Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bali. Tampilkan semua postingan

Kamis, Februari 13, 2020

FESTIVAL NYASTRA BALI 2020 DI SMP DWIJENDRA DENPASAR

Repost dari Bali Post http://www.balipost.com/news/2020/02/07/103095/824-Siswa-Ikuti-Festival-Nyastra...html

Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar I.B. Brahmantia bersama I Ketut Widia, Kasek Ni Wayan Nadi Supartini dan Wakasek foto bersama usai membuka Festival Nyastra Bali SMP Dwijendra Denpasar. (BP/sue)
DENPASAR, BALIPOST.com – Februari adalah Bulan Bahasa Bali. Bulan ini diisi oleh warga SMP Dwijendra Denpasar dengan kegiatan bernuansa memperkuat bahasa dan aksara Bali. Dalam kaitan itu sekolah ini memiliki agenda ‘’Festival Nyastra Bali’’. Festival Nyastra Bali 2020, Kamis (6/2) dibuka Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Ida Bagus Bayu Brahmantia, S.H., M.H. didampingi Sekretaris I Ketut Widia, M.Si. dan Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Supartini, M.Pd.
Yang menarik, sebanyak 824 siswa terlibat pada Festival Nyastra Bali kali ini. Kontan saja semua luas lapangan Dwijendra terisi semua saat digelar lomba nyurat lontar. Menurut Kasek Ni Wayan Nadi Supartini, semua siswa baik yang non-Hindu juga dilibatkan dalam tiga agenda festival yakni nyurat lontar, lomba pidato bahasa Bali dan lomba baca puisi bahasa Bali.
Tujuannya guna memperkenalkan bahasa dan aksara Bali bagi warga sekolah non-Hindu dan memperkuat penguasaan bahasa dan sastra Bali bagi siswa yang beragama Hindu. Apalagi langkah ini sudah memiliki payung hukum yakni Pergub No. 80 Tahun 2017 soal Bahasa Bali.
Nadi Supartini didampingi para wakasek menegaskan, festival ini mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sekaligus visi dan misi Yayasan Dwijendra sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu. Selain itu sebagai implementasi nyata warga SMP Dwijendra terhadap Pergub No. 80/2017 tersebut. (Adv/balipost)

Jumat, Desember 27, 2019

Raportan Semester Ganjil 2019/2020

Jumat, 20 Desember 2019 merupakan akhir semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Dwijendra Denpasar. Pada saat itu diserahkan rapor sebagai laporan siswa selama satu semester kepada siswa untuk disampaikan kepada orang tua/wali masing-masing.
Seperti biasa pada saat itu diumumkan peraih juara umum pertingkat sebagai bentuk persaingan dalam belajar sehari-hari. Terlihat masih didominasi oleh siswa perempuan dengan menyisakan satu saja siswa cowok yang mendapat juara umum. Disini kami tampilkan juara kelas di IX-E.
Selanjutnya siswa diberikan libur semester selama dua minggu, mulai 23 Desember 2019 sampai 4 Januari 2020. Siswa masuk kembali Senin, 6 Januari 2020.

