Tampilkan postingan dengan label yayasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yayasan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Januari 21, 2020

Lomba Tari dan Yoga Tingkat SD 2020




Perhelatan rutin sesuai kalender kegiatan SMP Dwijendra Denpasar kembali menggelar acara Lomba Tari Bali dan Yoga Asanas Tingkat SD se-Kota Denpasar pada Sabtu, 18 Januari 2020.
Acara ini diikuti 114 orang untuk lomba tari yang terdiri dari condong A, baris A, condong B dan baris B. Sedangkan yoga asanas diikuti 20 grup. Tujuan acara ini adalah melestarikan seni budaya Bali dan merayakan peringatan ulang tahun Yayasan Dwijendra yang ke-67, yang jatuh pada tanggal 28 Januari 2020.
Tim Juri diambil dari dosen ISI Denpasar sehingga penilaian lebih obyektif dan transparan. Hasil penilaian juga diumumkan semua sehingga semua peserta dapat melihat nilai dan rangking mereka.

Selasa, November 19, 2019

Karya Nyenuk Ring Piodalan Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra


Repost dari Fajar Timur.
Beritafajartimur.com (Denpasar)
Masih dalam rangkaian upacara Piodalan Pedudusan Alit lan Karya Ngenteg Linggih Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra, pada Selasa (12/11) yang diawali upacara mecaru, maka hari ini, Jumat (15/11) dilaksanakan prosesi Nyenuk dengan melibatkan seluruh civitas akademika Yayasan Dwijendra. Upacara ini dilaksanakan di halaman dalam Perguruan Dwijendra Pusat Denpasar dan dipuput oleh dua orang Pedanda, masing-masing: Ida Pedanda Wayahan Wanasari dari Gria Sanur dan Ida Pedanda Magelung dari Gria Grana Petang.
Wakil Rektor II Universitas Dwijendra, Drs. I Made Sila, M.Pd yang juga panitia Karya Pedudusan Alit lan Ngenteg Linggih Pura Mahawidya Dwijasrama Dwijendra mengatakan upacara Nyenuk ini sebenarnya dimaknai sebagai simbol kedatangan para dewa-dewi turun dari kahyangan untuk memberikan waranugraha atau anugrahnya
kepada umatnya agar upacara yang sudah dijalankan bisa berjalan lancar dan sukses.
“Upacara Nyenuk hari ini merupakan rangkaian upacara sebelumnya yang diawali dengan mecaru dan karya Ngenteg Linggih. Dan hari ini nyomia sara butha atau sara kala supaya kita dalam keadaan suka ria dan bergembira menyambut dewa-dewi. Ini dimaknai dengan 9 Penjuru Mata Angin atau diistilahkan dengan Dewata Nawa Sanga yang diiringi dengan tarian Rejang Renteng dan Rejang Dewa,” terangnya.

Dikatakan, upacara Nyenuk yang diistilahkan dengan simbol Dewata Nawa Sanga ini menggunakan busana warna warni. Timur pakai warna putih (dewa Siwa), Barat, warna Kuning (Mahadewa), Utara, warna hitam (Wisnu), dan Selatan, warna Merah (Brahma). Dimana, dari masing-masing pengiringnya ada yang memikul tebu dilengkapi pale bungkah pale gantung (hasil bumi) sebagai simbol para dewata membawa hasil bumi untuk sarana upacara. Busana Dewata Nawa Sanga yang diperankan ini hanya mengenakan kain terbalut sampai ke dada dan destar.
“Suasana upacara Nyenuk ini benar-benar khidmad ketika Dalem Sidakarya menyambut Dewata Nawa Sanga.
Setelah upacara Nyenuk akan dilanjutkan upacara Nyineb,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Dwijendra Dr. I Ketut Wirawan, SH, M.Hum., mengatakan bahwa dengan selesainya upacara yang diadakan dalam jangka waktu paling kurang 15 tahun sekali ini merupakan bukti kesiapan Civitas Akademika di lingkungan Yayasan Dwijendra untuk menyongsong masa depan yang lebih baik bahkan maju.
“Sebab secara niskala kita sudah melaksanakan upacara ini secara baik. Dengan harapan, semua komponen yang ada bisa bersinergi, bahu membahu dalam memajukan Dwijendra saat ini maupun masa mendatang. Tidak perlu lagi satu sama lain saling menyalahkan dan saling menghambat. Karena itu, mari kita saling mengampuni dan memaafkan. Jika ini sudah selesai, tentunya kita ciptakan kondisi yang senyaman mungkin demi kemajuan bersama,”harap Wirawan.
(BFT/DPS/Donny Parera)

