Sesuai surat dari Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar No 420/1489/Disdikpora/2020 dimohon siswa kelas IX SMP Dwijendra Denpasar mengumpulkan data kepemilikan akan Kartu JKN-KIS.
Maka demi lancarnya pengumpulan data dimasa pandemi COID-19 yang melarang pengumpulan/kerumunan massa(sosial distancing dan physic distancing) maka kami berikan form dibawah ini untuk pengumpulan datanya.
Siswa SD mengikuti tryout di SMP Dwijendra. (BP/sue)
DENPASAR, BALIPOST.com – SMP Dwijendra di Jl. Kamboja Denpasar, Minggu (9/2) diserbu 2.200 siswa kelas VI SD se-Kota Denpasar. Mereka diantar langsung oleh guru dan para orangtuanya guna mengikuti tryout “Siap Ujian Akhir SD 2020”
Tercatat 2.200 siswa dari 100 SD di Kota Denpasar mengikuti tryout selama tiga jam di sekolah ini. Jumlah ini terus bertambahmenjelang ujian dimulai karena banyak orangtua datang dengan anaknya namun belum mendaftar.
Hal itu tetap dilayani Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini,M.Pd., bersama wakasek dengan penuh kekeluargaan. Sebab, kata Nadi Supartini, tujuan tryout ini yakni ikut mempersiapkan siswa SD menghadapi Ujian Akhirserta mencerdaskan anak bangsa. “Kami di SMP Dwijendra tak pernah berpikir sempit, semua siswa yang datang kami layani dengan baik toh mereka anak bangsa,” tegasnya.
Sekalipun mengeluarkan dana banyak, Kasek yang dikenal akrab dengan siswa ini justru bangga ajang tryout ini membludak. Dia menyiapkan 54 ruang belajar untuk tryout bahkan peserta terbaik disiapkan hadiah utama sepeda gunung. (Adv/balipost)
Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar I.B. Brahmantia bersama I Ketut Widia, Kasek Ni Wayan Nadi Supartini dan Wakasek foto bersama usai membuka Festival Nyastra Bali SMP Dwijendra Denpasar. (BP/sue)
DENPASAR, BALIPOST.com – Februari adalah Bulan Bahasa Bali. Bulan ini diisi oleh warga SMP Dwijendra Denpasar dengan kegiatan bernuansa memperkuat bahasa dan aksara Bali. Dalam kaitan itu sekolah ini memiliki agenda ‘’Festival Nyastra Bali’’. Festival Nyastra Bali 2020, Kamis (6/2) dibuka Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Ida Bagus Bayu Brahmantia, S.H., M.H. didampingi Sekretaris I Ketut Widia, M.Si. dan Kepala SMP Dwijendra Denpasar Dra. Ni Wayan Supartini, M.Pd.
Yang menarik, sebanyak 824 siswa terlibat pada Festival Nyastra Bali kali ini. Kontan saja semua luas lapangan Dwijendra terisi semua saat digelar lomba nyurat lontar. Menurut Kasek Ni Wayan Nadi Supartini, semua siswa baik yang non-Hindu juga dilibatkan dalam tiga agenda festival yakni nyurat lontar, lomba pidato bahasa Bali dan lomba baca puisi bahasa Bali.
Tujuannya guna memperkenalkan bahasa dan aksara Bali bagi warga sekolah non-Hindu dan memperkuat penguasaan bahasa dan sastra Bali bagi siswa yang beragama Hindu. Apalagi langkah ini sudah memiliki payung hukum yakni Pergub No. 80 Tahun 2017 soal Bahasa Bali.
Nadi Supartini didampingi para wakasek menegaskan, festival ini mendukung visi Gubernur Bali ‘’Nangun Sat Kerthi Loka Bali’’ sekaligus visi dan misi Yayasan Dwijendra sebagai pusat pelestarian dan pengembangan budaya Bali dan agama Hindu. Selain itu sebagai implementasi nyata warga SMP Dwijendra terhadap Pergub No. 80/2017 tersebut. (Adv/balipost)
Perhelatan rutin sesuai kalender kegiatan SMP Dwijendra Denpasar kembali menggelar acara Lomba Tari Bali dan Yoga Asanas Tingkat SD se-Kota Denpasar pada Sabtu, 18 Januari 2020.
