pada UN meningkat.

Selain itu, Pramono menyebutkan akan ada perbaikan kisi-kisi nasional untuk memastikan siswa siap menghadapi UN. Dalam kegiatan belajar-mengajar, kisi-kisi umumnya berupa latihan soal yang diprediksi akan diujikan.

"Jadi akan ada berbagai penyempurnaan dan perbaikan," ujar Pramono.

Sumber Asli :
https://m.tempo.co/read/news/2016/12/19/079828921/batal-dimoratorium-jokowi-un-jadi-tolok-ukur-pelajar ;Senin, 19 Desember 2016 | 18:07 WIB

Jumat, Desember 16, 2016

Raportan Semester Ganjil 2016/2017

Sabtu, 10 Desember 2016 merupakan hari pembagian raport bagi siswa di SMP Dwijendra Denpasar.
Berhubung hujan dan kondisi tidak memungkinkan di halaman sekolah, maka pengumuman kejuaraan di semester ini diumumkan lewat guru masing-masing di kelas sebelum pembagian raport.
Selamat bagi siswa yang sudah berhasil menjadi juara umum dan juara kelas, semoga menjadi cambuk untuk belajar dan lebih berprestasi.
Sedangkan libur akhir semester ini dimulai 13 sampai 26 Desember 2016. Siswa masuk Selasa, 27 Desember 2016 dan belajar seperti jadwal.
Bagi guru dan pegawai yang telah terdaftar akan akan melaksanakan liburan ke luar negeri yaitu ke Thailand selama lima hari dari 13 sampai 17 Desember 2016.
Kantor akan buka mulai Senin, 19 Desember 2016.

Kamis, Desember 01, 2016

Hari AIDS Sedunia

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari Aids Sedunia bertujuan untuk mengingatkan kita akan amcaman dari bahaya Aids dan Hiv.
Untuk mengasah kemampuan siswa dalam pemahaman bahaya Aids ini ekstrakurikuler KSPAN dan PIK-R Semara SMP Dwijendra Denpasar mengadakan lomba tutor sebaya dan standup comedy pada tanggal 30 Nopember 2016.
Lomba ini dikuti oleh perwakilan kelas VII dari VII-A sampai VII - I dengan satu orang wakil perperlombaan. Menurut pembina KSPAN SMP Dwijendra, A. A. Gek Ita Apriyanti, S.Si mengatakan tujuan lomba ini adalah mencari bibit-bibit untuk menjadi tutor sebaya dan standup comedy tentang penyuluhan AIDS dan HIV.
Berdasarkan keputusan dewan juri pemenang kategori Tutor Sebaya di rebut oleh wakil kelas VII-G yaitu Komang Merilda Maharani. Sedangkan untuk StandUp Comedy direbut oleh wakil kelas VII-A. Dan runner up oleh wakil kelas VII-G atas nama Nyoman Agus Trisnayasa.

Minggu, November 27, 2016

Guru Mulia karena Karya

Setiap tanggal 25 November, negeri ini memperingati Hari Guru. Berbagai kegiatan digelar. Para guru dan siswa melaksanakan upacara bendera. Guru adalah fondasi penting dunia pendidikan. Tanpa guru di berbagai tingkatan, bisa jadi dunia pendidikan akan mandeg. Hingga kini masih banyak guru yang mengabdi tanpa pamrih. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, juga terus dilakukan. Tak hanya itu, kualitas guru pun terus ditingkatkan agar kwalitas anak didik juga berkualitas.

Hal itu penting untuk menghadapi persaingan dalam masyarakat global yang berlangsung sekarang ini. Peringatan Hari Guru tahun ini mengambil tema ”Mulia karena Karya”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebijakan pemerintah dalam menghargai profesi guru dan tenaga kependidikan.(suaramerdekacetak.com).

Berdasarkan tema tersebut, dapat diambil pesan bahwa kemuliaan seorang guru terletak pada karyanya. Dalam hal ini, karya guru dapat diartikan sebagai sebuah karya tulis ilmiah, hasil penelitian, karya inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan yang paling utama adalah kiprahnya dalam mencerdaskan anak-anak bangsa sehingga melahirkan generasi penerus yang berilmu, terampil, dan berbudi pekerti luhur. Tugas seorang guru tidaklah mudah, bahkan bisa dikatakan cukup berat. Guru dihadapkan pada sejumlah tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan dampak negatif globalisasi. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Seorang calon guru harus menjalani proses pendidikan profesi selama waktu tertentu hingga mendapatkakan sertifikat sebagai guru profesional sebagaimana yang diamanatkan undang-undang guru dan dosen.(
Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/idrisapandi/guru-mulia-karena-karya_5654ea3695937309057a9de6)

Jumat, November 25, 2016

Workshop Review Kurikulum

Dalam rangka meningkatkan mutu proses pembelajaran di SMP Dwijendra Denpasar dilaksanakan review dan penguatan kurikulum dalam bentuk workshop dengan tema "Melalui Workshop Implimentasi Kurikulum 2013 untuk meningkatkan proses dan output yang berkarakter".
Workshop ini dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdikpora Kota Denpasar, Drs. I Made Sumerta, M.Pd, mewakili Kepala Dinas. Turut hadir Korwas Kota Denpasar, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, juga sebagai narasumber serta narasumber dari widyaiswara LPMP Provinsi Drs. I Ketut Gede Sutedja, M.Pd.
Acara workshop ini dilaksanakan selama empat hari dari 22 s/d 24 Nopember 2016.