Kamis, Oktober 24, 2019

Sistem Penilaian dengan E-rapor

 Erapor SMP DJ

Dikutip dari http://infosisindonesia.comRapor adalah sesuatu yang dinantikan oleh setiap siswa di Sekolah. Bagi sekolah, proses menghasilkan rapor adalah agenda besar dan rutin di setiap semester. Proses penginputan nilai, perhitungan nilai, hingga penggabungan nilai dari berbagai guru mata pelajaran menjadi proses yang harus presisi dan terkadang memakan waktu.
Berkaca kembali ke belakang, proses penyusunan rapor konvensional dilakukan oleh wali kelas yang menerima laporan dari berbagai guru. Prosesnya pun cukup sederhana setiap guru menyetor sebuah berkas Excel setiap berkas Excel dikumpulkan dan kemudian dijadikan satu oleh wali kelas, pada kondisi yang lebih konvensional guru menuliskan langsung rapor ke orang yang disediakan kemudian disatukan oleh wali kelas.
Berbagai resiko mungkin terjadi dengan proses konvensional ini mulai dari berkas yang hilang, integrasi berkas Excel yang memakan waktu dan rentan kesalahan, hingga berkas Excel yang terancam terkena rusak karena virus atau worm.
Permasalahan tersebut memunculkan inisiatif untuk menggeser paradigma kesulitan dan resiko dalam menyusun rapor menjadi sesuatu yang lebih produktif dan juga rendah resiko. E-Rapor memiliki peluang besar sebagai basis data sekolah karena juga memiliki fasilitas portal yang dibutuhkan untuk tata kelola dokumen dan penyimpanan data-data sekolah melalui teknologi yang dikenal  dengan Microsoft Azure / Server.
E-rapor adalah sebuah sistem aplikasi berbasis Web yang di harapkan dapat merubah pola kerja guru dari pola manual ke pola digital dan juga dapat mempermudah guru dalam melakukan penilaian ke siswa bahkan sampai ke cetak rapor dan evaluasi nilai hasil belajar siswa, Erapor di harapkan dapat memberikan manfaat untuk dunia pendidikan dan dapat memberikan efek positif terhadap dunia pendidikan untuk lebih berkembang dan maju terhadap dunia digital.
Berdasarkan data diatas, SMP Dwijendra Denpasar juga membulatkan tekad untuk belajar menggunakan aplikasi erapor yang dikeluarkan dari dinas, sesuai juga instruksi dari atasan.
Untuk link erapor SMP Dwijendra bisa diklik gambar diatas. Dan untuk pedoman penggunaan sebagai guru dapat diunduh dibawah ini.

Kamis, Juli 18, 2019

SISYA UPANAYANA 2019




Menutup kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Dwijendra diadakan kegiatan berlandaskan ajaran agama Hindu yaitu pawintenan yang disebut Sisya Upanayana. 
Sisya Upayana sendiri berarti mempersiapkan mental dan fisik peserta didik baru untuk menghadapi proses pembelajaran di sekolah atau asrama. Upacakara ini dipuput oleh Ida Peranda Wayahan Wanasari, Sanur.
Kegiatan ini diikuti dengan kegiatan tirta gemana yaitu mengunjungi ke tempat suci lainnya. Untuk menghaturkan doa, sembahyang dan punia demi kebaikan di alam dan akhirat.

