Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label UN. Tampilkan semua postingan

Senin, Oktober 30, 2017

Hasil Uji Coba UN Tahap Pertama Kelas IX 2017/2018


Berikut ini hasil uji coba Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2017/2018 yang telah dilaksanakan pada 17 - 24 Oktober 2017. Namun sampai berita diturunkan hasil nilai bidang studi Matematika belum juga keluar.
Bagi siswa yang nilainya belum mencapai ketuntasan maka nilainya akan berwarna merah.


Jumat, Juni 10, 2016

Pengumuman Kelulusan 2016

Berdasarkan hasil rapat dewan guru dan memperhatikan nilai ujian nasional siswa, maka bersama ini diumumkan lima besar peraih nilai ujian nasional tertinggi sebagai berikut :
1. I Gusti Agung Gede Jaya Mahatma     (366 )
2. Ni Wayan Nonik Artini  (361 )
3. I Putu Ngurah Aditia Wiratama  (350 )
4. Ni Kadek Aprilia Putri Iswari   (341,5)
5. Komang Wahyu Nugraha Dewanta ( 340  )

Dan dari 216 siswa yang mengikuti ujian nasional tahun 2016 ini dinyatakan "Lulus 100%".
Bagi siswa yang ingin melihat nilai ujian nasionalnya bisa di download nilai UN 2016. Atau bisa dilihat di Google Drive.

Kamis, Mei 12, 2016

UN 2016 Jujur dan Berintegritas

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 di SMP Dwijendra Denpasar berlangsung dengan mengedepankan Kejujuran dan Integritas tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan dilarangnya semua tas dan alat komunikasi masuk ke dalam ruangan ujian.
Tampak tas siswa ditempatkan diluar ruangan. Begitu juga dengan alat komunikasi (Hp) yang dikumpulkan oleh panitia ruang masing-masing.
Untuk pengawas juga dilakukan hal yang sama yaitu dengan mengumpulkan semua HP pengawas sebelum ke ruang ujian. HP ini boleh diambil setelah UN selesai.
Perlakuan ini mendapat sambutan positif dari Tim Monitering dari BPKP yang memantau pada hari kedua, Selasa 10 Mei 2016.

Rabu, Juli 29, 2015

UN 2016 dilaksanakan tiga tahap

Okezone: JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menyelenggarakan tiga ujian nasional (UN) di tahun 2016. Rencana tiga tahapan UN tahun depan tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Totok Suprayitno.

Totok pada rapat koordinasi Mendikbud dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi, Kepala LPMP, dan Kepala P4TK seluruh Indonesia mengatakan, UN 2016 akan dilaksanakan dengan tiga ujian. UN pertama, merupakan ujian perbaikan bagi peserta UN tahun 2015 yang belum memenuhi standar kompetensi lulusan (SKL) pada satu atau lebih mata pelajaran, dan berkeinginan memperbaikinya. UN kedua, merupakan ujian utama tahun 2016 dengan kisi-kisi baru, dan UN ketiga, merupakan perbaikan bagi peserta UN tahun 2016.

Totok menyebutkan tanggal-tanggal penting untuk pelaksanaan ketiga UN 2016 tersebut. UN pertama yang dijadwalkan adalah UN perbaikan 2015 yang akan dilaksanakan pada 22 Februari 2016. Untuk UN utama 2016 akan dilaksanakan mulai 4 April, dan UN perbaikan tahun 2016 akan dilaksanakan awal Juni atau September.

Untuk materi ujian, kata Totok, disesuaikan dengan jenis soal UN. Di mana UN perbaikan tahun 2015 materi ujiannya sesuai dengan kisi-kisi UN 2015. Untuk UN utama 2016 materi ujiannya ada tiga, yaitu irisan kurikulum KTSP dan K13, kisi-kisi UN yang dikeluarkan BSNP (bersifat makro), dan sesuai dengan ketuntasan kurikulum.

“Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, materinya sama dengan UN utama 2016,” tutur Totok dikutip Okezone, Selasa (14/7/2015) dari laman Kemendiknas.

UN Berbasis Komputer

Dari sisi pelaksanaan, Totok menjelaskan, UN perbaikan 2015 akan dilakukan dengan berbasis komputer. Ujian akan dilaksanakan di SMA/SMK di domisili siswa saat ini dan siswa dapat mendaftar secara online ke dinas provinsi.