Minggu, November 13, 2016

Menyambut Piodalan Pura Dwijendra 2016

Ada yang sangat penting pada penyambutan piodalan Pura Dwijendra Denpasar, tepat Purnama Kalima 14 Nopember 2016. Apa itu ?
Yang pertama adalah proses pecaruan dengan cicing belangbungkem sehari sebelum piodalan. Sedangkan yang kedua adalah piodalan kali ini juga dipelapas gedung baru universitas dwijendra. Bukan gedung SMP padahal lokasi dan katanya kewajiban pembayaran dibebankan ke unit SMP.
Rangkaian upacara sudah dimulai Jumat, 11 Nopember 2016 dengan nanceb pangpang dan ngias dan lomba penjor dari unit SMA. Selanjutnya Sabtu diadakan mebat dan ngelawar di masing-masing unit. Minggu diadakan pecaruan dipuput Ida Resi Bujangga. Pada saat yang sama siswa SMP mengadakan lomba gebogan perkelas.
Puncak piodalan akan dipuput Ida Pedanda Pemaron. Sebelumnya dilaksanakan upacara pemelapasan gedung baru. Semua siswa diharapkan dapat hadir dan ngaturang sembah bakti. Semoga pikiran baik datang untuk pemimpin kami.

Jumat, November 11, 2016

Kisi-kisi Soal UB IPA Kelas 7 Kota Denpasar

Berikut ini kisi-kisi Soal Ulangan Bersama Kota Denpasar Tahun Pelajaran 2016/2017 untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) :

Rabu, November 09, 2016

Latihan Soal Bahasa Inggris

Berikut diberikan soal Latihan Soal Bahasa Inggris, semoga bisa menambah pengetahuan dan ketrampilan Berbahasa Inggris siswa di sekolah. Let's Quiz !

Soal Latihan Matematika

Bagi yang ingin belajar mata pelajaran Matematika bisa mengikuti latihan kuis dibawah ini :


Latihan Soal IPA SMP Kelas 7

Mari bersama kita Latihan Soal IPA SMP Kelas 7 untuk meningkatkan pengetahuan dan persiapan ulangan akhir semester di sekolah.


Belajar IPA melalui Kuis Online

Berikut ini adalah soal latihan untuk mata pelajaran IPA, semoga dapat meningkatkan pengetahuan siswa-siswa dalam pembelajaran IPA di sekolah. Selamat belajar !


Senin, Oktober 17, 2016

Praktikum Penentuan Larutan Asam Basa dan Garam

Asam merupakan zat yang larutannya berasa asam, sehingga dapat memerahkan kertas lakmus biru. Asam merupakan larutan elektrolit yang dapat terurai dalam air dan memiliki ion positif dan ion negatif. Basa merupakan zat yang larutannya kebalikan dari asam, sehingga dapat membirukan kertas lakmus merah. Jika basa dilarutkan dalam air akan terjadi reaksi ionisasi dan terjadi ion OH- yang membawa sifat basa. Larutan dapat dikatakan bersifat netral apabila direaksikan dengan larutan asam dan larutan basa dalam jumlah yang sama.
Ada larutan bersifat asam seperti larutan asam cuka,  ada bersifat basa  seperti larutan air kapur dan ada bersifat netral seperti larutan garam dapur. Sifat asam ditentukan oleh konsentrasi ion H+  dalam larutan. Sifat  basa ditentukan oleh  ion OH-  dalam larutan. Sedangkan sifat netral  akibat adanya  ion H+  dan ion OH-  dalam keadaan  yang  seimbang. Sifat asam , basa, atau netral  larutan  dapat ditentukan  dengan indikator . Indikator adalah zat yang dapat berubah warna  dalam lingkungan yang berbeda. Contoh indikator adalah kertas lakmus.  Kertas lakmus  ada  berwarna merah dan ada berwarna biru. Lakmus merah berwarna merah  dalam asam dan biru dalam  basa, sedangkan  lakmus biru  berwarna  biru dalam basa  dan merah dalam asam.

Untuk mengelompokkan mana larutan yang termasuk asam, basa atau garam diadakan praktikum dengan menngunakan kertas lakmus dan indikator alami seperti dilakukan kelas VII G. Seperti dokumentasi dibawah ini. 