Kamis, Oktober 24, 2019

Sistem Penilaian dengan E-rapor

 Erapor SMP DJ

Dikutip dari http://infosisindonesia.comRapor adalah sesuatu yang dinantikan oleh setiap siswa di Sekolah. Bagi sekolah, proses menghasilkan rapor adalah agenda besar dan rutin di setiap semester. Proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu.
Berkaca kembali ke belakang, proses penyusunan rapor konvensional dilakukan oleh wali kelas yang menerima laporan dari berbagai guru. Prosesnya pun cukup sederhana setiap guru menyetor sebuah berkas Excel setiap berkas Excel dikumpulkan dan kemudian dijadikan satu oleh wali kelas, pada kondisi yang lebih konvensional guru menuliskan langsung rapor ke orang yang disediakan kemudian disatukan oleh wali kelas.
Berbagai resiko mungkin terjadi dengan proses konvensional ini mulai dari berkas yang hilang, integrasi berkas Excel yang memakan waktu dan rentan kesalahan, hingga berkas Excel yang terancam terkena rusak karena virus atau worm.
Permasalahan tersebut memunculkan inisiatif untuk menggeser paradigma kesulitan dan resiko dalam menyusun rapor menjadi sesuatu yang lebih produktif dan juga rendah resiko. E-Rapor memiliki peluang besar sebagai basis data sekolah karena juga memiliki fasilitas portal yang dibutuhkan untuk tata kelola dokumen dan penyimpanan data-data sekolah melalui teknologi yang dikenal  dengan Microsoft Azure / Server.
E-rapor adalah sebuah sistem aplikasi berbasis Web yang di harapkan dapat merubah pola kerja guru dari pola manual ke pola digital dan juga dapat mempermudah guru dalam melakukan penilaian ke siswa bahkan sampai ke cetak rapor dan evaluasi nilai hasil belajar siswa, Erapor di harapkan dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan dapat memberikan efek positif terhadap dunia pendidikan untuk lebih berkembang dan maju terhadap dunia digital.
Berdasarkan data diatas, SMP Dwijendra Denpasar juga membulatkan tekad untuk belajar menggunakan aplikasi erapor yang dikeluarkan dari dinas, sesuai juga instruksi dari atasan.
Untuk link erapor SMP Dwijendra bisa diklik gambar diatas. Dan untuk pedoman penggunaan sebagai guru dapat diunduh dibawah ini.

Kamis, Juli 18, 2019

SISYA UPANAYANA 2019




Menutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Dwijendra diadakan kegiatan berlandaskan ajaran agama Hindu yaitu pawintenan yang disebut Sisya Upanayana. 
Sisya Upayana sendiri berarti mempersiapkan mental dan fisik peserta didik baru untuk menghadapi proses pembelajaran di sekolah atau asrama. Upacakara ini dipuput oleh Ida Peranda Wayahan Wanasari, Sanur.
Kegiatan ini diikuti dengan kegiatan tirta gemana yaitu mengunjungi ke tempat suci lainnya. Untuk menghaturkan doa, sembahyang dan punia demi kebaikan di alam dan akhirat.

Sabtu, Juli 13, 2019

PRA MPLS 2019




Selamat datang peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar. Demikian  sambutan ibu kepala sekolah, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd, menyambut peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020.
Kamis, 11 Juli 2019 untuk pertama kalinya peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar dikumpulkan. Dari yang tercatat telah melakukan pendaftaran ulang sebanyak 290 siswa, 40an siswa absen pada acara pertama tersebut.
Setelah diteliti dan ditelusuri, peserta didik yang tidak hadir 50% sudah mendapat sekolah di SMP Negeri di Kota Denpasar sedangkan lainnya belum bisa dihubungi. Jadi jumlah peserta didik akan terus mengalami perubahan jumlahnya.

Rabu, Mei 29, 2019

PENGUMUMAN KELULUSAN 2019


Surat Keputusan Kepala Sekolah SMP Dwijendra Denpasar No.699/SMP.D/0.15/V/2019 tentang Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas IX SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019

Berdasarkan Rapat Kelulusan Dewan Guru yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019, Pukul 14.00 wita, maka diputuskan 
Siswa kelas IX Tahun pelajaran 2018/2019 yang telah mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) LULUS 100%
Mempertegas himbauan dari Dinas Pendidikan Kota Denpasar dan Pihak Kepolisian, kepada seluruh siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret, konvoi, kebut-kebutan dan bergerombol dijalan raya. Bagi siswa yang didapati melakukan hal tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan khususnya bagi siswa SMP Dwijendra Denpasar maka pihak sekolah tidak bertanggungjawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan tidak akan memberikan pelayanan secara administratif.
Siswa yang memerlukan Surat Keterangan Lulus (SKL), akan dilayani mulai tanggal 3 Juni 2019 pada hari dan jam kerja dengan syarat Lunas Administrasi.
Selama proses pelayanan administrasi maka dihimbau kepada siswa kelas IX untuk selalu menggunakan seragam sekolah.

