Senin, Agustus 11, 2008

SMP RSBI tak Boleh Ditumpangi Sekolah Lain

http://balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=530

Dalam rangka standardisasi dan peningkatan mutu SMP Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan surat No. 960.C/PG/2008. Salah satu klausul penting yang dituangkan dalam surat yang ditujukan kepada gubernur dan bupati/wali kota se-Indonesia itu, setiap SMP RSBI harus dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai dan menggunakan kurikulum SBI. SMP RSBI juga tidak diperbolehkan ditumpangi sekolah lain termasuk sekolah yang dikelola oleh PGRI. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Propinsi Bali TIA Kusuma Wardhani, S.H., M.M. mengatakan hal itu kepada Bali Post, Jumat (6/6) kemarin.

Wardhani menambahkan, surat yang ditandatangani Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas Prof. Suyanto, Ph.D. itu juga menegaskan bahwa SMP RSBI harus dikembangkan sesuai dengan standar nasional dan internasional.

Menurut Wardhani, penggantian kepala SMP RSBI juga diatur dalam surat tersebut. Ditegaskan, kepala sekolah yang dinilai punya kinerja baik dan belum habis masa kerjanya tidak boleh diganti minimal selama empat tahun sejak ditetapkan sebagai SMP RSBI. "Kami berharap, bupati/wali kota se-Bali memperhatikan, menaati dan melaksanakan klausul-klausul yang tertuang dalam surat Ditjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas itu dengan konsekuen," tegasnya.

Untuk tahun anggaran 2008 ini, kata dia, pemerintah pusat menjatahkan 100 SMP unggulan dari 33 propinsi di Indonesia untuk dipersiapkan menjadi SMP SBI. Dari jatah yang disediakan itu, Propinsi Bali ternyata mampu meloloskan lima sekolah yakni SMPN 1 Bangli, SMPN 3 Denpasar, SMPN 1 Singaraja, SMPN 2 Semarapura dan SMPN 1 Tabanan. Kelima SMP negeri itu berhak menyandang status bergengsi itu setelah lolos tahapan verifikasi yang dilaksanakan oleh tim dari Depdiknas. Sementara itu, SMPN 1 Denpasar sudah menyandang status RSBI itu sejak tahun anggaran 2007 lalu. "Saat ini, Propinsi Bali sudah memiliki enam SMP negeri dengan status RSBI yang notabene merupakan SMP terbaik saat ini di Bali," ujarnya.

Kasubdin Pendidikan Menengah Umum dan Pendidikan Menengah Kejuruan Disdik Bali Drs. IGK Ngurah Widiartha, M.Sc. menambahkan, persyaratan yang harus dipenuhi sebuah sekolah untuk bisa meraih predikat SBI tidak ringan. Dikatakan, proses pembelajaran di sekolah bersangkutan harus baik. Begitu pula dengan kualitas lulusannya harus terjamin yang dibuktikan dengan tingginya persentase kelulusan siswa per tahun, prestasi akademik siswa dalam olimpiade sains dan prestasi akademik lainnya.

MKKS Pertahankan Ulangan Umum Terpadu

Kelulusan UN SMP makin Berat
http://balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=11&id=3342

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kota Denpasar akan mempertahankan format ulangan umum terpadu yang diterapkan sejak tahun ajaran 2007/2008 lalu. Pasalnya, kebijakan menggelar ulangan umum terpadu itu dinilai sangat strategis dalam rangka meningkatkan dan mempercepat upaya pemerataan kualitas pendidikan di Denpasar.

Ketua MKKS SMP Kota Denpasar Drs. I Made Darma, M.Pd. mengatakan hal itu, Minggu (10/8) kemarin. Selain itu, kebijakan menggelar ulangan umum terpadu secara serentak di seluruh SMP negeri dan swasta se-Kota Denpasar merupakan reaksi positif atas konsistensi pemerintah meningkatkan standar nilai minimal kelulusan ujian nasional (UN) dari tahun ke tahun.

Darma yang juga Kepala SMPN 3 Denpasar ini menegaskan, syarat kelulusan UN yang terus diperberat dengan jumlah mata pelajaran yang kemungkinan "dibengkakkan" membuat pihak sekolah tidak bisa lagi mempersiapkan anak didiknya secara instan. Dikatakan, strategi persiapan UN yang digulirkan hanya beberapa bulan menjelang UN dinilai tidak representatif lagi. Namun, persiapan itu harus diformulasikan secara terstruktur dan tersistematisasi sejak anak didik itu duduk di semester awal (kelas I-red). Dengan begitu, anak didik sudah dikondisikan siap UN sejak dini, mengingat tingkat kesulitan soal-soal ulangan umum terpadu diformat setara dengan soal-soal UN.