Mendikbud: Tunjangan Sudah Diberikan Namun Guru Tak Juga Profesional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengatakan sebagian besar guru di Indonesia belum profesional. Padahal, tunjangan profesi yang diberikan pada guru bertujuan agar guru bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. 

"Sampai sekarang sebagian besar belum profesional walaupun tunjangan profesinya sudah diterima," kata Muhadjir di Merauke, Provinsi Papua, Kamis, (6/1).

Ia mengatakan tunjangan profesi yang diberikan ternyata salah ditafsirkan oleh tenaga pendidik. "Dulu sebelum dia profesional sudah dikasih tunjangan supaya dia lebih profesional, ternyata lupa. Dia menikmati tunjangan tapi tidak profesional juga," ujarnya.

Sejak penetapan tunjangan profesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pesertanya hanya tujuh persen dari jumlah total guru yang ada saat itu sehingga APBN yang dikeluarkan untuk membayar tunjangan hanya sebesar Rp7 triliun.

"Sekarang menjadi Rp 72 triliun lebih," katanya.

Ia menambahkan dari total sekitar tiga juta guru yang ada, baru 61 persen yang mendapat tunjangan profesi sehingga jika memproyeksikan seluruh guru menerima tunjangan maka dana yang dikeluarkan oleh negara cukup besar.

"Pemerintah harus menyiapkan setidaknya Rp 110 triliun. Bisa dibayangkan kalau uang ini dipakai untuk membangun sekolah di papua, berapa ratusan sekolah yang dibangun dari tunjangan profesi itu. Tunjangan sangat mahal, tetapi profesi gurunya tidak profesional-profesional dan ini menjadi tantangan kita," katanya. republika.com

Sumber : https://jetjetsemut.blogspot.co.id/2016/10/mendikbud-tunjangan-sudah-diberikan.html

Jumat, Agustus 19, 2016

Semangat 17an di Dwijendra

Untuk menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 tahun 2016 ini, SMP Dwijendra bersama Yayasan mengadakan beberapa acara seperti Kirab Nusantara dan puncaknya adalah upacara bendera.
Kirab bendera dilaksanakan Minggu 14 Agustus 2016 dengan jumlah bendera yang diarak sebanyak SMP 1200, SMA 1400 dan dari Universitas 34 bendera(sumber dari pembina Osis yang menyiapkan tongkat pinjaman siswa). Sedangkan panjang barisan bendera mencapai 3 km.
Sedangkan pada puncaknya diadakan upacara bendera dengan petugas paskibra dari siswa SMP. Dengan penuh kebanggaan paskibra berlatih setiap hari dibawah bimbingan PPI sehingga bisa bertugas dengan baik.

Selasa, Agustus 02, 2016

Visitasi Asesor Akreditasi SMP Dwijendra Denpasar

Sesuai jadwal visitasi dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAS/M) Provinsi Bali, yaitu tanggal 1-2 Agustus 2016 adalah jadwal visitasi akreditasi untuk sekolah SMP Dwijendra Denpasar.
Asesor yang bertugas adalah dari Kabupaten Bangli yaitu Pak Agung Jelantik dan Pak Nengah Tugas. Beliau berdua sudah memvalidasi dokumen-dokumen sekolah dan pembelajaran guru selama tahun pelajaran yang sudah berlangsung.
Hari pertama dapat divalidasi 5 standar yaitu: standar isi, standar tendik, standar penilaian, standar kompetensi lulusan dan standar pengelolaan.
Sedangkan hari kedua divalidasi tiga standar lainnya yaitu standar pembiayaan, standar proses dan standar sarana prasarana.

Selasa, Juni 21, 2016

Jangan Ada Ospek Aneh-aneh di Sekolah, Ini Sanksi yang Mengancam!

Jakarta - Sekarang sudah tidak boleh ada lagi ospek atau perploncoan yang aneh-aneh di sekolah. Jika sampai ada, sekolah, guru, kepala sekolah atau wakilnya, hingga siswa bisa kena sanksi.

Sanksi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 18 Tahun 2016 tentang Pengenalan Lingkungan Sekolah Bagi Siswa Baru seperti dikutip detikcom dari situs Kemendikbud, Senin (19/6/2016). Sanksi bagi siswa bisa berupa teguran tertulis atau tindakan lainnya yang bersifat edukatif.

(Baca juga: Tidak Boleh Ada Ospek Aneh-aneh untuk Siswa Baru di Sekolah, Ini Aturannya)

Kepala sekolah atau wakilnya serta guru bisa kena sanksi teguran hingga pemberhentian tetap jika melanggar peraturan ini. Sekolah juga bisa diturunkan akreditasinya, tak dapat bantuan dari pemerintah, bahkan ditutup tergantung seberapa besar tingkat pelanggarannya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan juga telah menegaskan hal ini. Ospek kini telah berganti nama menjadi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Karena itu setiap kegiatannya wajib bermanfaat, bersifat edukatif, kreatif dan menyenangkan.