Untuk UN utama di 2016 akan dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan berbasis kertas dan komputer. Sedangkan untuk UN perbaikan 2016, mekanismenya sama dengan UN perbaikan 2015, yaitu berbasis komputer dan pendaftaran dilakukan secara online di dinas provinsi.

Jumat, Juni 12, 2015

Pengumuman kelulusan 2015

Rabu, 10 Juni 2015 menjadi satu lagi momen menentukan dalam perjalanan SMP Dwijendra Denpasar. Karena pada hari tersebut diumumkan kepada siswa kelas IX sebanyak 348 siswa dengan prosentase kelulusan 100%.
Selanjutnya siswa kelas yang sudah lulus masuk hari Senin, 15 Juni 2015 untuk mendapatkan informasi selanjutnya.
Sampai saat ini baru bisa dikabarkan tentang penerimaan peserta didik lewat jalur prestasi dan siswa miskin dari SMA Negeri 5 Denpasar yaitu mulai 15 s/d 17 Juni 2015 di sekolah yang dituju. Jadwal dapat dilihat pada foto dibawah.
Selanjutnya untuk surat keterangan lulus (SKL) dapat diambil mulai Senin 15 Juni 2015.

Rabu, Mei 13, 2015

Jadwal Kelas IX Pasca UN 2015


Berikut ini jadwal khusus kelas IX SMP Dwijendra Denpasar setelah Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015. Terdapat perubahan yaitu adanya jadwal pada hari Rabu, 20 Mei 2015 untuk kelas IX E sampai dengan Kelas IX H, dan Jumat, 29 Mei 2015 diadakan Samawartana.


SMP  DWIJENDRA DENPASAR
STATUS : AKREDITASI PERINGKAT : A
JL. KAMBOJA  NO. 17 DENPASAR TELPON 256426.


JADWAL KEGIATAN KELAS IX PASCA UN 2015
TAHUN PELAJARAN 2014/2015

No.
Hari, tanggal
Waktu
Kegiatan
Tempat
Ket
1       

Senin, 11 Mei 2015
07.00 – 10.00
Pengembalian buku dan pelunasan administrasi serta sosialisasi SMA/SMK
Ruang kelas
Semua kelas IX
2       
Rabu, 13 Mei 2015
07.00 – 10.00
Pengembalian buku dan pelunasan administrasi serta sosialisasi SMA/SMK
Ruang kelas
Semua kelas IX
3       
Selasa, 19 Mei 2015
07.00 – 10.00
Pelunasan administrasi
Ruang kelas
Kelas IX A s/d IX D
4       
Rabu, 20 Mei 2015
07.00 – 10.00
Pelunasan administrasi
Ruang kelas
Kelas IX E s/d IX H
5       
Kamis, 21 Mei 2015
07.00 – 10.00
Sosialisasi SMA/SMK dan persiapan perpisahan
Ruang kelas
Semua kelas IX
6       
Jumat, 22 Mei 2015
06.00 - selesai
Perpisahan
Bedugul
Semua kelas IX
7       
Jumat, 29 Mei 2015
07.00 – 10.00
Samawartana dan Pelunasan administrasi
Lapangan Basket
Semua kelas IX pakaian adat sembahyang
8       
Rabu, 3 Juni 2015
07.00 – 10.00
Pembayaran SPP
Ruang kelas
Semua kelas IX
9       
Jumat, 5 Juni 2015
07.00 – 10.00
Pembayaran SPP
Ruang kelas
Semua kelas IX
10   
Rabu, 10 Juni 2015
07.00 – 10.00
Pengumuman Kelulusan
Lapangan Basket
Semua kelas IX Pakaian adat sembahyang

Denpasar, 8 Mei  2015
Kepala SMP Dwijendra Denpasar,



Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd
NIK. 530 707 124

Jumat, Mei 08, 2015

Pelaksanaan UN 2015

Mulai Senin, 4 Mei 2015, selama empat hari telah dilaksanakan ujian nasional (UN) untuk tingkat SMP di seluruh Indonesia.
SMP Dwijendra Denpasar sebagai sekolah yang berwenang melaksanakan UN, dibawah rayon Kota Denpasar dan Sub Rayon 1 Kota Denpasar, juga melaksanakan UN untuk 348 siswa kelas 9.
Selama pelaksanaan UN berlangsung tidak ditemukan masalah, semua berjalan lancar dan tertib. Pengawas ruang berasal dari empat sekolah yaitu SMPN 1 Denpasar, SMP TP 45 Denpasar, SMP Petra Berkat dan dari SMP Pelangi Dharma Nusantara.
Monitoring pelaksanaan UN dilakukan dari dinas Provinsi Bali dan Kota Denpasar. Pada hari ketiga monitoring dilakukan dari dinas Kota Denpasar oleh Koordinator Pengawas yaitu Dra. Ni Nyoman Kartiniasih.