Senin, Juli 15, 2019

PEMBUKAAN MPLS 2019/2020




Acara pembukaan MPLS dibawah Yayasan Dwijendra Denpasar dibuka secara resmi oleh Ketua Yayasan Dwijendra, Dr. Ketut Wirawan, SH.,M.Hum, Senin 15 Juli 2019 bertempat di Lapangan Yayasan Dwijendra Denpasar, Jalan Kamboja No.17 Denpasar.
Khusus peserta MPLS unit SMP Dwijendra Denpasar berjumlah 267 orang dari yang terdaftar 292 orang. Acara dilanjutkan dengan materi sesuai jadwal dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar bertempat di Ruang Serbaguna Lantai 1.
Terdapat perubahan jadwal pada hari V dan VI dimajukan ke hari IV dan V. Sehingga hari VI siswa tidak ada kegiatan alias libur.

Sabtu, Juli 13, 2019

WORKSHOP REVIEW KURIKULUM DAN PENGUATAN KARAKTER







Pengembangan sumber daya manusia diantisipasi dengan mereview kembali dokumen kurikulum sekolah setiap tahunnya. Hal ini dilaksanakan oleh SMP Dwijendra Denpasar dengan mengadakan workshop tentang review kurikulum dan penguatan pendidikan karakter, 12 sampai dengan 14 Juli 2019 bertempat di Aula lantai 1 Yayasan Dwijendra Denpasar.
Workshop ini dibuka oleh Kabid PSMP Kota Denpasar, Anak Agung Ketut Wiratama, didampingi nara sumber sekaligus pengawas SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Nyoman Kartiniasih, M.Pd dan juga dari Sekretaris Yayasan Dwijendra Denpasar, I Ketut Widia, M.Pd.
Hari pertama dan kedua diisi oleh pengawas sekolah tentang materi SOP dan Penguatan karakter. Sedangkan hari ketiga diisi oleh FKIP Universitas Dwijendra dengan materi pembelajaran berbasis IT dan penilaian otentik.

PRA MPLS 2019




Selamat datang peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar. Demikian  sambutan ibu kepala sekolah, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd, menyambut peserta didik baru tahun pelajaran 2019/2020.
Kamis, 11 Juli 2019 untuk pertama kalinya peserta didik baru di SMP Dwijendra Denpasar dikumpulkan. Dari yang tercatat telah melakukan pendaftaran ulang sebanyak 290 siswa, 40an siswa absen pada acara pertama tersebut.
Setelah diteliti dan ditelusuri, peserta didik yang tidak hadir 50% sudah mendapat sekolah di SMP Negeri di Kota Denpasar sedangkan lainnya belum bisa dihubungi. Jadi jumlah peserta didik akan terus mengalami perubahan jumlahnya.

Rabu, Mei 29, 2019

PENGUMUMAN KELULUSAN 2019


Surat Keputusan Kepala Sekolah SMP Dwijendra Denpasar No.699/SMP.D/0.15/V/2019 tentang Pengumuman Kelulusan Siswa Kelas IX SMP Dwijendra Denpasar Tahun Pelajaran 2018/2019

Berdasarkan Rapat Kelulusan Dewan Guru yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 28 Mei 2019, Pukul 14.00 wita, maka diputuskan 
Siswa kelas IX Tahun pelajaran 2018/2019 yang telah mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) LULUS 100%
Mempertegas himbauan dari Dinas Pendidikan Kota Denpasar dan Pihak Kepolisian, kepada seluruh siswa untuk tidak melakukan aksi corat-coret, konvoi, kebut-kebutan dan bergerombol dijalan raya. Bagi siswa yang didapati melakukan hal tersebut akan diberikan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku dan khususnya bagi siswa SMP Dwijendra Denpasar maka pihak sekolah tidak bertanggungjawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan dan tidak akan memberikan pelayanan secara administratif.
Siswa yang memerlukan Surat Keterangan Lulus (SKL), akan dilayani mulai tanggal 3 Juni 2019 pada hari dan jam kerja dengan syarat Lunas Administrasi.
Selama proses pelayanan administrasi maka dihimbau kepada siswa kelas IX untuk selalu menggunakan seragam sekolah.