"Jadi segala macam perploncoan dilarang. Ada peraturan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 melarang segala bentuk perpeloncoan," ujar Anies, Minggu (19/6/2016).

(Baca juga: Ini Kegiatan dan Aktivitas yang Dilarang di Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah)

Dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 ini, masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama tiga hari pada minggu pertama awal tahun pelajaran. Sekolah juga dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya dalam masa pengenalan lingkungan sekolah bagi siswa baru ini.

Berikut sanksi bagi siswa, guru, kepala sekolah atau wakilnya serta sekolah yang diatur dalam Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016:

Pasal 6
(1)Dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya wajib mengawasi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.
(2) Apabila dalam pelaksanaan pengenalan lingkungan sekolah terjadi pelanggaran, dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya wajib menghentikan kegiatan pengenalan lingkungan sekolah.

Pasal 7
(1) Pemberian sanksi atas pelanggaran terhadap Peraturan Menteri ini adalah sebagai berikut:
a. sekolah memberikan sanksi kepada siswa dalam rangka pembinaan berupa:
1) teguran tertulis; dan
2) tindakan lain yang bersifat edukatif.

b. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota atau pengurus yayasan sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada kepala/wakil kepala sekolah/guru berupa:
1) teguran tertulis;
2) penundaan atau pengurangan hak;
3) pembebasan tugas; dan/atau
4) pemberhentian sementara/tetap dari jabatan.

c. kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota sesuai kewenangannya memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) pemberhentian bantuan dari pemerintah daerah; dan/atau
2) penutupan sekolah yang diselenggarakan oleh masyarakat.

d. Menteri atau pejabat yang ditunjuk memberikan sanksi kepada sekolah berupa:
1) rekomendasi penurunan level akreditasi;
2) pemberhentian bantuan dari pemerintah; dan/atau
3) rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan langkah-langkah tegas berupa penggabungan, relokasi, atau penutupan sekolah dalam hal terjadinya pelanggaran yang berulang.

(2) Apabila terjadi perpeloncoan maupun kekerasan lainnya dalam pengenalan lingkungan sekolah maka pemberian sanksi mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Pasal 8
(1) Pemberian sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
(2) Jenis sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 tidak menghapus jenis sanksi lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Pasal 9
(1) Sekolah wajib meminta izin secara tertulis dan mendapatkan izin secara tertulis dari orangtua/wali calon peserta kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(2) Sekolah wajib menyertakan rincian kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler pada saat meminta izin secara tertulis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada orangtua/wali.

(3) Sekolah wajib menugaskan paling sedikit 2 (dua) orang guru untuk mendampingi kegiatan pengenalan anggota baru ekstrakurikuler.

(4) Apabila terdapat potensi risiko bagi siswa baru dalam pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler sebagaimana dimaksud pada ayat (1), sekolah wajib membuat pemetaan dan penanganan risiko serta memberitahukan kepada orangtua/wali untuk mendapat persetujuan.

(5) Ketentuan sanksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 berlaku juga untuk pengenalan anggota baru pada kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa baru yang bertentangan dengan Peraturan Menteri ini.
Sumber berita :
Herianto Batubara - detikNews (detikcom) Senin 20 Jun 2016, 11:18 WIB

Sama wartana 2016

Melengkapi akhir proses kegiatan pembelajaran di SMP Dwijendra Denpasar secara agama Hindu dilakukan melalui acara melepas secara niskala berupa peningkatan masa brahmacari. Acara ini dikenal dengan sama wartana.
Sama wartana adalah pasangan dari sisia upanayana, dimana sebelum mulainya proses pembelajaran dilakukan proses peletakkan dewi saraswati pada siswa baru. Sedangkan sama wartana adalah menguatkan penanaman dewi saraswati pada diri masing2.

Jumat, Juni 10, 2016

Pengumuman Kelulusan 2016

Berdasarkan hasil rapat dewan guru dan memperhatikan nilai ujian nasional siswa, maka bersama ini diumumkan lima besar peraih nilai ujian nasional tertinggi sebagai berikut :
1. I Gusti Agung Gede Jaya Mahatma     (366 )
2. Ni Wayan Nonik Artini  (361 )
3. I Putu Ngurah Aditia Wiratama  (350 )
4. Ni Kadek Aprilia Putri Iswari   (341,5)
5. Komang Wahyu Nugraha Dewanta ( 340  )

Dan dari 216 siswa yang mengikuti ujian nasional tahun 2016 ini dinyatakan "Lulus 100%".
Bagi siswa yang ingin melihat nilai ujian nasionalnya bisa di download nilai UN 2016. Atau bisa dilihat di Google Drive.

