Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kurikulum 2013. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 24, 2019

Sistem Penilaian dengan E-rapor

 Erapor SMP DJ

Dikutip dari http://infosisindonesia.comRapor adalah sesuatu yang dinantikan oleh setiap siswa di Sekolah. Bagi sekolah, proses menghasilkan rapor adalah agenda besar dan rutin di setiap semester. Proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu.
Berkaca kembali ke belakang, proses penyusunan rapor konvensional dilakukan oleh wali kelas yang menerima laporan dari berbagai guru. Prosesnya pun cukup sederhana setiap guru menyetor sebuah berkas Excel setiap berkas Excel dikumpulkan dan kemudian dijadikan satu oleh wali kelas, pada kondisi yang lebih konvensional guru menuliskan langsung rapor ke orang yang disediakan kemudian disatukan oleh wali kelas.
Berbagai resiko mungkin terjadi dengan proses konvensional ini mulai dari berkas yang hilang, integrasi berkas Excel yang memakan waktu dan rentan kesalahan, hingga berkas Excel yang terancam terkena rusak karena virus atau worm.
Permasalahan tersebut memunculkan inisiatif untuk menggeser paradigma kesulitan dan resiko dalam menyusun rapor menjadi sesuatu yang lebih produktif dan juga rendah resiko. E-Rapor memiliki peluang besar sebagai basis data sekolah karena juga memiliki fasilitas portal yang dibutuhkan untuk tata kelola dokumen dan penyimpanan data-data sekolah melalui teknologi yang dikenal  dengan Microsoft Azure / Server.
E-rapor adalah sebuah sistem aplikasi berbasis Web yang di harapkan dapat merubah pola kerja guru dari pola manual ke pola digital dan juga dapat mempermudah guru dalam melakukan penilaian ke siswa bahkan sampai ke cetak rapor dan evaluasi nilai hasil belajar siswa, Erapor di harapkan dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan dapat memberikan efek positif terhadap dunia pendidikan untuk lebih berkembang dan maju terhadap dunia digital.
Berdasarkan data diatas, SMP Dwijendra Denpasar juga membulatkan tekad untuk belajar menggunakan aplikasi erapor yang dikeluarkan dari dinas, sesuai juga instruksi dari atasan.
Untuk link erapor SMP Dwijendra bisa diklik gambar diatas. Dan untuk pedoman penggunaan sebagai guru dapat diunduh dibawah ini.

Senin, Oktober 17, 2016

Mendikbud: Tunjangan Sudah Diberikan Namun Guru Tak Juga Profesional

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengatakan sebagian besar guru di Indonesia belum profesional. Padahal, tunjangan profesi yang diberikan pada guru bertujuan agar guru bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya. 

"Sampai sekarang sebagian besar belum profesional walaupun tunjangan profesinya sudah diterima," kata Muhadjir di Merauke, Provinsi Papua, Kamis, (6/1).

Ia mengatakan tunjangan profesi yang diberikan ternyata salah ditafsirkan oleh tenaga pendidik. "Dulu sebelum dia profesional sudah dikasih tunjangan supaya dia lebih profesional, ternyata lupa. Dia menikmati tunjangan tapi tidak profesional juga," ujarnya.

Sejak penetapan tunjangan profesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pesertanya hanya tujuh persen dari jumlah total guru yang ada saat itu sehingga APBN yang dikeluarkan untuk membayar tunjangan hanya sebesar Rp7 triliun.

"Sekarang menjadi Rp 72 triliun lebih," katanya.

Ia menambahkan dari total sekitar tiga juta guru yang ada, baru 61 persen yang mendapat tunjangan profesi sehingga jika memproyeksikan seluruh guru menerima tunjangan maka dana yang dikeluarkan oleh negara cukup besar.

"Pemerintah harus menyiapkan setidaknya Rp 110 triliun. Bisa dibayangkan kalau uang ini dipakai untuk membangun sekolah di papua, berapa ratusan sekolah yang dibangun dari tunjangan profesi itu. Tunjangan sangat mahal, tetapi profesi gurunya tidak profesional-profesional dan ini menjadi tantangan kita," katanya. republika.com

Sumber : https://jetjetsemut.blogspot.co.id/2016/10/mendikbud-tunjangan-sudah-diberikan.html

Selasa, Desember 29, 2015

Workshop Penguatan Kurikulum

Mengisi libur akhir semester ganjil tahun pelajaran 2015/2016, keluarga besar SMP Dwijendra Denpasar mengadakan workshop tentang penguatan materi kurikulum 2013 selama tiga hari.
Workshop dimulai Senin, 21 Desember sampai Rabu, 23 Desember 2015. Dengan narasumber tunggal Koordinator Pengawas (Korwas) Kota Denpasar, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih.
Pada kesempatan tersebut diberikan pengarahan tentang persiapan akreditasi sekolah. Karena sekolah SMP Dwijendra Denpasar akan kembali mengajukan diri untuk dapat mengikuti akreditasi pada kesempatan berikutnya.
Hasil akhir dari workshop tersebut adalah pengumpulan kelengkapan administrasi guru yang diterima paling lambat Januari 2016.

Kamis, September 26, 2013

TES TENGAN SEMESTER GANJIL 2013/2014

Tahun Pelajaran 2013/2014 tanpa terasa sudah memasuki kwarter pertama atau sudah berjalan tiga bulan. Itu artinya sudah harus dilaksanakan kegiatan evaluasi/penilaian tengah semester ganjil yaitu tes tengah semester yang berlangsung dari Selasa samapai Jumat, 24 sampai 27 September 2013.
Tes tengah semester ini bertujuan mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran masing-masing. Hasil ini akan diberikan ke siswa untuk disampaikan kepada orang tua/wali sebagai laporan perkembangan belajarnya.
Khusus untuk siswa kelas VII yang menggunakan Kurikulum 2013 sedikit mengalami kendala, dimana sistem penilaian pada kurikulum terdapat perubahan yaitu dari nilai skala 100 menjadi nilai skala 4.
Penting diketahui bersama berikut range nilai dan predikatnya(Khusus kelas VII):
  1. Nilai 2,01 - 2,32 : dengan predikat B-
  2. Nilai 2,33 - 2,66 : dengan predikat B
  3. Nilai 2,67 - 3,00 : dengan predikat B+
  4. Nilai 3,01 - 3,32 : dengan predikat A-
  5. Nilai 3,33 - 3,66 : dengan predikat A
  6. Nilai 3,67 - 4,00 : dengan predikat A+
Semoga hal ini tidak membuat masalah baru kita semua