Rabu, April 08, 2015

Kompas - Fakta di Balik Perubahan Ujian Nasional

KOMPAS/ASWIN RIZAL HARAHAP Siswa mengikuti ujian nasional SMA/SMK sederajat di SMA Negeri 1 Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (18/4/2013) lalu.

KOMPAS.com (Selasa, 7 April 2015 | 16:00 WIB) - Ujian Nasional (UN) 2015 akan dilaksanakan secara serentak selama dua pekan mulai Senin (13/4/2015) hingga Rabu (15/4/2015) di 18.552 SMA/MA dan 10.362 SMK dan pada Senin (4/5/2015) sampai Kamis (7/5/2015) di 50.515 SMP. Tahun ini pelaksanaan UN mengalami perbaikan dan pembaruan sistem.

Setelah mengkaji ulang pelaksanaan UN sebelumnya, perubahan tersebut dirasakan perlu dalam rangka mewujudkan filosofi dasar UN dalam sistem pendidikan di Indonesia. UN diberlakukan dalam upaya mengevaluasi tingkat keberhasilan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk itu, UN seharusnya dapat digunakan sebagai acuan antar-provinsi dan sebagai pertimbangan siswa untuk masuk seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga sepatutnya hasil UN memberi informasi detail dan menyeluruh atas capaian kompetensi siswa. Dengan demikian, para guru dan pengajar diharapkan terdorong terus melakukan penguasaan dan peningkatan kompetensi diri agar siswanya termotivasi untuk belajar sungguh-sungguh dan menyukai proses belajar.

Namun, faktanya banyak siswa yang hanya mementingkan nilai semata. Hal itu didorong rasa takut dan mungkin malu jika gagal lulus UN. Hal itu juga yang menyebabkan guru dan sekolah hanya berfokus pada nilai, bukan pada peningkatan kompetensi diri sehingga informasi capaian siswa yang diperoleh dari hasil UN kurang lengkap.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Senin (30/3/2015), lalu mengatakan bahwa tujuan utama pemerintah memberikan mutu pendidikan yang adil dan merata juga tidak dapat tercapai dengan baik karena kurang bermaknanya perbandingan antar-provinsi, yaitu ketika kecurangan terjadi dalam proses pelaksanaan UN itu sendiri. Jika hasil UN tidak lengkap, apa lagi ditambah kemungkinan terjadinya kecurangan, maka secara otomatis hasil UN belum dapat secara maksimal dimanfaatkan sebagai alat seleksi siswa untuk maju ke jenjang lebih tinggi.

Perubahan UN

Sebanyak 700.000 pengawas telah disiapkan untuk mengawasi jalannya UN tahun ini. Sementara itu, 35 juta eksemplar naskah UN harus didistribusikan tepat waktu agar 7,3 juta peserta ujian tahun ini dapat melaksanakan UN secara serempak.

Tahun ini, UN memang bukan lagi penentu kelulusan dan dapat diulang lewat ujian perbaikan pada tahun berikutnya. Bahkan, mulai 2016, kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan capaian siswa pada seluruh mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama duduk di bangku sekolah. Selain itu, nantinya, UN juga dapat ditempuh beberapa kali dan wajib diambil minimal satu kali oleh siswa.

Perbaikan di berbagai sisi pun dilakukan, mulai peningkatan mutu soal yang mendorong deep learning siswa melalui soal-soal kontekstual, disertai survei dan kuisioner untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada keberhasilan siswa, serta Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) lebih lengkap dalam menggambarkan capaian kompetensi siswa. Terakhir, UN nantinya akan dilakukan menggunakan CBT atau Computer-Based Test secara merata di seluruh sekolah di Indonesia.

"Harapannya, ujian nasional tidak akan menjadi momok yang menakutkan lagi bagi siswa, guru, dan orang tua," ujar Mendikbud.