Acara ini diikuti 114 orang untuk lomba tari yang terdiri dari condong A, baris A, condong B dan baris B. Sedangkan yoga asanas diikuti 20 grup. Tujuan acara ini adalah melestarikan seni budaya Bali dan merayakan peringatan ulang tahun Yayasan Dwijendra yang ke-67, yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2020.
Tim Juri diambil dari dosen ISI Denpasar sehingga penilaian lebih obyektif dan transparan. Hasil penilaian juga diumumkan semua sehingga semua peserta dapat melihat nilai dan rangking mereka.
Jumat, 20 Desember 2019 merupakan akhir semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020 di SMP Dwijendra Denpasar. Pada saat itu diserahkan rapor sebagai laporan siswa selama satu semester kepada siswa untuk disampaikan kepada orang tua/wali masing-masing.
Seperti biasa pada saat itu diumumkan peraih juara umum pertingkat sebagai bentuk persaingan dalam belajar sehari-hari. Terlihat masih didominasi oleh siswa perempuan dengan menyisakan satu saja siswa cowok yang mendapat juara umum. Disini kami tampilkan juara kelas di IX-E.
Selanjutnya siswa diberikan libur semester selama dua minggu, mulai 23 Desember 2019 sampai 4 Januari 2020. Siswa masuk kembali Senin, 6 Januari 2020.
Beritafajartimur.com (Denpasar)
Masih dalam rangkaian upacara Piodalan Pedudusan Alit lan Karya
Ngenteg Linggih Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra, pada Selasa (12/11)
yang diawali upacara mecaru, maka hari ini, Jumat (15/11) dilaksanakan
prosesi Nyenuk dengan melibatkan seluruh civitas akademika Yayasan
Dwijendra. Upacara ini dilaksanakan di halaman dalam Perguruan Dwijendra
Pusat Denpasar dan dipuput oleh dua orang Pedanda, masing-masing: Ida
Pedanda Wayahan Wanasari dari Gria Sanur dan Ida Pedanda Magelung dari
Gria Grana Petang.
Wakil Rektor II Universitas Dwijendra, Drs. I Made Sila, M.Pd
yang juga panitia Karya Pedudusan Alit lan Ngenteg Linggih Pura
Mahawidya Dwijasrama Dwijendra mengatakan upacara Nyenuk ini sebenarnya
dimaknai sebagai simbol kedatangan para dewa-dewi turun dari kahyangan
untuk memberikan waranugraha atau anugrahnya
kepada umatnya agar upacara yang sudah dijalankan bisa berjalan lancar dan sukses.
“Upacara Nyenuk hari ini merupakan rangkaian upacara sebelumnya yang
diawali dengan mecaru dan karya Ngenteg Linggih. Dan hari ini nyomia
sara butha atau sara kala supaya kita dalam keadaan suka ria dan
bergembira menyambut dewa-dewi. Ini dimaknai dengan 9 Penjuru Mata Angin
atau diistilahkan dengan Dewata Nawa Sanga yang diiringi dengan tarian
Rejang Renteng dan Rejang Dewa,” terangnya.
Dikatakan, upacara Nyenuk yang diistilahkan dengan simbol Dewata Nawa
Sanga ini menggunakan busana warna warni. Timur pakai warna putih (dewa
Siwa), Barat, warna Kuning (Mahadewa), Utara, warna hitam (Wisnu), dan
Selatan, warna Merah (Brahma). Dimana, dari masing-masing pengiringnya
ada yang memikul tebu dilengkapi pale bungkah pale gantung (hasil bumi)
sebagai simbol para dewata membawa hasil bumi untuk sarana upacara.
Busana Dewata Nawa Sanga yang diperankan ini hanya mengenakan kain
terbalut sampai ke dada dan destar.
“Suasana upacara Nyenuk ini benar-benar khidmad ketika Dalem Sidakarya menyambut Dewata Nawa Sanga.
Setelah upacara Nyenuk akan dilanjutkan upacara Nyineb,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, SH,
M.Hum., mengatakan bahwa dengan selesainya upacara yang diadakan dalam
jangka waktu paling kurang 15 tahun sekali ini merupakan bukti kesiapan
Civitas Akademika di lingkungan Yayasan Dwijendra untuk menyongsong masa
depan yang lebih baik bahkan maju.
“Sebab secara niskala kita sudah melaksanakan upacara ini secara
baik. Dengan harapan, semua komponen yang ada bisa bersinergi, bahu
membahu dalam memajukan Dwijendra saat ini maupun masa mendatang. Tidak
perlu lagi satu sama lain saling menyalahkan dan saling menghambat.