SELAMAT UNTUK KELULUSAN SISWA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SELALU INGAT UNTUK MENJAGA NAMA BAIK SEKOLAH DAN ALMAMATER
SUKSES

Kamis, Januari 11, 2018

HASIL LOMBA TARI BALI TINGKAT SD 2018


Pada hari Sabtu, 6 Januari 2018, telah berlangsung Lomba Tari Bali Tingkat SD Se-Bali di SMP Dwijendra Denpasar. Dengan mengambil tempat di Aula Lantai 3 Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dari pukul 08.30 - 18.00 Wita. 
Pengumuman dan penyerahan piala pada pemenang lomba juga telah diserahkan pada akhir acara. Daftar pemenang dapat dilihat seperti dibawah ini :

Berikut video penampilan beberapa pemenang masing-masing kategori :

Kamis, Januari 04, 2018

TM Lomba Tari Bali




Pada hari Selasa, 2 Januari 2018, telah dilaksanakan Teknikal Meeting (TM) acara Lomba Tari Bali Tingkat SD Se-Bali di SMP Dwijendra Denpasar. Lomba Tari akan dilaksanakan Sabtu, 6 Januari 2018 di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dengan jumlah peserta sebanyak 213 peserta.
Adapun rincian acara sebagai berikut :

  • 08.00 - 08.30 Pembukaan
  • 08.30 - 11.00 Tari Condong A (65 peserta)
  • 11.00 - 12.00 Tari Baris A (32 peserta)
  • 12.00 - 12.30 Istirahat
  • 12.30 - 14.00 Tari Condong B (72 peserta)
  • 14.00 - 15.30 Tari Baris B (42 peserta)
  • 15.30 - 16.00 Istirahat
  • 16.00 - 17.00 Pengumuman dan Penyerahan Juara
Berikut adalah hasil undian masing-masing kategori :











Rabu, Januari 03, 2018

Dwijendra Kabaddi Competition 2017




Kabadi ialah sebuah permainan yg dibentuk dalam permainan tradisional India. Permainan ini sangat terkenal di Selatan Asia dan tersebar dengan meluas di Tenggara Asia, Jepun, dan Iran. Ia adalah permainan bangsa Bangladesh dan juga meluas di Tamil Nadu, Andura Pradesh, Punjab dan Maharasutran di India. Kabadi juga dimainkan oleh tentera British untuk tujuan hiburan, menjaga kemantapan badan dan juga untuk mengumpan tentera askar dan komuniti Asia British. Dalam satu permainan, 2 pasukan dibentuk yang mana terdiri daripada tujuh pemain. Gelanggang yang digunakan adalah 12.5m x 10m (separuh daripada gelanggang bola keranjang). Setiap pasukan mengandungi pemain simpanan seramai 5 orang. Permainan ini dilangsungkan selama 20 minit, dengan 5 minit setengah untuk rehat semasa pertukaran gelanggang. Satu pasukan akan menghantar penyerang kepada pasukan pihak lawan, yang mana bertujuan untuk menyentuh salah seorang daripada pemain pihak lawan sebelum patah balik kepada pasukannya. Pemain yang telah disentuh akan terkeluar dan meninggalkan padang. Sementara itu, pihak pertahanan membentuk sebuah rantai seperti berpegangan tangan antara satu sama lain. Jika rantai itu terputus, salah seorang pemain pertahanan akan meninggalkan padang. Sasaran pertahanan adalah untuk menghentikan penyerang balik ke pasukannya sebelum berhenti berehat. Jika penyerang berhenti sebelum sampai ke destinasi, penyerang itu akan meninggalkan padang. Pemain juga boleh melepasi sempadan garisan atau bahagian badan mencecah tanah di luar garisan, kecuali semasa bergelut dengan pasukan pihak lawan. Setiap pemain yang terkeluar, pihak lawan akan mendapat mata. Pasukan yang skor dua mata bonus, yang dipanggil lona, manakala semua pihak lawan akan tersingkir. Pada akhir perlawanan, pasukan yang mengumpul mata tertinggi akan menang. Permainan adalah berdasarkan kesesuaian umur dan berat. Permainan ini terdiri daripada satu pengadil, dua pembantu pengadil, satu penjaring dan dua pembantu penjaring.
SMP Dwijendra Denpasar sebagai salah satu sekolah dengan guru olahraga yang memiliki tingkat mobilitas tinggi menjadi yang pertama mengajarkan kepada siswa-siswanya. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya Dwijendra Kabaddi Competition antar grup antar kelas.
Kegiatan ini diselenggarakan Sabtu, 9 Desember 2017 di Gor Lila Buwana Denpasar. #latepost