SELAMAT UNTUK KELULUSAN SISWA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2018/2019 SELALU INGAT UNTUK MENJAGA NAMA BAIK SEKOLAH DAN ALMAMATER
SUKSES

Kamis, Januari 04, 2018

TM Lomba Tari Bali




Pada hari Selasa, 2 Januari 2018, telah dilaksanakan Teknikal Meeting (TM) acara Lomba Tari Bali Tingkat SD Se-Bali di SMP Dwijendra Denpasar. Lomba Tari akan dilaksanakan Sabtu, 6 Januari 2018 di Aula Sadhu Gocara Yayasan Dwijendra Denpasar dengan jumlah peserta sebanyak 213 peserta.
Adapun rincian acara sebagai berikut :

  • 08.00 - 08.30 Pembukaan
  • 08.30 - 11.00 Tari Condong A (65 peserta)
  • 11.00 - 12.00 Tari Baris A (32 peserta)
  • 12.00 - 12.30 Istirahat
  • 12.30 - 14.00 Tari Condong B (72 peserta)
  • 14.00 - 15.30 Tari Baris B (42 peserta)
  • 15.30 - 16.00 Istirahat
  • 16.00 - 17.00 Pengumuman dan Penyerahan Juara
Berikut adalah hasil undian masing-masing kategori :











Rabu, Januari 03, 2018

Dwijendra Kabaddi Competition 2017




Kabadi ialah sebuah permainan yg dibentuk dalam permainan tradisional India. Permainan ini sangat terkenal di Selatan Asia dan tersebar dengan meluas di Tenggara Asia, Jepun, dan Iran. Ia adalah permainan bangsa Bangladesh dan juga meluas di Tamil Nadu, Andura Pradesh, Punjab dan Maharasutran di India. Kabadi juga dimainkan oleh tentera British untuk tujuan hiburan, menjaga kemantapan badan dan juga untuk mengumpan tentera askar dan komuniti Asia British. Dalam satu permainan, 2 pasukan dibentuk yang mana terdiri daripada tujuh pemain. Gelanggang yang digunakan adalah 12.5m x 10m (separuh daripada gelanggang bola keranjang). Setiap pasukan mengandungi pemain simpanan seramai 5 orang. Permainan ini dilangsungkan selama 20 minit, dengan 5 minit setengah untuk rehat semasa pertukaran gelanggang. Satu pasukan akan menghantar penyerang kepada pasukan pihak lawan, yang mana bertujuan untuk menyentuh salah seorang daripada pemain pihak lawan sebelum patah balik kepada pasukannya. Pemain yang telah disentuh akan terkeluar dan meninggalkan padang. Sementara itu, pihak pertahanan membentuk sebuah rantai seperti berpegangan tangan antara satu sama lain. Jika rantai itu terputus, salah seorang pemain pertahanan akan meninggalkan padang. Sasaran pertahanan adalah untuk menghentikan penyerang balik ke pasukannya sebelum berhenti berehat. Jika penyerang berhenti sebelum sampai ke destinasi, penyerang itu akan meninggalkan padang. Pemain juga boleh melepasi sempadan garisan atau bahagian badan mencecah tanah di luar garisan, kecuali semasa bergelut dengan pasukan pihak lawan. Setiap pemain yang terkeluar, pihak lawan akan mendapat mata. Pasukan yang skor dua mata bonus, yang dipanggil lona, manakala semua pihak lawan akan tersingkir. Pada akhir perlawanan, pasukan yang mengumpul mata tertinggi akan menang. Permainan adalah berdasarkan kesesuaian umur dan berat. Permainan ini terdiri daripada satu pengadil, dua pembantu pengadil, satu penjaring dan dua pembantu penjaring.
SMP Dwijendra Denpasar sebagai salah satu sekolah dengan guru olahraga yang memiliki tingkat mobilitas tinggi menjadi yang pertama mengajarkan kepada siswa-siswanya. Hal ini dibuktikan dengan diadakannya Dwijendra Kabaddi Competition antar grup antar kelas.
Kegiatan ini diselenggarakan Sabtu, 9 Desember 2017 di Gor Lila Buwana Denpasar. #latepost