Karena itu, mari kita saling mengampuni dan memaafkan. Jika ini sudah
selesai, tentunya kita ciptakan kondisi yang senyaman mungkin demi
kemajuan bersama,”harap Wirawan.
(BFT/DPS/Donny Parera)
Dikutip dari http://infosisindonesia.com, Rapor adalah sesuatu yang dinantikan oleh setiap siswa di Sekolah. Bagi sekolah, proses menghasilkan rapor adalah agenda besar dan rutin di setiap semester. Proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu.
Berkaca kembali ke belakang, proses penyusunan rapor konvensional dilakukan oleh wali kelas yang menerima laporan dari berbagai guru. Prosesnya pun cukup sederhana setiap guru menyetor sebuah berkas Excel setiap berkas Excel dikumpulkan dan kemudian dijadikan satu oleh wali kelas, pada kondisi yang lebih konvensional guru menuliskan langsung rapor ke orang yang disediakan kemudian disatukan oleh wali kelas.
Berbagai resiko mungkin terjadi dengan proses konvensional ini mulai dari berkas yang hilang, integrasi berkas Excel yang memakan waktu dan rentan kesalahan, hingga berkas Excel yang terancam terkena rusak karena virus atau worm.
Permasalahan tersebut memunculkan inisiatif untuk menggeser paradigma kesulitan dan resiko dalam menyusun rapor menjadi sesuatu yang lebih produktif dan juga rendah resiko. E-Rapor memiliki peluang besar sebagai basis data sekolah karena juga memiliki fasilitas portal yang dibutuhkan untuk tata kelola dokumen dan penyimpanan data-data sekolah melalui teknologi yang dikenal dengan Microsoft Azure / Server.
E-rapor adalah sebuah sistem aplikasi berbasis Web yang di harapkan dapat merubah pola kerja guru dari pola manual ke pola digital dan juga dapat mempermudah guru dalam melakukan penilaian ke siswa bahkan sampai ke cetak rapor dan evaluasi nilai hasil belajar siswa, Erapor di harapkan dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan dapat memberikan efek positif terhadap dunia pendidikan untuk lebih berkembang dan maju terhadap dunia digital.
Berdasarkan data diatas, SMP Dwijendra Denpasar juga membulatkan tekad untuk belajar menggunakan aplikasi erapor yang dikeluarkan dari dinas, sesuai juga instruksi dari atasan.
Untuk link erapor SMP Dwijendra bisa diklik gambar diatas. Dan untuk pedoman penggunaan sebagai guru dapat diunduh dibawah ini.
Menutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Dwijendra diadakan kegiatan berlandaskan ajaran agama Hindu yaitu pawintenan yang disebut Sisya Upanayana.
Sisya Upayana sendiri berarti mempersiapkan mental dan fisik peserta didik baru untuk menghadapi proses pembelajaran di sekolah atau asrama. Upacakara ini dipuput oleh Ida Peranda Wayahan Wanasari, Sanur.
Kegiatan ini diikuti dengan kegiatan tirta gemana yaitu mengunjungi ke tempat suci lainnya. Untuk menghaturkan doa, sembahyang dan punia demi kebaikan di alam dan akhirat.
Acara pembukaan MPLS dibawah Yayasan Dwijendra Denpasar dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Ketut Wirawan, SH.,M.Hum, Senin 15 Juli 2019 bertempat di Lapangan Yayasan Dwijendra Denpasar, Jalan Kamboja No.17 Denpasar.
Khusus peserta MPLS unit SMP Dwijendra Denpasar berjumlah 267 orang dari yang terdaftar 292 orang. Acara dilanjutkan dengan materi sesuai jadwal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 1.
Terdapat perubahan jadwal pada hari V dan VI dimajukan ke hari IV dan V. Sehingga hari VI siswa tidak ada kegiatan alias libur.
Pengembangan sumber daya manusia diantisipasi dengan mereview kembali dokumen kurikulum sekolah setiap tahunnya. Hal ini dilaksanakan oleh SMP Dwijendra Denpasar dengan mengadakan workshop tentang review kurikulum dan penguatan pendidikan karakter, 12 sampai dengan 14 Juli 2019 bertempat di Aula lantai 1 Yayasan Dwijendra Denpasar.