Senin, November 27, 2017

Hari Guru Tahun 2017




 


Hari PGRI dan Hari Guru Tahun 2017 di Yayasan Dwijendra Denpasar diperingati dengan melaksanakan upacara bendera. Pada saat itu juga diserahkan beberapa penghargaan atas prestasi dan dedikasi yang telah diperoleh oleh guru selama satu tahun. 
Untuk unit SMP juga diberikan penghargaan pada guru pavorit pilihan siswa yaitu Pak Komang Indra Sukma Amijaya dan Ibu Sri Puspita Novayanti. 


Jumat, November 17, 2017

SOAL UJI COBA UJIAN NASIONAL IPA BAGIAN 1

Bagi siswa kelas IX yang akan menghadapi Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah sebaiknya menyiapkan diri dengan melakukan ujicoba sebanyak mungkin.
Berikut ini kami berikan ujicoba yang bisa diikuti, khususnya mata pelajaran IPA :



Kamis, November 02, 2017

Lomba Gebogan dan Penjor Piodalan Pura Mahawidya Dwijasrama Denpasar

Upacara Piodalan di Pura Mahawidya Dwijasrama Denpasar, Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar jatuh pada Purnama Kalima yaitu Jumat, 3 Nopember 2017. 
Sedangkan persiapan dilakukan pada Kamis, 2 Nopember 2017 yaitu tepatnya pada Hari Manis Galungan dengan mengadakan lomba gebogan untuk kelas VII dan VIII. Untuk kelas IX diadakan lomba membuat penjor. 
Walaupun masih termasuk hari libur yaitu Manis Galungan, namun siswa kelas VIII B ( BOOS DJ) sangat antusias membuat gebogan seperti pada gambar-gambar berikut :












Senin, Oktober 30, 2017

Hasil Uji Coba UN Tahap Pertama Kelas IX 2017/2018


Berikut ini hasil uji coba Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang telah dilaksanakan pada 17 - 24 Oktober 2017. Namun sampai berita diturunkan hasil nilai bidang studi Matematika belum juga keluar.
Bagi siswa yang nilainya belum mencapai ketuntasan maka nilainya akan berwarna merah.


Minggu, Oktober 29, 2017

KUIS KELAS VII : Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan


Menurut Wikipedia Indonesia, Hari raya Galungan dirayakan oleh umat Hindu setiap 210 hari, dengan menggunakan perhitungan kalender Bali yaitu pada hari Budha Kliwon Dungulan (Rabu Kliwon wuku Dungulan) sebagai hari kemenangan Dharma (kebenaran) melawan Adharma (kejahatan).


Rangkaian Hari Raya Galungan

Tumpek Wariga

Saniscara (Sabtu) Kliwon wuku Wariga disebut Tumpek Wariga, atau Tumpek Bubuh, atau Tumpek Pengatag, atau Tumpek Pengarah jatuh 25 hari sebelum Galungan.  Pada hari Tumpek Wariga Ista Dewata yang dipuja adalah Sang Hyang Sangkara sebagai Dewa Kemakmuran dan Keselamatan Tumbuh-tumbuhan. Adapun tradisi masyarakat untuk merayakannya adalahh dengan menghaturkan banten (sesaji) yang berupa Bubuh (bubur) Sumsum yang berwarna seperti:
  1.  Bubuh putih untuk umbi-umbian
  2. Bubuh bang untuk padang-padangan
  3. Bubuh gadang untuk bangsa pohon yang berkembangbiak secara generatif
  4. Bubuh kuning untuk bangsa pohon yang berkembangbiak secara vegetatif
Pada hari Tumpek Wariga ini semua pepohonan akan disirati tirta wangsuhpada/air suci yang dimohonkan di sebuah Pura/Merajan dan diberi banten berupa bubuh tadi disertai canang pesucian, sesayut tanem tuwuh dan diisi sasat. Setelah selesai kemudian pemilik pohon akan menggetok atau mengelus batang pohon sambil berucap sendiri (bermonolog):
“Dadong- Dadong I Pekak anak kija  I Pekak ye gelem I Pekak gelem apa dong? I Pekak gelem nged Nged, nged, nged”
Dialog di atas bermakna harapan si pemilik pohon agar nantinya pohon yang diupacarai dapat segera berbuah/menghasilkan, sehingga dapat digunakan untuk upacara hari raya Galungan. Peringatan hari ini merupakan wujud Cinta Kasih manusia terhadap tumbuh-tumbuhan.