LOMBA KARYA INOVATIF DAN KREATIVITAS SISWA

Menerapkan kurikulum 2013 dituntut karya nyata. Sebagai implementasi hal tersebut pada akhir semester genap diadakan lomba  karya inovatif siswa yang tahun ini bertemakan daur ulang (recycle).
Banyak sekali hasil karya siswa yang dikumpulkan dan semuanya bagus-bagus. Namun ternyata ketrampilan untuk seni penampilan sering diabaikan.
Panitia akhirnya memilih karya yang masuk dalam kategori favorit, harapan, juara III, juara II dan Juara I sesuai tayangan video. Juara favorit diberikan pada karya film yang tidak bertemakan daur ulang akan tetapi memiliki keinginan mempromosikan SMP Dwijendra Denpasar.
Pengumuman dilaksanakan bertepatan dengan acara kenaikan kelas dan raportan semester genap tahun pelajaran 2015/2016 di Aula Sadhu Goccara Yayasan Dwijendra.

Sabtu, Juni 04, 2016

Outbond Akhir Semester Genap 2016

Semester genap tahun pelajaran 2015/2016 sudah memasuki tahap akhir. Untuk mengisi kegiatan ini banyak sekolah mengadakan acara outing untuk kelas awal dan perpisahan untuk kelas yang lulus tahun ini.
Seperti SMP Dwijendra mengadakan kegiatan outbond untuk kelas delapan ke Taman Safari Bali Marine Park, selasa 31 Mei 2016.
Setelah itu pada kamis 2 Juni 2016 diadakan perpisahan di Kebun Raya Bedugul. Selamat buat siswa yang sudah mengikuti semua rangkaian kegiatan ujian akhir.
Sedangkan pengumuman kelulusan untuk tingkat SMP akan diumumkan Sabtu, 11 Juni 2016.

Kamis, Mei 19, 2016

Pelantikan Pejabat Struktural SMP

Kamis, 19 Mei 2016 bertempat di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dilaksanakan pelantikan pejabat struktural di lingkungan yayasan.
Pada unit SMP terjadi pengangkatan kembali kepala sekolah yaitu Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd.
Pada jajaran staf terjadi perubahan dari kepala urusan (kaur) menjadi wakil kepala sekolah(wakasek). Pejabat yang diangkat yaitu Wakasek Kurikulum : I Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd, M.Pd, Wakasek Kesiswaan : Nyoman Indrayatni Pinatih, S.Pd, M.Pd, Wakasek Sarana Prasarana : Ida Bagus Putra Arsana, S.Pd, dan Wakasek Humas : I Wayan Suwita, S.Pd.
Pelantikan dilakukan oleh Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, M.S. Chandra Jaya dan surat keputusan dibacakan oleh Sekretaris Yayasan yaitu Drs. I Wayan  Abdi Negara, M.Si. Keputusan ini berlaku mulai 14 Desember 2015. Selamat dan sukses.

Kamis, Mei 12, 2016

UN 2016 Jujur dan Berintegritas

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 di SMP Dwijendra Denpasar berlangsung dengan mengedepankan Kejujuran dan Integritas tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan dilarangnya semua tas dan alat komunikasi masuk ke dalam ruangan ujian.
Tampak tas siswa ditempatkan diluar ruangan. Begitu juga dengan alat komunikasi (Hp) yang dikumpulkan oleh panitia ruang masing-masing.
Untuk pengawas juga dilakukan hal yang sama yaitu dengan mengumpulkan semua HP pengawas sebelum ke ruang ujian. HP ini boleh diambil setelah UN selesai.
Perlakuan ini mendapat sambutan positif dari Tim Monitering dari BPKP yang memantau pada hari kedua, Selasa 10 Mei 2016.

Kamis, Mei 05, 2016

Belajar Murah, Tanpa Batas Umur dan Jarak di Era Digital

Jakarta (detik.com)- Di masa depan, tak perlu lagi ada keresahan tak bisa meneruskan kuliah karena tak punya biaya, atau terkurung kesibukan kerja dan umur yang menua. Dunia digital bisa memberikan semua ilmu dan menembus semua batasan-batasan itu. 

Sebutlah sekolahpintar.com, situs yang menyediakan video berbagai ilmu praktis yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Sebut saja ilmu praktis bahasa asing, komputer, animasi, menjahit, membuat website dan sebagainya. Asiknya, mayoritas video ilmu praktis itu bisa dinikmati gratis! Hanya butuh koneksi internet yang mumpuni.

Pendirinya, Dian Martin dan Zeembry terinspirasi dari tempat kursus web mereka, Baba Studio yang mereka bangun sejak 2008 lalu. Awalnya kursus dilakukan konvensional, jadwal teratur yang pasti serta pertemuan tatap muka. Lama-lama, banyak murid absen karena bentrok dengan jam kerjanya, tempat kursus yang terbatas dan ada gap murid yang pintar dan kurang pintar. 