Rabu, Januari 28, 2015

Dirgahayu Yayasan Dwijendra Denpasar Ke-62 Tahun 2015




Puncak peringatan Hari Jadi Yayasan Dwijendra Denpasar ke-62, 28 Januari 2015 diisi dengan Apel yang direncanakan dilapangan terbentur hujan sehingga dibawa masuk ke ruangan aula lantai 3. Siswa yang tidak dapat menyaksikan acara tersebut karena terbatasnya tempat diharap maklum.
Acara ini diisi dengan pemotongan tumpeng, pemberian hadiah kepada para juara dan penyampian tanda penghargaan bagi guru berprestasi. Selanjutnya acara akan dilanjutkan dengan hiburan pada malam harinya bertempat di Arda Candra Art Centre Denpasar.
Hiburan yang akan ditampilkan adalah kreasi seni sendratari Jayaprana dan Layon Sari binaan Pak Arif dan Bu Mudiari. Acara Puncak akan diisi band asal Yogyakarta yaitu Sheila On Seven. Selamat menikmati!

Jumat, Januari 16, 2015

Lomba Tari Bali


 

Serangkaian kegiatan HUT Yayaysan Dwijendra Denpasar ke 62 Tahun 2015, banyak kegiatan dilakukan salah satunya yang masih mencerminkan Dwijendra adalah Lomba Tari Bali.
Lomba ini melombakan tiga jenis tarian yaitu Tari Condong, Tari Truna Jaya dan Tari Jauk Keras. Ketiga tarian ini dilombakan dalam dua kategori yaitu A untuk siswa SD dan kategori B untuk siswa SMP.
Lomba ini diikuti seratusan penari cilik dari berbagai sanggar dan sekolah seputaran Kota Denpasar. Kegiatan yang diadakan selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 10 dan 11 Januari 2015 bertempat di Aula lantai tiga gedung Yayasan Dwijendra Denpasar.
Sebagai sekolah yang terkenal dengan agama dan kesenian sangat tidak elok dalam lomba tari ini tidak menggunakan gamelan langsung. Ini supaya menjadi perhatian para pemegang kebijakan di yayasan  yang berlokasi di Jalan Kamboja Denpasar ini.\
Selamat berulang tahun, semoga jalan panjang perjuanganmu tidak tergusur oleh derasnya arus modernisasi.

Senin, Desember 01, 2014

Lomba Yoga Asanas dan Lomba Yel-yel Membuka Peringatan HUT Yayasan di Unit SMP



Peringatan HUT Yayasan Dwijendra Denpasar yang ke 62, tahun 2015, sudah mulai dilakukan oleh unit-unit dilingkungan Yayasan Dwijendra Denpasar. Salah satunya dari unit SMP Dwijendra dengan menggelar lomba Yoga Asanas dan lomba Yel-yel. Kedua lomba ini di laksanakan Senin, 1 Desember 2014.
Yoga Asanas yang merupakan kegiatan wajib di luar struktur kurikulum bagi semua siswa dilombakan mulai jam 6 pagi bertempat di lantai III aula Yayasan Dwijendra Denpasar. Juri untuk kategori ini adalah Bapak Wantra, dan Bu Maryani, untuk semua kelas dengan perwakilan 10 siswa pa/pi.
Sedangkan Pak Astawa, Pak Sutarma dan Bu Suliantari menjadi juri lomba Yel-yel dengan mengikutsertakan siswa kelas VII dan VIII. Bertempat di lapangan Basket sebelah selatan. Untuk tema lomba yel-yel adalah kecintaan pada almamater dan anti aids/hiv karena bertepatan dengan peringatan hari aids sedunia, 1 Desember 2014.