Workshop ini dibuka oleh Kabid PSMP Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Wiratama, didampingi nara sumber sekaligus pengawas SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd dan juga dari Sekretaris Yayasan Dwijendra Denpasar, I Ketut Widia, M.Pd.
Hari pertama dan kedua diisi oleh pengawas sekolah tentang materi SOP dan Penguatan karakter. Sedangkan hari ketiga diisi oleh FKIP Universitas Dwijendra dengan materi pembelajaran berbasis IT dan penilaian otentik.
Selamat datang peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar. Demikian sambutan ibu kepala sekolah, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd, menyambut peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020.
Kamis, 11 Juli 2019 untuk pertama kalinya peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar dikumpulkan. Dari yang tercatat telah melakukan pendaftaran ulang sebanyak 290 siswa, 40an siswa absen pada acara pertama tersebut.
Setelah diteliti dan ditelusuri, peserta didik yang tidak hadir 50% sudah mendapat sekolah di SMP Negeri di Kota Denpasar sedangkan lainnya belum bisa dihubungi. Jadi jumlah peserta didik akan terus mengalami perubahan jumlahnya.
Selamat pagi.. Om Swastiastu 😇🙏 Kepada seluruh masyarakat Bali pada umumnya dan khususnya seluruh warga Denpasar.. Kami Smp Dwijendra Denpasar MASIH membuka Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun Akademik 2019/2020. GRATIS BIAYA PENDAFTARAN. Segera daftarkan Putra dan Putri anda di sekolah kami, karena KUOTA terbatas. Dengan sistem pembelajaran kami dan kedisiplinan yg tinggi, Kami yakin Putra dan Putri Ibu/Bapak akan menjadi anak yg berprestasi di Bidang Akademik dan Non-akademik. Salam Rahayu.. Om Shanti, Shanti, Shanti Om
Surat Keputusan Kepala Sekolah SMP Dwijendra Denpasar
No.699/SMP.D/0.15/V/2019 tentang Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas IX SMP
Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan Rapat
Kelulusan Dewan Guru yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei
2019, Pukul 14.00 wita, maka diputuskan
Siswa kelas IX Tahun
pelajaran 2018/2019 yang telah mengikuti Ujian Sekolah Berstandar
Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) LULUS 100%
Mempertegas himbauan
dari Dinas Pendidikan Kota Denpasar dan Pihak Kepolisian, kepada
seluruh siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret, konvoi,
kebut-kebutan dan bergerombol dijalan raya. Bagi siswa yang didapati
melakukan hal tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan
yang berlaku dan khususnya bagi siswa SMP Dwijendra Denpasar maka pihak
sekolah tidak bertanggungjawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan
dan tidak akan memberikan pelayanan secara administratif.
Siswa yang
memerlukan Surat Keterangan Lulus (SKL), akan dilayani mulai tanggal 3
Juni 2019 pada hari dan jam kerja dengan syarat Lunas Administrasi.
Selama proses pelayanan administrasi maka dihimbau kepada siswa kelas IX untuk selalu menggunakan seragam sekolah.
SELAMAT UNTUK KELULUSAN SISWA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SELALU INGAT UNTUK MENJAGA NAMA BAIK SEKOLAH DAN ALMAMATER
Hari ini SMP Dwijendra Denpasar mengadakan kegiatan memperkenalkan sekolah kepada siswa-siswi SD Se-Kota Denpasar dengan bekerjasama dengan Bimbingan Belajar Ganesha Operation dalam bentuk Siap Ujian Akhir Tingkat SD Se-Kota Denpasar Tahun 2018.
Dari pendaftaran tercatat 2385 pendaftar sudah menghubungi panitia dan melakukan pembayaran melalui sekolah masing-masing.
Pada hari Sabtu, 6 Januari 2018, telah berlangsung Lomba Tari Bali Tingkat SD Se-Bali di SMP Dwijendra Denpasar. Dengan mengambil tempat di Aula Lantai 3 Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dari pukul 08.30 - 18.00 Wita.
Pengumuman dan penyerahan piala pada pemenang lomba juga telah diserahkan pada akhir acara. Daftar pemenang dapat dilihat seperti dibawah ini :
Berikut video penampilan beberapa pemenang masing-masing kategori :
Pada hari Selasa, 2 Januari 2018, telah dilaksanakan Teknikal Meeting (TM) acara Lomba Tari Bali Tingkat SD Se-Bali di SMP Dwijendra Denpasar. Lomba Tari akan dilaksanakan Sabtu, 6 Januari 2018 di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dengan jumlah peserta sebanyak 213 peserta.