"Kalau buka kelas kurus waktunya tak bisa seenaknya. Akhirnya saya buat hybrid learning, metode kursus dengan kursus online, learning offline. Jadi satu ruangan, jadwal fleksibel, satu guru untuk banyak murid. Satu kelas bisa belajar materi beda-beda, gurunya sama. Murid bisa masuk kapanpun mereka mau," tutur Dian Martin. 

Dian ditemui di kantornya, Baba Studio, ITC Permata Hijau, Jakarta Selatan, Sabtu (30/4/2016) lalu. Ternyata, sistem yang disebutnya "hybrid learning" itu justru membuat tingkat kehadiran siswa meningkat. Peserta kursus di studionya mulai anak-anak di bawah 10 tahun hingga ibu-ibu berusia 60 tahun yang masih mau belajar membuat website.

"Tahun keempat kami meng-online kan sistem, tapi masih offline. Nah Maret tahun 2015 barulah kami mengonlinekan sistem kami," tutur Dian. 

Inspirasinya, diakui Dian datang dari gerakan Indonesia Mengajar yang digagas Anies Baswedan, yang kini menjadi Mendikbud. Bila Indonesia Mengajar mengharuskan kehadiran di pelosok, maka Dian mengaku belum mampu menjadi guru di Indonesia Mengajar itu akhirnya terpacu untuk melakukan sesuatu bagi dunia pendidikan. Wujudnya, membagikan ilmu gratis melalui internet. 

"Memasuki MEA kan bahasa Inggris dan komputer itu harus ya, tapi masih banyak yang belum bisa. Pula, materi-materi di sekolah pintar ini 90% gratis, dan sisanya materi premium, berbayar," tutur Dian. 

Dian dan rekannya lantas membuat situs sekolahpintar.com. Situs ini, dia ibaratkan marketplace di bidang pendidikan. sekolahpintar.com juga menyediakan tim produksi video sendiri selain menerima materi video dari tempat kursus itu. 

"Kami mengundang penyedia kursus lain untuk mengisi materi di sekolahpintar ini. Ada bahasa Inggris, desain grafis, website dll. Ciri-cirinya, kami menyedikan pelajaran yang meningkatkan skill praktis, materi yang bisa membuat orang itu naik jabatan atau mudah cari kerja," jelasnya. 

Hingga kini ada sekitar 10 tempat kursus yang bekerja sama dengan sekolahpintar.com meliputi kursus bahasa, komputer, fashion, lembaga pelatihan bisnis, motivator, bimbingan belajar hingga lembaga psikologi untuk tes minat dan bakat. 

"Ke depan, kami juga ingin kerjasama dengan yayasan dan lembaga homeschooling bila ingin membuat materi memakai platform kami, kami sediakan 100% free. Kami juga ingin mengundang orang-orang pintar di bidangnya yang ingin berbagi ilmu, silakan memakai platform kami," jelas pria ramah ini. 

Mengenai materi kursus berbayar, Dian menjelaskan materi kursus itu biasanya untuk tingkatan advance, di mana pemakainya adalah para profesional yang ingin meng-upgrade kemampuannya dan sudah memiliki penghasilan. 

"Prinsipnya begini, bila dari penyedia kursus memasukkan materi yang berbayar, maka kursus itu juga kami pasang berbayar. Bila penyedia kursus menyediakan materinya gratis, kami juga sediakan gratis. Materi berbayar satu materi itu Rp200 - 300 ribu, nah kami memotong untuk komisi 30%-nya pada penyedia kursus," jelas dia.

Dengan materi berbayar pula, terjadi subsidi silang dengan materi kursus gratis yang merupakan ilmu dasar. Selain menerapkan subsidi silang, pihaknya juga menutupnya dengan menjual platform sekolahpintar ke instansi dan perusahaan. Maklum, sekolahpintar.com memiliki dan menyimpan server sendiri untuk menyimpan video materi kursusnya, tak ditayangkan dalam situs berbagi video. 

Penampakan materi belajar di sekolahpintar.com (Dok Dian Martin)

"Jadi misalnya, bila perusahaan/instansi itu ingin karyawan atau anggotanya ingin memberikan pendidikan, mereka bisa pakai platform dan sarana kami," jelas dia. 

Video materi kursus sekolahpintar.com ini ada pop up berupa quiz di tengah-tengah video. Cara ini untuk mengatasi rasa bosan dan me-review kembali materi kursus. Hingga kini, ada 15 ribu peserta kursus per hari yang mengakses kursus gratis, 10 persennya mengakses kursus berbayar melalui total 300-an video. 70 Persen peserta kursus berasal dari Jabodetabek, sisanya Surabaya, Medan dan 1-2 orang dari Papua. Peserta kursus juga dapat mendapatkan sertifikat dari lembaga kursus berizin Kemendikbud dengan melalui tahapan ujian.

