Tampilkan postingan dengan label yayasan dwijendra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yayasan dwijendra. Tampilkan semua postingan

Rabu, April 10, 2019

Hadiri Dharma Shanti Yayasan Dwijendra, Koster: Saya Harus Lindungi Eksistensi Yayasan

Diteruskan dari Koran Juri, http://koranjuri.com/hadiri-dharma-shanti-yayasan-dwijendra-koster-saya-harus-lindungi-eksistensi-yayasan/

Gubernur Bali I Wayan Koster menghadiri Dharma Shanti Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra, Senin, 8 April 2019 - foto: Koranjuri.com
KORANJURI.COM – Gubernur Bali I Wayan Koster merasa prihatin atas gejolak yang sempat terjadi di Yayasan Dwijendra Denpasar. Hal itu diungkapkan Gubernur saat menghadiri Dharma Shanti Tahun Baru Saka 1941 Yayasan Dwijendra Denpasar, Senin, 8 April 2019.
Saat suksesi kepemimpinan yayasan pendidikan itu, Koster mengaku setiap saat mengikuti perkembangan yang ada. Gubernur menyatakan, dirinya mewakili pribadi maupun pemerintah Provinsi Bali, harus berbuat sesuatu agar polemik tidak berlarut-larut.
“Saya ikuti perjalanan dan perkembangan Yayasan Dwijendra dari luar. Saat terjadi sesuatu dan berdampak pada pendidikan, tanpa dimintai tolong, saya terpanggil untuk mengambil langkah,” ujar Koster, Senin, 8 April 2019.
Koster berempati terhadap lembaga yang mengelola pendidikan dari PAUD sampai perguruan tinggi tersebut. Gubernur mengaku segera mengambil sikap untuk menyelesaikan kemelut yang terjadi.
“Saya enggak kenal dengan Pak Wirawan (Ketua Yayasan) secara pribadi, kenal deket enggak, kenal biasa ya. Tapi yang harus saya selamatkan adalah lembaganya, moralnya, yang harus saya lindungi eksistensi yayasannya,” tambah Koster demikian.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Koster berpesan agar di setiap ruangan dicantumkan nama-nama pendiri yayasan, termasuk visi dan misi yang diemban.
“Saya ingin yayasan ini eksis berkelanjutan sesuai spirit pendirinya. Pemerintah berkontribusi, kalau sudah bener pasti saya akan berkontribusi,” kata Koster.
Dalam kegiatan itu, Gubernur Bali sekaligus juga memaparkan visi Nangun Sat Kerti Loka Bali terkait, pencapaian maupun program pembangunan di Bali.
Sementara, Ketua Yayasan Dwijendra Ketut Wirawan mengatakan, pihaknya berharap apa yang pernah terjadi di lembaga pendidikan yang dipimpinnya sekarang, menjadi langkah untuk membangun pendidikan yang lebih baik.
“Semua disini saudara, saya juga sudah capek dengan persoalan yang sangat menguras energi maupun materi seperti kemarin, kalah jadi abu menang jadi arang,” ujar Wirawan.
Dirinya mengamini yang disampaikan Gubernur Bali, visi dan misi serta cita-cita pendiri yayasan harus diteruskan. (Way)

Jumat, Juni 19, 2015

Lulusan SMP harus cermat tentukan pilihan.

Lulusan SMP diharapkan cermat dalam menentukan SMA negeri di Denpasar yang akan dijadikan pilihan untuk melanjutkan pendidikan. Pasalnya pada proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun pelajaran 2015-2016 ini, mereka hanya diperbolehkan memilih tiga dari delapan SMA negeri yang ada.
Demikian berita harian Bali Pos hari ini, Jumat 19 Juni 2015

Selasa, Januari 28, 2014

Janji Gubernur Bali dalam HUT Ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar 2014


"Aula Yayasan Dwijendra yang belum selesai akan segera selesai", begitulah janji Bapak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengawali sambutan beliau dalam perayaan HUT ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar, Selasa 28 Januari 2014. Bapak Gubernur memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh seluruh stock holder Yayasan Dwijendra setahun ini. Oleh karena itu beliau menitipkan satu orang anak angkatnya yaitu Ni Ketut Rahayuni untuk dididik dan dibina di SMP Dwijendra Denpasar.

Minggu, Januari 26, 2014

Jalan Sehat HUT ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar


Memperingati HUT ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar, diadakan Jalan Sehat pada Hari Minggu, 26 Januari 2014 dengan melibatkan seluruh keluarga besar Yayasan Dwijendra dan siswa-siswa sekolah SD, SMP, dan  SMA/SMK se-Kota Denpasar. 