Adapun rincian acara sebagai berikut :
08.00 - 08.30 Pembukaan
08.30 - 11.00 Tari Condong A (65 peserta)
11.00 - 12.00 Tari Baris A (32 peserta)
12.00 - 12.30 Istirahat
12.30 - 14.00 Tari Condong B (72 peserta)
14.00 - 15.30 Tari Baris B (42 peserta)
15.30 - 16.00 Istirahat
16.00 - 17.00 Pengumuman dan Penyerahan Juara
Berikut adalah hasil undian masing-masing kategori :
Untuk mengisi libur semesteran, keluarga besar SMP Dwijendra Denpasar melaksanakan Seminar Revolusi Mental dengan Narasumber Bu Retno, pakar psikolog yang biasa memberikan motivasi di Denpasar.
Pada saat tersebut disarankan guru dalam mengajar supaya bisa menyentuh hati siswa, tidak boleh lagi melakukan tekanan atau hukuman yang akan membuat siswa semakin menjauh.
Jumat, 15 Desember 2017 telah dilaksanakan penyerahan raport di SMP Dwijendra Denpasar. Seperti diketahui raportan adalah hari-hari yang ditunggu siswa untuk mengetahui kemampuan yang telah dikuasainya.
Pada saat itu juga diumumkan siapa saja yang mempunyai jumlah nilai tertinggi. Seperti di kelas VIII B diumumkan sepuluh besar tampak digambar berikut :
Selamat buat anak-anak bapak yang berprestasi ! #latepost
Kabadi ialah sebuah permainan yg dibentuk dalam permainan tradisional India. Permainan ini sangat
terkenal di Selatan Asia dan tersebar dengan meluas di Tenggara Asia, Jepun,
dan Iran. Ia adalah permainan bangsa Bangladesh dan juga meluas di Tamil Nadu,
Andura Pradesh, Punjab dan Maharasutran di India. Kabadi juga dimainkan oleh
tentera British untuk tujuan hiburan, menjaga kemantapan badan dan juga untuk
mengumpan tentera askar dan komuniti Asia British. Dalam satu permainan, 2
pasukan dibentuk yang mana terdiri daripada tujuh pemain. Gelanggang yang
digunakan adalah 12.5m x 10m (separuh daripada gelanggang bola keranjang).
Setiap pasukan mengandungi pemain simpanan seramai 5 orang. Permainan ini
dilangsungkan selama 20 minit, dengan 5 minit setengah untuk rehat semasa
pertukaran gelanggang. Satu pasukan akan menghantar penyerang kepada pasukan
pihak lawan, yang mana bertujuan untuk menyentuh salah seorang daripada pemain
pihak lawan sebelum patah balik kepada pasukannya. Pemain yang telah disentuh
akan terkeluar dan meninggalkan padang. Sementara itu, pihak pertahanan
membentuk sebuah rantai seperti berpegangan tangan antara satu sama lain. Jika
rantai itu terputus, salah seorang pemain pertahanan akan meninggalkan padang.
Sasaran pertahanan adalah untuk menghentikan penyerang balik ke pasukannya
sebelum berhenti berehat. Jika penyerang berhenti sebelum sampai ke destinasi,
penyerang itu akan meninggalkan padang. Pemain juga boleh melepasi sempadan
garisan atau bahagian badan mencecah tanah di luar garisan, kecuali semasa
bergelut dengan pasukan pihak lawan. Setiap pemain yang terkeluar, pihak lawan
akan mendapat mata. Pasukan yang skor dua mata bonus, yang dipanggil lona,
manakala semua pihak lawan akan tersingkir. Pada akhir perlawanan, pasukan yang
mengumpul mata tertinggi akan menang. Permainan adalah berdasarkan kesesuaian
umur dan berat. Permainan ini terdiri daripada satu pengadil, dua pembantu
pengadil, satu penjaring dan dua pembantu penjaring.
SMP Dwijendra Denpasar sebagai salah satu sekolah dengan guru olahraga yang memiliki tingkat mobilitas tinggi menjadi yang pertama mengajarkan kepada siswa-siswanya. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya Dwijendra Kabaddi Competition antar grup antar kelas.
Kegiatan ini diselenggarakan Sabtu, 9 Desember 2017 di Gor Lila Buwana Denpasar. #latepost