Penampakan materi belajar dan quiz di sekolahpintar.com (dok Dian Martin)

"Lebih dari itu, niat kami ingin membagi ilmu gratis sebanyak-banyaknya, karena, seperti halnya pepatah "lebih baik memberi kail daripada ikannya". Memang benar, kalau membagi ilmu, itu setidaknya berdampak 2 generasi. Misal, kami membagi ilmu supaya orang itu bisa dapat pekerjaan, nah akhirnya dia bisa mencari nafkah buat diri sendiri dan keluarganya," tuturnya. 

"Lagian, kami sangat percaya, tak pernah menemui orang berbagi itu bangkrut. Perusahaan di AS saja yang berusia 100-200 tahun bisa bangkrut, tapi kami tak pernah mendengar orang bangkrut karena berbagi dan banyak memberi," tutur Dian yang akan menggratiskan materi premium bidang IT pada 2-5 Mei 2016 dalam rangka Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ini. 

IndonesiaX: Kuliah dari Akademisi Top

Selain sekolahpintar.com, ada pula IndonesiaX.co.id yang diluncurkan Agustus 2015 lalu. Bila sekolahpintar.com mengedepankan materi ilmu praktis, maka IndonesiaX menawarkan materi di bangku kuliah. Tak heran, karena pencetusnya adalah akademisi top, para guru besar seperti mantan Mendikbud M Nuh, Rhenald Kasali, rektor UI M Anis, rektor ITB Kadarsyah Suryadi serta berbagai petinggi perusahaan seperti Dirut PT BEI Ito Warsito, CEO Net Mediatama Wishnutama Kusubandio dan Direktur Paramount Enterprise, Budianto Andreas Nawawi. 

Dewan Penasihat IndonesiaX, M Nuh, saat diwawancara detikcom, Minggu (16/8/2015) lalu menjelaskan, kursus online di IndonesiaX ini bisa diikuti siapa saja, asal mendaftar dulu di situs tersebut. Cara kursus online di situs ini adalah video on demand daripada streaming. 

"Jadi memang belajarnya video on demand. Kalau melalui video itu bila nyetelnya kecepatan bisa balik lagi, pelajari lagi. Kalau ada bahasa Inggris itu ada teks terjemahannya," jelas mantan rektor ITS ini.

Nuh mengibaratkan situs IndonesiaX ini seperti Universitas Terbuka (UT) yang online. Nah, bila para peserta kursus ingin mengikuti ujian dan mendapatkan sertifikat, maka barulah ada biayanya. 

"Nanti akan ada biayanya, insyallah masih terjangkau," jelas Nuh. 

Menurut Nuh, pakar pendidikan yang tergabung dalam IndonesiaX akan menyeleksi para pengajar dan modulnya. Materinya pun sangat beragam. 

"Misal tentang saham. Banyak orang belum tahu tentang saham, orang bursa efek kita undang. Kemudian tentang pentingnya manajemen perubahan, kita undang Pak Rhenald Kasali. Soal Cyberlaw, kita undang Ridwan Makarim. Di situ kita kerjasama dengan UI, ITB, ITS, Unair dan perguruan tinggi lainnya," jelas dia. 

Sedangkan Wakil Ketua Dewan Penasihat IndonesiaX Rhenald Kasali menjelaskan dirinya bersama M Nuh bertindak sebagai konsultan pedagogi (ilmu pengajaran). 

"Iya diseleksi, kompetensi harus bagus. Nanti kalau ngomongnya buat ngantuk bagaimana? Yang dicari yang bisa ngomong singkat dan padat. Banyak yang bisa ngomong panjang, tapi nggak fokus. Nah, kita melatih ngomong, membuat pedagoginya harus menarik," tutur Rhenald yang dihubungi detikcom pada Minggu (16/8/2015) lalu.(mad/mad)
Saduran dari detiknews.com
Penulis Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews

Minggu, Maret 13, 2016

Try Out Siap Ujian SD 2016 Sukses

SMP Dwijendra Denpasar kembali menggelar try out Ujian Akhir untuk Sekolah Dasar (SD) se Kota Denpasar, Minggu 13 Maret 2016.
Jumlah peserta yang mendaftar mencapai 1.235 orang. Jumlah ini melampaui pendaftaran tahun-tahun sebelumnya.

Sabtu, Februari 27, 2016

Pentas seni budaya

Menutup penilaian ujian praktek sekolah tahun pelajaran 2015/2016 dilaksanakan pentas seni budaya bertempat di aula lantai III Yayasan Dwijendra Denpasar.
Semua siswa berlomba-lomba menampilkan kreativitas baik secara perorangan maupun kelompok.
Selamat berkreativitas .

Kamis, Februari 25, 2016

Disdikpora Denpasar Gelar Ujian Pemantapan 12.901 Siswa

Denpasar (Antara Bali) - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar tetap melaksanakan ujian pemantapan yang diikuti 12.901 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang diselenggarakan selama dua hari hingga Kamis (25/2).

Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kota Denpasar I Made Raka di Denpasar, Rabu mengatakan, uji pemantapan tersebut tetap dilakukan di Denpasar meski Disdikpora Provinsi Bali tidak menyelenggarakan uji pemantapan itu.

"Ujian pemantapan oleh Disdikpora Pemkot Denpasar bertujuan untuk melatih anak-anak agar lebih siap menghadapi ujian nasional. Untuk mengetahui permasalahan dan kesiapan sekolah pada hari pertama dilakukan pemantauan ke sejumlah sekolah, antara lain SMPN 12 Denpasar, SMP Widya Sakti dan SMP 2 PGRI Denpasar," ujarnya.

Raka mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar tetap menyelenggarakan ujian pemantapan meski Pemerintah Provinsi tidak melaksanakannya. Ujian pemantapan ini masih dilaksanakan untuk melatih anak-anak untuk kesiapannya menghadapi ujian nasional mendatang.

Di samping itu, kata Raka, pelaksanaan ujian nasional dilakukan evaluasi, sehingga para guru dapat menambah atau pengayaan terhadap bahan-bahan mata pelajaran yang perlu ditingkatkan melalui kepala sekolah masing-masing.

Ia menjelaskan, soal ujian pemantapan ini juga disesuaikan dengan ujian nasional yang menyediakan 10 paket soal. Dengan kualitas soal bobotnya lebih berkualitas dan tinggi. Begitu juga para siswa saat ujian nasional menjadi terbiasa.

Peserta yang mengikuti ujian pemantapan di Kota Denpasar sebanyak 12.901 orang dari 56 sekolah negeri dan swasta se-Kota Denpasar. Sedangkan untuk pengawasan dalam ujian ini pihaknya menyilang," ujarnya.

Untuk ke depan ia berharap siswa itu memiliki integritas dan nilai tinggi. Sesuai dengan visi dan misi "Padmaksara" Wali Kota Denpasar salah satunya peningkatan sumber daya manusia melalui pelatihan di setiap sekolah. Sehingga sekolah wajib hukumnya mencerdaskan kehidupan bangsa itu.

"Melalui sekolah saya yakin mampu mengubah kehidupan masyarakat, selain itu guru-guru juga berperan penting dalam keberlanjutan proses belajar mengajar," katanya.

Dari hasil pemantauan (monitoring) yang dilaksanakan ada beberapa sekolah masuk kategori sekolah ramah anak yakni di SMP 2 PGRI Denpasar. Karena sekolah itu rindang, tersedia ruang pendingin (AC) setiap kelas, sehingga siswa menjadi aman, nyaman dan tenang dalam belajar.

Kepala SMP 2 PGRI Denpasar Dr Gede Wenten Aryasuda MPd mengatakan, meski ujian nasional tidak menentukan kelulusan, namun akan bermanfaat bagi siswa, karena nilai UN akan dipergunakan sebagai alat seleksi untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

"Hal itu berarti ada kompetensi, artinya siswa itu tetap belajar, karena kewajiban siswa memang belajar agar menjadi anak kreatif, inspiratif dan inovatif. Tanpa belajar siswa tidak bisa inovatif dan kreatif untuk itu kami ucapan terima kasih kepada pemkot karena tetap menyelenggarakan `try out` ini," katanya.

Selain itu pendidikan juga sebagai tumpuan meningkatkan SDM. Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas sumbernya adalah dari pendidikan oleh karena itu lembaga pendidikan harus didorong dan ditingkatkan serta perhatian khusus dalam memenuhi sarana pendidikan sesuai standar pelayanan yang telah ditetapkan.

Kepala Sekolah SMP Widya Sakti I Wayan Nendra S.Pd menambahkan, sebelum ujian pemantapan diselenggarakan pihaknya telah melakukan uji coba pemantapan bekerja sama dengan beberapa bimbingan belajar.

Selain itu, kata Nendra, pihaknya juga mengadakan les tambahan, pengayaan, klinik akademik setiap hari Sabtu. Sehingga dalam ujian pemantapan ini tidak ada permasalahan. Dan untuk jumlah siswa yang mengikuti ujian pemantapan sebanyak 281 orang dan kelas yang digunakan ada sebanyak 15 kelas.

Untuk ruang satu hingga 13 masing-masing yang ujian sebanyak 20 orang, ruang 14 sebanyak 13 orang dan ruang 15 sebanyak 11 orang.

Sedangkan untuk SMPN 12 Denpasar ruangan yang digunakan untuk ujian pemantapan sebanyak 19 kelas dan siswa yang mengikuti ujian sebanyak 379 orang. (WDY)

Pewarta: I Komang Suparta
Editor: I Gusti Bagus Widyantara

Ujian Praktek 2016

Dalam perayaan hari raya Galungan dan Kuningan kegiatan kelas IX tetap berlangsung.
Pada kesempatan ini dilaksanakan ujian praktek yang dilaksanakan pagi hari. Berikut dokumentasinya