Jalan Sehat ini dibuka oleh Walikota Denpasar, Bapak Ida Bagus Rai Wijaya Mantra didampingi Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar, Bapak Drs. MS. Chandra Jaya, M.Hum. Jalan Sehat ini menempuh rute dari Jalan Kamboja, jalan Surapati, jalan Veteran, Jalan Hayam Wuruk dan kembali ke jalan Kamboja.

Menurut Wikipedia, Jalan kaki adalah olah raga yang murah, aman dan sangat menyenangkan bila dilakukan bersama-sama teman, pasangan atau keluarga. Dan jangan pernah menganggap remeh jalan kaki, karena tidak sedikit manfaat yang bisa kita dapatkan dari "sekadar" berjalan-jalan.
Pada dasarnya, aktivitas fisik yang dilakukan secara kontinyu dan dalam waktu yangg panjang dapat melatih kesegaran jasmani seseorang, termasuk berjalan kaki. Selain melatih kesegaran jasmani, oksigen yang dihirup dan diedarkan akan melancarkan sirkulasi darah. Efeknya, kondisi tubuh tak cepat lelah dan lebih cepat mengembalikan tubuh pada kondisi normal, serta mengurangi stres atau depresi.

Selain gratis dan menyehatkan, masih banyak manfaat lain yang tidak pernah Anda duga dengan melakukan jalan kaki secara rutin.
Geoff Nicholson dalam bukunya, Lost Art of Walking, memuji manfaat besar yang didapatkan dari berjalan kaki. Selain baik bagi kesehatan fisik, psikologi dan manfaat sosial, aktivitas yang sederhana itu juga bisa mengubah hidup Anda.
Meningkatkan Kesehatan. Dari sisi kesehatan, berjalan kaki adalah salah satu kunci untuk mengelola berat badan, mengontrol tekanan darah dan mengurangi risiko stroke, kanker payudara, diabetes dan segudang penyakit lain. Berjalan cepat setiap hari bisa memperpanjang umur Anda, menutunkan risiko depresi dan meningkatkan mood maupun perasaan bahagia. Menurut Beth Israel Medical Centre, rumah sakit yang berafiliasi dengan Harvard, berjalan kaki menurunkan kadar total kolesterol dan meningkatkan high-density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik.
Menjaga Kebugaran Mental. Dari sisi psikologis, berjalan kaki memberikan kesempatan untuk menjernihkan pikiran, memecahkan masalah dan mengurangi stres. Jika Anda gemar dengan kegiatan-kegiatan yang membutuhkan relaksasi, berjalan kaki juga bisa menjadi sarana meditasi.
Menjalin Ikatan Sosial. Berjalan kaki bersama teman atau rekan Anda bisa semakin memperat hubungan. Mengatur waktu untuk “kencan” dengan pasangan Anda atau teman dengan berjalan kaki dan memanfaatkan waktu yang tersedia untuk saling berbincang tanpa terganggu.
Menjelajahi Lingkungan Sekitar. Cara terbaik untuk menikmati keindahan dan keajaiban tersembunyi dalam kota-kota besar di dunia, seperti New York, Paris atau Roma, adalah dengan berjalan kaki. Berjalan kaki mengasah ketajaman panca indra dan memungkinkan Anda menikmati kedekatan dengan lingkungan di sekeliling Anda. Menurut Geoff, penyair William Wordsworth berlayar mengelilingi tujuh keajaiban dunia sepanjang hidupnya. Konon William merasa senang dengan fakta sederhana, yaitu “berjalan kaki adalah undangan dari kejutan.”

Di bawah ini adalah beberapa tip agar Anda merasa senang saat berjalan kaki:
  • Carilah teman, dan tentukan jadwal rutin setiap minggu di waktu yang sama.
  • Berjalanlah bersama anjing peliharaan Anda.
  • Pilihlah lokasi yang memiliki pemandangan indah dan mudah diakses.
  • Mulailah dengan berjalan santai, kemudian tingkatkan langkah dan kecepatannya.
  • Pilihlah juga lokasi yang menanjak.
  • Jangan lupa sedia payung sebelum hujan.


Minggu, November 03, 2013

Veteran Pejuang Asimah Tjilik Berpulang

TOKOH wanita veteran pejuang Bali, Asimah Tjilik berpulang dengan tenang dalam usia 87 tahun, Kamis (31/10) lalu. Kini jenazah tokoh veteran Bali ini disemayamkan di rumah duka di Jl. Mayor Metra No. 21 Liligundi, Singaraja.