Senin, Maret 02, 2015

POS UN 2015 Terkendala Peraturan Pemerintah

POS UN 2015 Terkendala Peraturan Pemerintah
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Anies Baswedan. 
 
BANDUNG, TRIBUN - Terkait Prosedur Operasional Standar (POS) UN 2015 yang belum dikeluarkan Pemerintah, Anies mengaku hal tersebut masih terkendala Peraturan Pemerintah (PP) yang belum keluar. Meski begitu, ia mengaku sosialiasai POS UN 2015 telah berjalan.
"Jadi substansi POS-nya sudah siap dan sudah disosialisakian tapi belum diterbitkan karena masih menunggu nomornya. Kenapa nomor SOP belum keluar karena Permennya (Peraturan Menteri) belum resmi keluar. Kenapa Permennya belum keluar karena PPnya belum keluar," katanya.
Menurutnya, isi dari POS UN 2015 sudah selesai. Ia berharap dalam waktu dekat Kemendikbud bisa segera mengeluarkan POS UN 2015.
"Isinya (POS UN 2015) sudah jadi dan sudah disosialisasikan kepada PTN dan dinas, tapi kita lagi menunggu. Insha Allah dalam satu dua hari ini begitu PP keluar, POS dan Permen langsung keluar, tapi sosialisasi materi sudah jalan terus kok," katanya.
Selumnya, sejumlah sekolah di Bandung mengaku kebingungan terhadap aturan baru mengenai UN 2015. Sebab, format UN 2015 berbeda dari UN sebelumnya, namun hingga saat ini Pemerintah pusat belum mengeluarkan Prosedur Operasional Standar (POS) UN 2015. (isa) dikutip dari http://jabar.tribunnews.com/2015/02/28/pos-un-2015-terkendala-peraturan-pemerintah

Sabtu, Juni 14, 2014

TAHUN 2014: SMP DWIJENDRA LULUS 100 %


Pengumuman Kelulusan

Sesuai dengan jadwal rencana pelaksanaaan UN dan US dari Disdikpora Provinsi Bali, Sabtu, 14 Juni 2014, di SMP Dwijendra dilaksanakan pengumuman kelulusan untuk kelas IX Tahun Pelajaran 2013/2014.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd di hadapan siswa-siswa kelas IX SMP Dwijendra bertempat di lapangan Basket. "Tahun 2014, SMP Dwijendra Lulus 100 %", begitu pernyataan kepala sekolah yang disusul dengan teriakan dan tepuk tangan semua yang hadir di lapangan. 

Berdasarkan data, nilai UN tertinggi adalah 37,50 dicapai oleh siswa yang bernama Putu Ayu Leonita Aryanti dan nilai sempurna (10) pada mata pelajaran IPA oleh siswa Ni Luh Eka Candra Dewi.

Untuk melihat nilai UN bisa diakses di http://unas.siap-online.com/denpasar/

Pengumuman ini laksanakan dengan aturan semua siswa mengenakan pakaian adat sembahyang dan melakukan persembahyangan sebelum pengumuman. Setelah itu mereka di berikan pengarahan untuk mencegah aksi corat-coret, konvoi dan tindakan yang bisa membahayakan diri dan orang lain.

Pengumuman yang menyertai kelulusan in adalah sebagai berikut :
1. Bagi siswa yang lulus tidak boleh melakukan aksi corat-coret dan konvoi dijalan raya
2. Siswa yang lulus masuk kembali pada hari Rabu, 18 Juni 2014, pukul 08.00 Wita pakaian sekolah
3. Bagi siswa yang datanya masih salah pada kartu UN, harap menghubungi Bapak Budayasa paling lambat tanggal 18 Juni 2014.
4. Pengumuman selanjutnya akan diumumkan pada hari Rabu, 18 Juni 2014.

Selamat kepada siswa-siswi yang lulus!

Pengumuman Kelulusan UN SMP 2014

 Hasil UN SMP 2014
DENPASAR(Okezone) - Pengumuman Ujian Nasional (UN) tingkat SMP sederajat diumumkan secara nasional serentak pada Sabtu 14 Juni 1014. Di Provinsi Bali, berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) provinsi, ada 12 siswa SMP yang tidak lulus UN tahun ini.