"Tahun ajaran lalu, ulangan umum terpadu itu hanya diterapkan pada semester ganjil. Secara pribadi, saya lebih sreg jika format ulangan umum terpadu itu juga diterapkan pada semester genap," katanya dan menambahkan, usulan pelaksanaan ulangan umum terpadu pada semester genap itu akan digulirkannya pada rapat rutin MKKS SMP Kota Denpasar, Rabu (13/8) mendatang.

Darma menambahkan, soal ulangan umum terpadu itu disusun oleh MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran-red). Tingkat kesulitan soal mengacu kepada standar soal UN yang ditetapkan oleh BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan). Tahun lalu, mata pelajaran yang dijadikan materi ulangan umum terpadu dititikberatkan pada mata pelajaran yang di-UN-kan yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika dan IPA ditambah dua mata pelajaran non-UN yakni IPS dan PPKN. "Ulangan umum terpadu wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 1, 2 dan 3 SMP negeri/swasta di Denpasar. Khusus ulangan umum terpadu untuk siswa kelas 3 diberlakukan pola dua paket soal berbeda dalam satu ruangan seperti yang diberlakukan pada UN sesungguhnya," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Dikbud Kota Denpasar Drs. I Gusti Lanang Jelantik, M.Si. merespons positif komitmen MKKS SMP mempertahankan format ulangan umum terpadu. Dikatakan, kebijakan itu jelas akan sangat membantu pihaknya dalam memetakan kualitas pendidikan SMP di seluruh Denpasar. "Dengan begitu, Dikbud mendapatkan gambaran objektif dalam merancang kebijakan guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan di SMP-SMP yang dinilai kedodoran," katanya. (kmb13)

Minggu, Agustus 10, 2008

MAHASISWA PKL WARMADEWA

Setelah menerima mahasiswa Akta IV FKIP Dwijendra, kini giliran SMP Dwijendra juga menerima delapan orang mahasiswa Praktek Kerja Lapangan (PKL) dari Fakultas Sastra Jurusan Sastra Inggris Universitas Warmadewa.
Mahasiswa ini memang sengaja memilih SMP Dwijendra sebagai tempat PKL, demikian disampaikan oleh Dewa Sujaya, dosen pembimbing PKL Unwar. Sedangkan dari pihak SMP diterima oleh Bapak Kepala, Ibu Indrayatni Pinatih(Kaur prasarana), Budayasa(Kaur Kurikulum) serta guru pamong yaitu Bapak Darma Astika dan Ibu Ayu Nulusnadi.

Minggu, Agustus 03, 2008

PPL AKTA IV FKIP DWIJENDRA ANGKATAN XIX


Sabtu 2 Agustus 2008, SMP Dwijendra kembali menerima mahasiswa Praktek Pengalaman Lapangan (PPL) dari Akta Mangajar IV FKIP Universitas Dwijendra Denpasar. Menurut Bapak Nyoman Gunadi, Sekretaris Pelaksana Akta IV FKIP Dwijendra, jumlah mahasiswa yang terdaftar untuk angkatan XIX adalah 50 orang sedangkan pada penyerahan ini diserahkan 43 orang mahasiswa saja. Mereka terbagi dalam 10 disiplin ilmu dengan jumlah terbanyak dari jurusan ekonomi sebanyak 20 orang.
Penyerahan mahasiswa PPL ini diterima oleh Bapak Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Drs. I Nyoman Sukendra, M.Hum, beserta staff dan dihadiri oleh guru-guru pamong. Bapak Kepala menekankan bahwa niat menjadi guru harus disertai dengan pengetahuan dasar tentang latar belakang perkembangan peserta didik. Seperti pendapat Rossow, anak-anak adalah bagaikan kain putih, tinggal kita yang akan memberi warna sehingga anak-anak menjadi warna seperti apa yang kita berikan. Lain dengan pendapat John Locke, bahwa anak-anak sudah membawa bakat masing-masing dan kita hanya mengarahkan sesuai dengan bakat tersebut.

Jumat, Agustus 01, 2008

MET ULTAH BAPAK IDA BAGUS GDE WIYANA, KETUA YAYASAN DWIJENDRA

Hari Jumat, 1 Agustus 2008 keluarga besar Yayasan Dwijendra bergembira karena Bapak Ketua Yayasan Dwijendra Pusat merayakan Hari Ulang Tahun.
Kami semua berharap semoga Bapak Ketua selalu sehat dan berbahagia bersama keluarga.