Tampilkan postingan dengan label piodalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piodalan. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 19, 2019

Karya Nyenuk Ring Piodalan Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra


Repost dari Fajar Timur.
Beritafajartimur.com (Denpasar)
Masih dalam rangkaian upacara Piodalan Pedudusan Alit lan Karya Ngenteg Linggih Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra, pada Selasa (12/11) yang diawali upacara mecaru, maka hari ini, Jumat (15/11) dilaksanakan prosesi Nyenuk dengan melibatkan seluruh civitas akademika Yayasan Dwijendra. Upacara ini dilaksanakan di halaman dalam Perguruan Dwijendra Pusat Denpasar dan dipuput oleh dua orang Pedanda, masing-masing: Ida Pedanda Wayahan Wanasari dari Gria Sanur dan Ida Pedanda Magelung dari Gria Grana Petang.
Wakil Rektor II Universitas Dwijendra, Drs. I Made Sila, M.Pd yang juga panitia Karya Pedudusan Alit lan Ngenteg Linggih Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra mengatakan upacara Nyenuk ini sebenarnya dimaknai sebagai simbol kedatangan para dewa-dewi turun dari kahyangan untuk memberikan waranugraha atau anugrahnya
kepada umatnya agar upacara yang sudah dijalankan bisa berjalan lancar dan sukses.
“Upacara Nyenuk hari ini merupakan rangkaian upacara sebelumnya yang diawali dengan mecaru dan karya Ngenteg Linggih. Dan hari ini nyomia sara butha atau sara kala supaya kita dalam keadaan suka ria dan bergembira menyambut dewa-dewi. Ini dimaknai dengan 9 Penjuru Mata Angin atau diistilahkan dengan Dewata Nawa Sanga yang diiringi dengan tarian Rejang Renteng dan Rejang Dewa,” terangnya.

Dikatakan, upacara Nyenuk yang diistilahkan dengan simbol Dewata Nawa Sanga ini menggunakan busana warna warni. Timur pakai warna putih (dewa Siwa), Barat, warna Kuning (Mahadewa), Utara, warna hitam (Wisnu), dan Selatan, warna Merah (Brahma). Dimana, dari masing-masing pengiringnya ada yang memikul tebu dilengkapi pale bungkah pale gantung (hasil bumi) sebagai simbol para dewata membawa hasil bumi untuk sarana upacara. Busana Dewata Nawa Sanga yang diperankan ini hanya mengenakan kain terbalut sampai ke dada dan destar.
“Suasana upacara Nyenuk ini benar-benar khidmad ketika Dalem Sidakarya menyambut Dewata Nawa Sanga.
Setelah upacara Nyenuk akan dilanjutkan upacara Nyineb,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, SH, M.Hum., mengatakan bahwa dengan selesainya upacara yang diadakan dalam jangka waktu paling kurang 15 tahun sekali ini merupakan bukti kesiapan Civitas Akademika di lingkungan Yayasan Dwijendra untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bahkan maju.
“Sebab secara niskala kita sudah melaksanakan upacara ini secara baik. Dengan harapan, semua komponen yang ada bisa bersinergi, bahu membahu dalam memajukan Dwijendra saat ini maupun masa mendatang. Tidak perlu lagi satu sama lain saling menyalahkan dan saling menghambat. Karena itu, mari kita saling mengampuni dan memaafkan. Jika ini sudah selesai, tentunya kita ciptakan kondisi yang senyaman mungkin demi kemajuan bersama,”harap Wirawan.
(BFT/DPS/Donny Parera)

Minggu, November 13, 2016

Menyambut Piodalan Pura Dwijendra 2016

Ada yang sangat penting pada penyambutan piodalan Pura Dwijendra Denpasar, tepat Purnama Kalima 14 Nopember 2016. Apa itu ?
Yang pertama adalah proses pecaruan dengan cicing belangbungkem sehari sebelum piodalan. Sedangkan yang kedua adalah piodalan kali ini juga dipelapas gedung baru universitas dwijendra. Bukan gedung SMP padahal lokasi dan katanya kewajiban pembayaran dibebankan ke unit SMP.
Rangkaian upacara sudah dimulai Jumat, 11 Nopember 2016 dengan nanceb pangpang dan ngias dan lomba penjor dari unit SMA. Selanjutnya Sabtu diadakan mebat dan ngelawar di masing-masing unit. Minggu diadakan pecaruan dipuput Ida Resi Bujangga. Pada saat yang sama siswa SMP mengadakan lomba gebogan perkelas.
Puncak piodalan akan dipuput Ida Pedanda Pemaron. Sebelumnya dilaksanakan upacara pemelapasan gedung baru. Semua siswa diharapkan dapat hadir dan ngaturang sembah bakti. Semoga pikiran baik datang untuk pemimpin kami.

Jumat, November 22, 2013

Ngelawar, Nyanggra Piodalan Ring Pura Padmasana Dwijendra


Piodalan di Pura Padmasana Dwijendra Denpasar jatuh setiap Purnama Kalima. Tahun 2013 ini jatuh pada Minggu, 17 Nopember 2013 bertepatan dengan Kajeng kliwon.
Sesuai dengan pembagian tugas pennyanggra, tahun ini di empon oleh SMA. Sehari sebelumnya diadakan kegiatan lomba Gebogan bagi siswa dan Ngelawar bagi Guru. Tampak dalam gambar, Pak Wantra sebagai master of lawar SMP, sedang membuat persiapan adonan lawar. Beliau didampingi oleh Pak Surya dan Pak Dharma sebagai asisten.

Jumat, November 21, 2008

NGELAWAR MENYAMBUT PIODALAN RING DWIJENDRA

Serangkaian Piodalan di Pura Yayasan Dwijendra, Purnama Sasih Kalima tanggal 12 Nopember 2008, sehari sebelumnya diadakan kegiatan ngelawar.
Ngelawar ini dilakukan oleh tiap-tiap unit dan hasilnya dikumpulkan untuk dinikmati bersama-sama yang dilaksanakan di aula yayasan.
Besoknya, 12 Nopember 2008 piodalan dilaksanakan pada pukul 07.30 dibawah rintik-rintik hujan. Menurut Bapak Ketua Yayasan, Drs. Ida Bagus Gede Wiyana, hujan ini adalah rahmat sehingga harus disyukuri. Melalui perayaan piodalan ini dimohon introspeksi diri masing-masing, terutama bagi para guru yang mengantarkan anak-anak ke Ujian Nasional 2009.