Eed upacara pengabenan akan diawali dengan upacara mabersih tanggal 7 November pukul 14.00 wita. Sedangkan upacara pengabenan dilaksanakan 8 November mendatang di Setra Buleleng pukul 10.00 wita. Semua rangkaian upacara di-sanggra krama Br. Liligundi.

Asimah Tjilik adalah istri veteran pejuang Bali Pak Tjilik (alm). Keduanya menyimpan kisah heroik melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Bahkan semasa hidupnya Asimah Tjilik sangat dekat dengan tokoh veteran pejuang asal Br. Lumajang Samsam, Tabanan, alm. Desak Gede Raka Nadha yang berpulang terlebih dahulu.

Almarhumah meninggalkan enam anak, masing-masing Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., yang kini menjadi Sekretaris Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Nengah Abdiwati yang kini menjadi sulinggih, I Wayan Astawa Jaya, S.H., Dra. Susilawati (Wakasek SMA Dwijendra), Nyoman Satia Negara, S.H., M.H. (PNS) dan Ketut Yadnyaningsih.

Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. MS Chandrajaya, S.H., M.Hum. yang juga dari keluarga pejuang, Sabtu (2/11) kemarin langsung memimpin jajaran Dwijendra mengungkapkan rasa belasungkawa ke rumah duka sekaligus merasa kehilangan wanita pejuang yang ikut bersama suami membidani lahirnya Dwijendra. Chandrajaya saat itu didampingi para kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Rektor Undwi Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum.

Putra tertua almarhumah, I Wayan Abdi Negara, menjelaskan ibundanya mengembuskan napas terakhir di rumah Monang-maning akibat sakit karena lanjut usia. Anggota LVRI Bali bernomor 696/04/IX ini di mata anak-anaknya adalah seorang ibu yang setia dan gigih berjuang membela bangsa. Termasuk berjuang di keluarga mendidik anak-anaknya menempuh pendidikan setinggi mungkin. Untuk itu dia mohon doa restu kepada teman sejawat, keluarga dan krama Bali agar arwahnya diterima di sisi Tuhan dan rangkaian upacara berjalan lancar. Dia juga minta maaaf atas kesalahan yang diperbuat ibundanya tercinta selama hidupnya.

Disiksa NICA

Asimah Tjilik dilahirkan di Yogyakarta, 22 November 1926. Asimah Tjilik ini menyimpan berbagai kisah dan memori sedih penuh penyiksaan selama zaman revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pada zaman NICA masuk Bali, Asimah yang saat itu menuntut ilmu di Pertiwi School Tabanan rela berhenti sekolah karena putri Tomo Wiharjo dan Saodah ini harus menjadi pasukan penghubung dan pemasok makanan bagai para pejuang. Selama menjalankan tugasnya itu, dia sering ditangkap oleh tentara NICA bahkan disiksa. Dia kerap tak mau menjelaskan soal strategi perjuangan rekan para pejuang sehingga sering mendapatkan tendangan dan penyiksaan. Bahkan pelipisnya pernah robek karena disiksa tentara NICA.

Namun di balik kisah perjuangan itulah dia bertemu jodoh dengan Nengah Wirtha Tamu yang kemudian dikenal dengan sebutan Pak Tjilik. Bahkan dia rela menjalani cinta jarak jauh selama 12 tahun, sebab Pak Tjilik bertugas di Buleleng sedangkan dia di Tabanan. Usai masa perjuangan dia diangkat menjadi pegawai di RS Tabanan. Saat itulah dia dipersunting Pak Tjilik. Bahkan hari pernikahannya sangat unik yakni tepat digelar tanggal 17 Agustus karena penuh nuansa heroik.

Selasa, Juni 12, 2012

SELAMAT DATANG KEMBALI DI BALI

Setelah selama lima hari rombongan Guru dan Pegawai SMP Dwijendra Denpasar bersama Pengurus dan Pegawai Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar menikmati liburan ke Batam-Singapura-Malaysia, maka tibalah saatnya kembali lagi ke Bali.
Selamat Datang, Welcome Back in Bali, Welcome back in Dwijendra!
Kami yang disini mengucapkan puji syukur rombongan sudah selamat kembali ke rumah masing-masing. Selamat bekerja kembali.

Senin, Januari 19, 2009

PERMAKLUMAN

Segenap Keluarga Besar SMP Dwijendra melalui ini menyampaikan permohonan maaf kepada semua orang tua/wali siswa karena penuhnya acara hari Minggu tanggal 19 Januari 2009 dari Panitia HUT ke-56 Yayasan sehingga siswa terlambat pulang.