Selasa, Januari 28, 2014

Janji Gubernur Bali dalam HUT Ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar 2014


"Aula Yayasan Dwijendra yang belum selesai akan segera selesai", begitulah janji Bapak Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengawali sambutan beliau dalam perayaan HUT ke-61 Yayasan Dwijendra Denpasar, Selasa 28 Januari 2014. Bapak Gubernur memberikan apresiasi atas prestasi yang diperoleh seluruh stock holder Yayasan Dwijendra setahun ini. Oleh karena itu beliau menitipkan satu orang anak angkatnya yaitu Ni Ketut Rahayuni untuk dididik dan dibina di SMP Dwijendra Denpasar.

Minggu, November 03, 2013

Veteran Pejuang Asimah Tjilik Berpulang

TOKOH wanita veteran pejuang Bali, Asimah Tjilik berpulang dengan tenang dalam usia 87 tahun, Kamis (31/10) lalu. Kini jenazah tokoh veteran Bali ini disemayamkan di rumah duka di Jl. Mayor Metra No. 21 Liligundi, Singaraja.

Eed upacara pengabenan akan diawali dengan upacara mabersih tanggal 7 November pukul 14.00 wita. Sedangkan upacara pengabenan dilaksanakan 8 November mendatang di Setra Buleleng pukul 10.00 wita. Semua rangkaian upacara di-sanggra krama Br. Liligundi.

Asimah Tjilik adalah istri veteran pejuang Bali Pak Tjilik (alm). Keduanya menyimpan kisah heroik melawan penjajahan Belanda dan Jepang. Bahkan semasa hidupnya Asimah Tjilik sangat dekat dengan tokoh veteran pejuang asal Br. Lumajang Samsam, Tabanan, alm. Desak Gede Raka Nadha yang berpulang terlebih dahulu.

Almarhumah meninggalkan enam anak, masing-masing Ir. I Wayan Abdi Negara, M.Si., yang kini menjadi Sekretaris Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, Nengah Abdiwati yang kini menjadi sulinggih, I Wayan Astawa Jaya, S.H., Dra. Susilawati (Wakasek SMA Dwijendra), Nyoman Satia Negara, S.H., M.H. (PNS) dan Ketut Yadnyaningsih.

Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. MS Chandrajaya, S.H., M.Hum. yang juga dari keluarga pejuang, Sabtu (2/11) kemarin langsung memimpin jajaran Dwijendra mengungkapkan rasa belasungkawa ke rumah duka sekaligus merasa kehilangan wanita pejuang yang ikut bersama suami membidani lahirnya Dwijendra. Chandrajaya saat itu didampingi para kepala TK, SD, SMP, SMA, SMK dan Rektor Undwi Dr. I Ketut Wirawan, S.H., M.Hum.

Putra tertua almarhumah, I Wayan Abdi Negara, menjelaskan ibundanya mengembuskan napas terakhir di rumah Monang-maning akibat sakit karena lanjut usia. Anggota LVRI Bali bernomor 696/04/IX ini di mata anak-anaknya adalah seorang ibu yang setia dan gigih berjuang membela bangsa. Termasuk berjuang di keluarga mendidik anak-anaknya menempuh pendidikan setinggi mungkin. Untuk itu dia mohon doa restu kepada teman sejawat, keluarga dan krama Bali agar arwahnya diterima di sisi Tuhan dan rangkaian upacara berjalan lancar. Dia juga minta maaaf atas kesalahan yang diperbuat ibundanya tercinta selama hidupnya.

Disiksa NICA

Asimah Tjilik dilahirkan di Yogyakarta, 22 November 1926. Asimah Tjilik ini menyimpan berbagai kisah dan memori sedih penuh penyiksaan selama zaman revolusi untuk mempertahankan kemerdekaan.