Sugihan Jawa

Sugihan Jawa berasal dari 2 kata: Sugi dan Jawa. Sugi memiliki arti bersih, suci. Sedangkan Jawa berasal dari kata jaba yang artinya luar. Secara singkat pengertian Sugihan Jawa adalah hari sebagai pembersihan/penyucian segala sesuatu yang berada di luar diri manusia (Bhuana Agung). Pada hari ini umat melaksanakan upacara yang disebut Mererebu atau Mererebon. Upacara Ngerebon ini dilaksanakan dengan tujuan untuk nyomia/menetralisir segala sesuatu yang negatif yang berada pada Bhuana Agung disimbolkan dengan pembersihan Merajan, dan Rumah. Pada upacara Ngerebon ini, dilingkungan Sanggah Gede, Panti, Dadya, hingga Pura Kahyangan Tiga/Kahyangan Desa akan menghaturkan banten semampunya. Biasanya untuk wilayah pura akan membuat Guling Babi untuk haturan yang nantinya setelah selesai upacara dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Sugihan Jawa dirayakan setiap hari Kamis Wage wuku Sungsang

Sugihan Bali

Sugihan Bali memiliki makna yaitu penyucian/pembersihan diri sendiri/Bhuana Alit (kata Bali=Wali=dalam). Tata cara pelaksanaannya adalah dengan cara mandi, melakukan pembersihan secara fisik, dan memohon Tirta Gocara kepada Sulinggih sebagai simbolis penyucian jiwa raga untuk menyongsong hari Galungan yang sudah semakin dekat. Sugihan Bali dirayakan setiap hari Jumat Kliwon wuku Sungsang

Hari Penyekeban

Hari Penyekeban ini memiliki makna filosofis untuk “nyekeb indriya” yang berarti mengekang diri agar tidak melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan oleh agama.Hari Penyekeban ini dirayakan setiap Minggu Pahing wuku Dungulan.

Hari Penyajan

Penyajan berasal dari kata Saja yang dalam bahasa Bali artinya benar, serius. Hari penyajan ini memiliki filosofis untuk memantapkan diri untuk merayakan hari raya Galungan. Menurut kepercayaan, pada hari ini umat akan digoda oleh Sang Bhuta Dungulan untuk menguji sejauh mana tingkat pengendalian diri umat Hindu untuk melangkah lebih dekat lagi menuju Galungan. Hari ini dirayakan setiap Senin Pon wuku Dungulan.

Hari Penampahan

Hari Penampahan jatuh sehari sebelum Galungan, tepatnya pada hari Selasa Wage wuku Dungulan. Pada hari ini umat akan disibukkan dengan pembuatan [penjor] sebagai ungkapan syukur kehadapan Tuhan Yang Maha Esa atas segala anugrah yang diterima selama ini, penjor ini dibuat dari batang bambu melengkung yang diisi hiasan sedemikian rupa. Selain membuat penjor umat juga menyembelih babi yang dagingnya akan digunakan sebagai pelengkap upacara, penyembelihan babi ini juga mengandung makna simbolis membunuh semua nafsu kebinatangan yang ada dalam diri manusia. Kepercayaan masyarakat Bali pada umumnya, pada hari Penampahan ini para leluhur akan mendatangi sanak keturunannya yang ada di dunia, karena itulah masyarakat juga membuat suguhan khusus yang terdiri atas nasi, lauk-pauk, jajanan, buah, kopi, air, lekesan (daun sirih dan pinang) atau rokok yang ditujukkan kepada leluhur yang "menyinggahi" mereka di rumahnya masing-masing.