“Dari 12 siswa SMP yang tidak lulus UN, terbanyak disumbang Kabupaten Klungkung, yakni tujuh siswa, Kabupaten Karangasem dua siswa, dan masing-masing satu siswa tidak lulus dari Kota Denpasar, Kabupaten Jembrana, dan Kabupaten Tabanan,” beber Kepala Disdikpora Provinsi Bali, Tjokorda Istri Agung (TIA) Kusuma Wardhani, Jumat (13/6/2014).

Meski demikian, tambah dia, tingkat kelulusan UN SMP di Bali tahun ini merupakan yang tertinggi selama lima tahun terakhir.

”Dari 60.075 siswa SMP yang mengikuti UN di Bali, dengan 12 siswa yang tidak lulus itu artinya tingkat kelulusan UN tahun ini 99,98 persen atau dengan kata lain yang tidak lulus hanya 0,02 persen,” ungkapnya.

Pada UN 2013 sebanyak 230 siswa tidak lulus, 2012 sebanyak 145 siswa, 2011 sebanyak 38 siswa, dan 2010 ada 19 siswa.

”Kami sudah mengimbau Disdikpora Kabupaten/Kota untuk mendampingi apakah 12 siswa yang tidak lulus akan mengulang penuh ke kelas IX atau mengikuti UN Program Paket B,” ungkapnya.

Berdasarkan jumlah nilai rata-rata UN, peringkat tiga besar SMP yang mendapat nilai tertinggi, yakni SMPN 3 Denpasar dengan nilai rata-rata (36,48), SMPN 10 Denpasar (36,18), dan SMPN 1 Denpasar (36,12).

Sedangkan siswa SMP peraih nilai UN tertinggi ada dua orang, yakni Luh Ayu Nanamy KES dan Muhammad Iqbal Galih Widiyana. Dua siswi yang berasal dari sekolah yang sama, yakni SMPN 1 Kuta, itu memeroleh nilai 39,40.

Untuk ranking kedua, diraih oleh AA Arumi Jayanti Kusumasari (SMPN 1 Denpasar), Albertus Gagas Pradana Dian Nugraha (SMPN 3 Denpasar), I Putu Satya Ariwinata (SMPN 7 Denpasar) dengan jumlah nilai sama-sama yakni 39,15.

Peringkat ketiga diraih oleh Putu Cantika Jenise Asri Masta (SMPN 1 Denpasar) dengan jumlah nilai 39,10.

Di sisi lain, dari 635 orang yang mengikuti UN Program Paket B, ada 13 orang yang tidak lulus, yakni di Kota Denpasar sembilan orang, Klungkung (2), Karangasem (1), dan Jembrana (1).
(ant//ton)
sumber : http://news.okezone.com/read/2014/06/13/340/998435/12-siswa-smp-di-bali-tak-lulus-ujian-nasional
Pengumuman Kelulusan UN 2014