Pada zaman NICA masuk Bali, Asimah yang saat itu menuntut ilmu di Pertiwi School Tabanan rela berhenti sekolah karena putri Tomo Wiharjo dan Saodah ini harus menjadi pasukan penghubung dan pemasok makanan bagai para pejuang. Selama menjalankan tugasnya itu, dia sering ditangkap oleh tentara NICA bahkan disiksa. Dia kerap tak mau menjelaskan soal strategi perjuangan rekan para pejuang sehingga sering mendapatkan tendangan dan penyiksaan. Bahkan pelipisnya pernah robek karena disiksa tentara NICA.

Namun di balik kisah perjuangan itulah dia bertemu jodoh dengan Nengah Wirtha Tamu yang kemudian dikenal dengan sebutan Pak Tjilik. Bahkan dia rela menjalani cinta jarak jauh selama 12 tahun, sebab Pak Tjilik bertugas di Buleleng sedangkan dia di Tabanan. Usai masa perjuangan dia diangkat menjadi pegawai di RS Tabanan. Saat itulah dia dipersunting Pak Tjilik. Bahkan hari pernikahannya sangat unik yakni tepat digelar tanggal 17 Agustus karena penuh nuansa heroik.

Sabtu, September 14, 2013

GREEN CARPETS 4 YD 1...??

Sesuatu mungkin akan terjadi dalam beberapa hari mendatang. Hal ini membuat yayasan kita perlu melakukan persiapan untuk menghadapinya. Salah satu contoh adalah munculnya karpet hijau (green carpets) pada jalan menuju lobby yayasan.
Siapapun atau apapun yang melewati green carpets tersebut, semoga bisa menjadi pemersatu dan memperkokoh keberadaan yayasan tercinta ini.
Dan tidak ada lagi yang namanya uang asuransi hilang karena perusahaan asuransinya sudah almarhum. Sedangkan penjaminan masa depan kita tidak ada yang tahu. Haruskah kita...?!

Rabu, Mei 30, 2012

PENDAFTARAN PENERIMAAN SISWA BARU TAHUN AJARAN 2012/2013


Pendaftaran Siswa Baru dimulai 7 Mei sampai dengan 14 Juni 2012 (di tutup sewaktu-waktu jika kuota sudah terpenuhi ).

Senin, April 30, 2012

Kepemimpinan Bali Bukan Bergaya Preman dan ''Tamaru''

BALI memerlukan pemimpin yang mampu menyatukan segala potensi dan komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun Bali. Pemimpin Bali jangan sampai bergaya preman dalam memimpin dengan mementingkan ego pribadi dan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaan.

Demikian disampaikan Ketua Yayasan Dwijendra Denpasar Drs. Ida Bagus Wiyana, di Denpasar. Ia mengatakan masyarakat Bali mengalami transisi dari agricultural urban atau kehidupan masyarakat agraris menuju kehidupan masyarakat industri akibat pesatnya perkembangan pariwisata. Dengan kondisi itu ada perubahan paradigma pola pikir masyarakat Bali mengikuti pola pikir dunia industri pariwisata yang menghalalkan segala cara. Terjadilah pembangunan pariwisata Bali menghalalkan segala cara dengan mengabaikan aspek-aspek budaya atau pariwisata budaya.

Kondisi itu dikhawatirkan menyebabkan karakteristik Bali hilang, sehingga Bali bisa berada di ambang kehancuran. Untuk itu diperlukan pemimpin Bali yang mumpuni yang mampu mendeteksi perubahan tersebut dan mengantisipasi dampak negatifnya serta memiliki pemikiran seperti para pendahulunya pada zaman kerajaan yang mampu membawa nilai keluhuran dan spirit bagi Bali.