Punjung atau Suguhan untuk para Leluhur

Hari Raya Galungan

Pagi hari umat telah memulai upacara untuk Galungan ini. Dimulai dari persembahyangan di rumah masing-masing hingga ke Pura sekitar lingkungan. Tradisi yang kerap kita jumpai pada Galungan adalah Tradisi “Pulang Kampung” , umat yang berasal dari daerah lain, seperti perantauan akan menyempatkan diri untuk sembahyang  ke daerah kelahirannya masing-masing.
Bagi umat yang memiliki anggota keluarga yang masih berstatus [Makingsan di Pertiwi] (mapendem/dikubur), maka umat tersebut wajib untuk membawakan banten ke kuburan dengan istilah Mamunjung ka Setra

Kuburan saat hari Raya Galungan
, banten tersebut terdiri atas punjung seperti telah disebutkan di atas, disertai tigasan/kain saperadeg (seadanya) dan air kumkuman (air bunga).

Persembahan pada saat Hari Raya Galungan


Hari Umanis Galungan

Pada umanis Galungan, umat akan melaksanakan persembahyangan dan dilanjutkan dengan Dharma Santi dan saling mengunjungi sanak saudara atau tempat rekreasi.
Anak-anak akan melakukan tradisi ngelawang pada hari ini. Ngelawang adalah sebuah tradisi, di mana anak-anak akan menarikan barong disertai gambelan dari pintu rumah penduduk satu ke yang lainnya (lawang ke lawang), penduduk yang mempunyai rumah tersebut kemudian akan keluar dari rumah sambil membawa canang dan sesari/uang, penduduk percaya bahwa dengan tarian barong ini dapat mengusir segala aura negatif dan mendatangkan aura positif. Umanis Galungan jatuh pada hari Kamis Umanis wuku Dungulan

Hari Pemaridan Guru

Kata Pemaridan Guru berasal dari kata Marid dan Guru.Memarid sama artinya dengan ngelungsur/nyurud (memohon) , dan Guru tiada lain adalah Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Dapat diartikan bahwa hari ini adalah hari untuk nyurud/ngelungsur waranugraha dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Siwa Guru. Dirayakan pada Sabtu Pon wuku Galungan.

Ulihan

Ulihan artinya pulang/kembali. Dalam konteks ini yang dimaksud adalah hari kembalinya para dewata-dewati/leluhur ke kahyangan dengan meninggalkan berkat dan anugrah panjang umur. Dirayakan pada Minggu Wage wuku Kuningan

Hari Pemacekan Agung

Kata pemacekan berasal dari kata pacek  yang artinya tekek  (Bhs Bali.) atau tegar. Makna pemacekan agung ini adalah sebagai simbol keteguhan iman umat manusia atas segala godaan selama perayaan hari Galungan. Dirayakan pada Senin Kliwon wuku Kuningan.

Hari Kuningan

Hari Suci Kuningan dirayakan umat dengan cara memasang tamiang,kolem, dan endong.Tamiang adalah simbol senjata Dewa Wisnu karena menyerupai Cakra, Kolem adalah simbol senjata Dewa Mahadewa, sedangkan Endong tersebut adalah simbol kantong perbekalan yang dipakai oleh Para Dewata dan Leluhur kita saat berperang melawan adharma. Tamiang kolem dipasang pada semua palinggih, bale, dan pelangkiran,  sedangkan endong dipasang hanya pada palinggih dan pelangkiran.
Tumpeng  pada banten yang biasanya berwarna putih diganti dengan tumpeng berwarna kuning yang dibuat dari nasi yang dicampur  dengan kunyit yang telah dicacah dan direbus bersama minyak kelapa dan daun pandan harum.
Keunikan hari raya Kuningan selain penggunaan warna kuning adalah yaitu persembahyangan harus sudah selesai sebelum jam 12 siang (tengai tepet), sebab persembahan dan persembahyangan setelah jam 12 siang hanya akan diterima Bhuta dan Kala karena para Dewata semuanya telah kembali ke Kahyangan. Hal ini sebenarnya mengandung nilai disiplin waktu dan kemampuan untuk memanajemen waktu. Warna kuning yang identik dengan hari raya Kuningan memiliki makna kebahagiaan,keberhasilan, dan kesejahtraan.

