Tampilkan postingan dengan label meksiko. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label meksiko. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 01, 2014

Piala Dunia 2014:Belanda Vs Meksiko Dapat "Cooling Break" Pertama dalam Sejarah

Hasil Piala Dunia 2014 : Belanda vs Meksiko Skor Akhir 2-1 Tadi Malam
FORTALEZA, KOMPAS.com — Wasit Pedro Proenca memberikan istirahat untuk menurunkan suhu tubuh (cooling break) selama tiga menit pada pertandingan 16 besar Piala Dunia antara Belanda dan Meksiko di Estadio Castelao, Fortaleza, Minggu (29/6/2014). Cooling break resmi pertama di Piala Dunia ini diberikan Proenca pada menit ke-32 dengan durasi tiga menit.

Para pemain memanfaatkan cooling break untuk minum dan membasahi badan dengan air atau handuk basah. Proenca juga tampak mendinginkan diri dengan menggunakan dua handuk basah.

Cooling break diberikan untuk mencegah terjadinya gangguan fisik akibat cuaca panas, yang bergantung pada temperatur dan kelembaban. Gangguan muncul ketika tubuh menghasilkan panas lebih besar dari yang bisa dilepaskan. Dalam keadaan tersebut, pemain bisa berhalusinasi atau kesulitan bernapas.

Mengingat Brasil dilintasi garis khatulistiwa dan beriklim tropis, sejak awal FIFA sudah membuat kebijakan soal cooling break ini. FIFA tidak hanya memperhitungkan suhu udara, tetapi juga indeks Wet Bulb Globe Temperature (WBGT) atau dikenal juga dengan Indeks Suhu Bola Basah.

Berkaitan dengan pertandingan Belanda Vs Meksiko itu, suhu ketika kick-off (pukul 13.00 waktu setempat) mencapai 29 derajat celsius dengan kelembaban 68 persen. Suhu pertandingan sempat mencapai 39 derajat celsius.

Cooling break pertama dalam sejarah Piala Dunia sebetulnya terjadi pada pertandingan Grup G antara Amerika Serikat dan Portugal, di Arena Amazonia, Manaus, 22 Juni 2014. Saat itu, wasit Nestor Pitana memberikan cooling break pada menit ke-39. Pitana memberikan cooling break karena inisiatif, bukan menerapkan peraturan seperti dilakukan Proenca pada laga antara Belanda dan Meksiko itu.

Mengacu peraturan, cooling break diberikan dua kali dalam 90 menit, yaitu pada sekitar menit ke-30 dan menit ke-75 ketika suhu pada indeks Wet Bulb Globe Temperature melebihi 32 derajat celsius. Sebagai catatan, pada laga antara Amerika Serikat dan Portugal, Pitana memberikan cooling break saat suhu pada indeks Wet Bulb Globe Temperature mencapai 27 derajat celsius pada paruh pertama.

Belanda sukses meraih tiket perempat final Piala Dunia 2014 setelah di babak 16 besar pada Minggu (29/6) tadi malam menaklukkan Meksiko. Meski susah payah, akhirnya Belanda berhasil membenamkan mimpi Meksiko dengan skor 2-1. Belanda harus memastikan kemenangannya hingga menit akhir pertandingan lewat tendangan penalti Huntelaar di menit 94.

Jumat, Juni 20, 2014

Hasil Piala Dunia 2014 : Brasil Vs Meksiko Skor 0-0.

Hasil Piala Dunia 2014 : Brasil Vs Meksiko Skor Imbang 0-0 Tadi Malam
iBerita.com – Hasil Piala Dunia 2014 : Brasil Vs Meksiko Skor 0-0. Kedua tim mengawali laga pertama dengan positif, dan harus bentrok untuk berebut poin di pertandingan kedua Grup A Piala Dunia 2014 Brasil.



Kedua tim memulai laga dengan cukup terbuka dan saling jual beli serangan. Maklum, meski diatas kertas Brasil diunggulkan, tetapi rekor pertemuan Brasil melawan Meksiko memang tak sebagus bertemu dengan negara tangguh lainnya. Meksiko yang cukup kesulitan menghadapi Kamerun di laga awal, di pertandingan tadi malam berganti menahan gempuran dari punggawa tuan rumah Brasil.
Masih menit-menit awal, Neymar mencoba melakukan akselarasi yang harus dihentikan dengan pelanggaran. David Luis yang menjadi eksekutor gagal memanfaatkan peluang karena tendanganya masih membentur pagar hidup.
Kali ini Brasil terlihat cukup kesulitan menembus barisan pertahanan Meksiko yang mengusung formasi 5-3-2 dan bisa berubah menjadi -5-2 saat menyerang. Di kubu tuan rumah, Fred yang berkali-kali menerima umpan cantik dari rekannya, tak bisa memanfaatkan peluang karena terlebih dulu berada di posisi off-side.
Meskiko hanya beberapa kali mencoba melakukan tembakan dari luar kotak penalti. Salah satunya dari Herrera yang sayangnya bisa ditepis Julio Cesar. Menit 26′, hampir saja Brasil membuka keunggulan melalui Neymar. Tetapi aksi Ochoa sang kiper Meksiko terbilang fantastis.
Hingga babak pertama berakhir, skor masih kacamata 0-0 dan dua tim sama kuat.
Babak kedua dimulai, tak ada tanda tempo akan berjalan melamban. Tuan rumah semakin bernafsu untuk mengambil keunggulan, dan Meksiko tetap konsisten dengan pertahanan yang tangguh serta tak ragu adu fisik dengan para pemain Brasil. Seraangan yang dibangun Guardado bisa saja menjadi gol, jika tembakan kerasnya tak berhasil diblok David Luiz.
Meski secara penguasan bola lebih unggul Brasil, tetapi di babak kedua justru Meksiko tampil berani dengan serangan yang lebih berbahaya. Sayangnya dua bek tangguh Tiago Silva dan David Luiz masih mampu meredam semua serangan yang dibangun. Begitu pun dengan tembakan luar kotak yang belum menemui sasaran.
Sementara bagi Brasil, andai kiper Ochoa tak tampil gemilang, mungkin tim Samba sudah bisa unggul lebih dari 1 gol. Tetapi semua peluang yang dimiliki anak asuh Scolari tak satupun bersarang ke gawang Meksiko. Termasuk sebuah sundulan keras dari sang kapten.
Kedua tim harus menunda dulu kenyamanan lolos ke babak 16 besar, karena mereka harus mencari poin penuh di partai lain.