Ditambahkannya, Bali tidak memiliki sumber daya alam melimpah, namun memiliki potensi dari segi berbagai komponen yang ada sumber daya manusianya. Untuk itu diperlukan pemimpin Bali yang mampu menyatukan segala potensi dan komponen masyarakat untuk bersama-sama membangun Bali. Semua potensi dan komponen yang ada, baik akademisi, agawawan, tokoh adat, praktisi, dan kalangan pengusaha harus dirangkul untuk membangun Bali, sehingga tidak ada satu pun yang ditinggalkan. Pemimpin Bali jangan sampai bergaya preman dalam memimpin dengan mementingkan ego pribadi dan menghalalkan segala cara untuk melanggengkan kekuasaan. ''Pemimpin Bali jangan mengedepankan sikap-sikap premanisme yang mengahalalkan segala cara. Kalau itu terus terjadi, itu artinya pemimpin Bali tidak mau mendengar bagaimana keluhan masyarakat Bali yang sangat membutuhkan kepemimpinan yang mau menyerap aspirasi rakyat,'' ujarnya.

Ketua Umum Forum Kerukunan Umat Beragama Bali ini menambahkan, pemimpin Bali jangan sampai memilah-milah masyarakat Bali dari segi kelompok atau klan warga. Pemimpin Bali harus mampu berdiri di tengah-tengah keanekaragaman itu. Pemimpin Bali jangan sampai hanya mementingkan kepentingan konstituennya, tetapi kepentingan seluruh rakyatnya yang harus dikedepankan. Selain itu, pemimpin Bali jangan menjadi pemimpin kagetan atau pemimpin karbitan, artinya belum siap menjadi pemimpin tetapi memberanikan dan memaksakan diri menjadi pemimpin dengan menghalalkan segala cara untuk mengejar jabatan. Pemimpin Bali tidak boleh hanya mencari makan seperti pemimpin saat ini.

Pemimpin Bali haruslah berkarisma dan menjadi pemimpin yang dibutuhkan rakyat, sehingga ketika pemilu pemimpin Bali tidak harus keluar banyak uang untuk membeli suara. Jika seseorang mengeluarkan biaya terlalu banyak untuk mendapat suatu tampuk kepemimpinan maka ketika dia menjabat hal pertama yang dipikirkan bukan kesejahtean rakyat tetapi bagaimana mengembalikan modal kampanye. Pemimpin seperti itu artinya tamaru -- tak mau rugi.
Diambil dari Balipost (http://www.balipost.co.id/mediadetail.php?module=detailberita&kid=10&id=64871)

Jumat, Juli 02, 2010

SPP SMP DWIJENDRA NAIK

Besarnya SPP di SMP Dwijendra Tahun 2010-2011 naik menjadi Rp.200.000 perbulan(permintaan dari Yayasan)
Pendaftaran ulang Kelas VIII dari tanggal 1-3 Juli 2010 dengan membayar SPP Bulan Juli Rp. 200.000 + Dasi Rp.13.000
Untuk Kelas IX dari tanggal 5-7 Juli 2010 dengan membayar SPP bulan Juli Rp.240.000 + Dasi Rp.13.000(Karena dibayar hanya 10 kali)
Kepada Orang Tua siswa di Mohon Maklum adanya

Kamis, Januari 15, 2009

SILAT DWIJENDRA CUP 2009

Dalam rangka HUT ke-56 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar, tahun ini kembali digelar Kejuaraan Silat Dwijendra Cup V. Kejuaraan Silat ini dibuka oleh Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Mantra, di GOR Ngurah Rai Denpasar sealigus membuka Aneka Lomba HUT ke-56 Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar. Selama 3 hari para peserta memperebutkan Juara Umum Dwijendra Cup untuk tingkat SD, SMP dan SMA.
Hasil final SMP Dwijendra Denpasar berhasil mempertahankan Juara Umum dengan 6 emas, 3 perak dan 6 perunggu. Sedang di tingkat SMA, SMA Dwijendra sebagai Juara Umum dan dari tingkat SD keluar sebagai Juara Umum adalah SD 29 Dangin Puri.