Hari Pegat Wakan

Hari ini adalah runtutan terakhir dari perayaan Galungan dan Kuningan. Dilaksanakan dengan cara melakukan persembahyangan, dan mencabut penjor yang telah dibuat pada hari Penampahan. Penjor tersebut dibakar dan abunya ditanam di pekarangan rumah. Pegat Wakan jatuh pada hari Rabu Kliwon wuku Pahang, sebulan setelah galungan.

Begitulah rangkaian Perayaan Galungan di Bali, khususnya yang dilaksanakan umat Hindhu Dharma. Pada saat perayaan Hari Raya Galungan dan Kuningan sekolah meliburkan siswa-siswi selama dua minggu. Nah selama libur ini tidak semua kegiatan pembelajaran ditiadakan, seperti mapel TIK SMP Dwijendra Denpasar juga memberikan tugas berupa  online untuk diikuti Siswa Kelas VII seperti dibawah ini.


Kamis, Oktober 05, 2017

Prestasi Siswa SMP Dwijendra Denpasar Juli - September 2017

Awal tahun pelajaran 2017/2018 merupakan tahun sarat prestasi bagi SMP Dwijendra Denpasar. Hal ini dibuktikan dengan deretan prestasi yang diperoleh siswa-siswi SMP Dwijendra Denpasar sampai akhir September 2017, seperti berikut :

  • 1. Juara 3 Lomba Pop Sola Bali Tingkat SMP dalam Rangka Peringatan Hari Anak Nasional 2017, a.n :Ni Kadek Ayu Suciastiti, Pemerintah Kota Denpasar, 28 Juli 2017





  • 2. Juara 2 NQ B Putra Kejurda Wushu Provinsi Bali, a.n :Putu Herrya Adi Saputra dan Juara 2 NG B Putra Kejurda Wushu Provinsi Bali, a.n :Putu Herrya Adi Saputra, Pengurus Provinsi Wushu Bali, Klungkung, 18-20 Agustus 2017


  • 3. Juara 3 Fashion Show Yayasan Eka Dharma Cipta Sentosa, a.n : A.A Ngurah Surya Dharma Prayoga, Yayasan Eka Dharma Cipta Swntosa, Kota Denpasar, 27 Agustus 2017

  • 4. Juara 2 Lagu Pop Bali kategori C dalam September Bazaar Fiesta,a.n : 1.Ni Kadek Ayu Suciastiti, PV pro Prabaswari Production, Kota Denpasar, 17 September 2017

  • 5. Juara I Lomba Pengenter Acara/MC Putra tk. SMP, a.n: A.A NGurah Surya Dharma Putra, Juara III Lomba Pengenter Acara/MC putri tk. SMP, a.n: Luh Oming Padma Puspa Paramitha, Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, 28 September 2017



  • 6. Juara I Olimpiade Bahasa Inggris, Universitas Mahendradatta, 2017

  • Deretan Prestasi ini semoga memberikan inspirasi dan motivator siswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi.

    Minggu, Oktober 01, 2017

    PENGAYAAN :KUIS TINGKAT LANJUT DASAR KOMPUTER

    Sebelumnya admin minta maaf kepada semua pembaca blog ini karena gangguan koneksi internet di sekolah sehingga kuis sebagai tugas pengayaan ini terlambat di publish. Semoga semua maklum adanya.
    Ok langsung saja ikuti kuis dibawah ini !

    Senin, September 18, 2017

    KUIS KELAS VII DASAR KOMPUTER

    Bagi siswa kelas VII SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2017/2018 dipersilakan untuk mengikuti kuis ini untuk mengukur tingkat kemampuan dasar dan hardware komputer. Kuis ini supaya diikuti paling terakhir tanggal 24 September 2017.