Minggu, Mei 04, 2014

Ralat Soal UN Bahasa Indonesia SMP

Dalam pendistribusian soal ujian nasional(UN) tingkat SMP di Denpasar disertai dengan ralat beberapa soal hari pertama yaitu untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Ralat ini berkenaan dengan beredarnya soal yang ada katanya masih munculnya nama Joko Widodo(Jokowi), calon presiden yang diusung Partai Demokrasi Indonesia(PDI) Perjuangan.
Adapun ralat tersebut ditujukan untuk pengawas ruang ujian nasional SMP/MTs Tahun Pelajaran 2013/2014 (khusus untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia) yang isinya :
  1. Buka Amplop Naskah Soal yang masih tertutup dengansegel. Yakinkan bahwa di dalam amplop tersebut terdapat dua jenis naskah soal yaitu: (a) naskah yang dimulai dengan sampul dan diakhiri dengan LJUN serta (b) naskah yang tidak bersampul yang terdiri dari 4 halaman (berisi soal nomor 1 sampai dengan nomor 12 dan nomor 39 sampai dengan nomor 50).
  2. Bagikan naskah soal yang bersampul kepada setiap peserta UN secara acak.
  3. Peserta ujian diminta untuk memisahkan LJUN dari naskah, mengisi identitas pada LJUN.
  4. Bagikan naskah soal yang tidak bersampul kepada peserta ujian secara acak.
  5. Peserta diminta menuliskan nama dan nomor ujian pada halaman pertama naskah yang tidak bersampul.
  6. Setelah dibacakan TATA TERTIB ujian dan semua peserta ujian siap untuk mengerjakan soal, bacakan petunjuk berikut :
  • Kerjakan soal nomor 1 sampai dengan nomor 12 dari naskah soal yang tidak bersampul
  • Kerjakan soal nomor 13 sampai dengan nomor 38 dari naskah soal yang bersampul
  • Kerjakan soal nomor 39 sampai dengan nomor 50 dari naskah soal yang tidak bersampul
  • Apabila ada nomr yang sama (antara naskah bercover dan naskah tidak bercover), maka kerjakan hanya soal dari naskah yang tidak bersampul. Jangan mengerjakan soal dengan nomor yang sama dari kedua naskah.
  • Setelah selesai mengerjakan seluruh soal, masukan naskah soal yang tidak bersampul ke dalam naskah soal yang bersampul
  • Letakkan  LJUN dan seluruh naskah soal diatas meja Anda.
     7. Tuliskan di papan tulis ;
  • Soal nomor 1 s/d 12 : naskah soal tidak bersampul
  • Soal nomor 13 s/d 38  : naskah soal bersampul
  • Soal nomor 39 s/d 50  : naskah soal tidak bersampul
     8. Setelah semua peserta ujian selesai mengerjakan, ikuti prosedur pengumpulan LJUN dan Naskah Soal sesuai dengan POS.

Dengan membaca ralat tersebut dapat dipastikan soal nomor 1 s/d 12 dan 39 s/d 50 mempunyai kunci jawaban yang sama untuk semua paket.
Ralat Soal UN Bhs. Indonesia

Rabu, April 16, 2014

Nama Jokowi Muncul dalam Soal Ujian Nasional SMA

Nama Jokowi Muncul dalam Soal Ujian Nasional SMA
TEMPO.CO, Jakarta - Nama calon presiden dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Joko Widodo, muncul dalam soal ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia untuk sekolah menengah atas.

Foto pertanyaan ujian nasional dalam bentuk soal cerita yang memuat nama Joko Widodo beredar di Twitter hari ini, Senin 14 April 2014. Soal ujian itu menjabarkan peran Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta yang dikenal dengan gaya blusukan dan pernah meraih penghargaan serta kendala yang mengadangnya selama menjabat gubernur. Soal cerita itu menanyakan keteladanan mantan Wali Kota Solo itu dan masalah yang dihadapinya sebagai gubernur. (Baca: Ujian Nasional, Jokowi: Yang Penting Jujur)

Gambar ini menuai sejumlah komentar dari pengguna Twitter. Mereka menganggap soal ujian nasional itu terkait dengan kampanye Jokowi sebagai calon presiden. "Kampanye Jokowi di soal Ujian Nasional ?beneran ga nih," cuit @drGanisIrawan, Senin, 14 April 2014. (Baca: Beragam Kecurangan UN: Ada Ponsel dan Tim Sukses)

"Salahin FOKE !! "@Moh_Aditya_W: Ujian nasional ada pertanyaan soal tentang Jokowi, mau nyalahin petinggi PDIP atau menteri pendidikan?"," cuit @tania_damayanti.

"#jokowi kampanye lewat soal UJian Nasional > memalukan!," cuit @akununic.

"Gmn menurut om can @TrioMacan2000. Mslh pencitraan jokowi di soal Ujian nasional sma harini,, siapa otaknya min," cuit @DimasAditama.

Oleh : APRILIANI GITA FITRIA

Sabtu, April 05, 2014

Info UN 2014 : Kunci Jawaban UN Sudah Marak Beredar


Info UN 2014 : Kunci Jawaban UN Sudah Marak Beredar

Info UN 2014 : Kunci Jawaban UN Sudah Marak Beredar

iBerita.com — Info UN 2014 : Kunci Jawaban UN Sudah Marak Beredar. Jika tidak bisa lulus dari Ujian Nasional (UN) sepertinya merupakan aib yang sangat besar bagi sejumlah orang. Alhasil, hal ini sering dimanfaatkan sejumlah oknum untuk melakukan kecurangan dengan menjual kunci jawaban UN. Lalu, kunci tersebut benar atau tidak?
Isu mengenai kunci jawaban UN tingkat SMA sudah mulai merebak di berbagai wilayah, salah satunya di Surabaya. Kali ini temuan dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGR) Jawa Timur.
“Kita menemukan sejumlah oknum menawarkan kunci jawaban dengan harga Rp190.000 untuk setiap paket soal yang ada di UN,” kata Biro Penelitian  dan Pengembang (Litbag) PGRI JatimEdy Suyatno di Surabaya, Kamis (3/4).
Edy Suyatno kemudian melaporkan hasil temuan itu dihadapan staff ahli  Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang hadir dalam dialog `Implementasi Kurikulum 2013 dan Ujian Nasional Tahun 2014` di Surabaya. Laporan mengenai isu kunci jawaban memang sudah lama beredar. Tapi saat dicek langsung di lapangan, ternyata oknum yang  menawarkan jasa kunci jawaban UN.
Pihaknya mengaku sangat prihatin kaerena  dilakukan oleh oknum.  Bahkan, dari informasi yangditerim sudah banyak siswa yang membeli. “Yang kita khawatirkan adalah itu hanya aksi sejumlah oknum yang ingin  menarik keuntungan dari siswa yang panik tak lolos,” kata Edy Suyatno.
Saat ditanya mengenai hubungannya dengan situasi politik yang mulai memanas, mengingat tawaran bocoran soal sudah  beredar sepekan sebelum UN. “Kami tak tahu apakah ada kaitannya, sebab  siswa SMA itu sendiri yang datang laporan ke PGRI Jatim,” ucap Edy.
Staff Khusus Kemendikbud Bidang Komunikasi dan Media, Sukemi, dalam menanggapi mulai beredarnya kunci jawaban UN ini, ia meminta guru maupun PGRI segera melaporkannya segera ke Kemendikbud, bisa  langsung SMS ke 0811976929.
“Tapi laporan hanya akan kami tindak lanjuti jika laporannya sebelum UN  berlangsung. Kalau sudah selesai dan ada kunci jawaban ditemui, kami  khawatir itu hanya perbuatan orang yang sengaja membuar kisruh UN,”  ujarnya.


Ini 10 Perbedaan UN 2014 Dibanding Tahun Lalu


UN

BENGKULU – Ujian nasional yang akan digelar pada April 2014 mendatang jauh berbeda dengan ujian nasional pada tahun 2013 lalu.
Seperti diungkapkan oleh Sekretaris BSNP Tengku Ramli pada saat memberikan materi sosialisasi UN untuk Dispendik seluruh kab/kota se Provinsi Bengkulu menurutnya ada 10 perbedaan UN tahun 2014 dibandingkan dengan UN 2013 lalu.
“Pertama dari sisi komposisi nilai sekolah dimana tahun ini komposisi nilai sekolah terdiri atas 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai ujian nasional,” katanya, Jum’at (21/3) di ruang sidang Dispendikprov Jl. May Jend S. Parman No 7 Kota Bengkulu.
Lalu kata dia jika peran BSNP pada UN 2013 lalu menjadi penyelenggara dan pelaksana maka di tahun 2014 ini  BSNP hanya menjadi penyelenggara saja.
“Perbedaan ketiga yakni perguruan tinggi tidak lagi berperan dalam pelaksanaan UN tetapi berperan dalam pengawasan UN SMA/MA, SMK, Paket C, dan paket kejuruan ditingkatkan,” tambahnya.
Kemudian kata dia perbedaan ke empat yakni LPMP dilibatkan dalam pengawasan SMP dan SMA sederajat.
“Untuk jadwal juga berubah dimana pelaksanaan UN tahun ini hanya 3 hari dengan dua mata pelajaran setiap hari kemudian jadwal UN paket C selama 3 hari dengan dua sampai tiga mata pelajaran setiap hari,” katanya.
Perbedaan ketujuh yakni pemanfaatan hasil UN sepenuhnya dijadikan pertimbangan masuk PTN. “Kalau dulukan belum sepenuhnya dijadikan pertimbangan masuk PTN,” katanya.
Perbedaan ke delapan UN SD/MI ditiadakan dan dilaksanakan oleh pemerintah daerah dalam bentuk ujian sekolah/madrasah.
“Perbedaan terakhir yakni jumlah pengawas satuan pendidikan dimana jumlah pengawas bertambah dengan background dari perguruan tinggi atau LPMP,” tutupnya.(Sey)