Peringatan hari jadi provinsi Bali ke 57 tahun 2015 sekaligus hari Pramuka dilaksanakan apel bendera di lapangan puputan renon, Jumat 14 Agustus 2015. Gubernur Bali, Mangku Pastika, langsung sebagai inspektur upacara.
Apel diikuti pimpinan dan pegawai seluruh SKPD dibawah pemerintahan provinsi Bali. Setelah upacara utama dilaksanakan acara tambahan yaitu dari pramuka dan pemenang atas lomba-lomba yang diadakan pemprop Bali.
Penampilan pramuka diisi dengan senam pramuka yang dikombinasikan dengan senam bendera. Sebanyak 250 siswa menyajikan gerakan senam pramuka dengan semangat walau dibawah terik matahari. Salam pramuka.
Profil Sekolah
Penelusuran Dwijendra
Jumat, Agustus 14, 2015
SMP Dwijendra kembali dipercaya menampilkan senam pramuka
Minggu, Juli 26, 2015
Pembukaan MOS 2015 di Lumintang
Pembukaan Masa Orientasi Siswa (MOS) Kota Denpasar tahun 2015 yang semula direncanakan di Lapangan Puputan Badung diubah ke Lapanngan Lumintang. Sehingga bagi siswa baru SMP Dwijendra terutama Kelompok A diharapkan maklum adanya serta supaya jam 06.00 pagi sudah berada di Lapangan Lumintang.
Setelah acara pembukaan siswa kelompok A yang mengikuti upacara pembukaan diperbolehkan langsung dijemput di Lapangan Lumintang. Sedangkan untuk besoknya mengikuti MOS sesuai jadwal.
Jumat, Juni 12, 2015
Pengumuman kelulusan 2015
Rabu, 10 Juni 2015 menjadi satu lagi momen menentukan dalam perjalanan SMP Dwijendra Denpasar. Karena pada hari tersebut diumumkan kepada siswa kelas IX sebanyak 348 siswa dengan prosentase kelulusan 100%.
Selanjutnya siswa kelas yang sudah lulus masuk hari Senin, 15 Juni 2015 untuk mendapatkan informasi selanjutnya.
Sampai saat ini baru bisa dikabarkan tentang penerimaan peserta didik lewat jalur prestasi dan siswa miskin dari SMA Negeri 5 Denpasar yaitu mulai 15 s/d 17 Juni 2015 di sekolah yang dituju. Jadwal dapat dilihat pada foto dibawah.
Selanjutnya untuk surat keterangan lulus (SKL) dapat diambil mulai Senin 15 Juni 2015.
Rabu, Mei 13, 2015
Jadwal Kelas IX Pasca UN 2015
Berikut ini jadwal khusus kelas IX SMP Dwijendra Denpasar setelah Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015. Terdapat perubahan yaitu adanya jadwal pada hari Rabu, 20 Mei 2015 untuk kelas IX E sampai dengan Kelas IX H, dan Jumat, 29 Mei 2015 diadakan Samawartana.
No.
|
Hari, tanggal
|
Waktu
|
Kegiatan
|
Tempat
|
Ket
|
1
|
Senin, 11 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pengembalian
buku dan pelunasan administrasi serta sosialisasi SMA/SMK
|
Ruang kelas
|
Semua kelas IX
|
2
|
Rabu, 13 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pengembalian
buku dan pelunasan administrasi serta sosialisasi SMA/SMK
|
Ruang kelas
|
Semua kelas IX
|
3
|
Selasa, 19 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pelunasan
administrasi
|
Ruang kelas
|
Kelas IX A s/d IX D
|
4
|
Rabu, 20 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pelunasan
administrasi
|
Ruang kelas
|
Kelas IX E s/d IX H
|
5
|
Kamis, 21 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Sosialisasi
SMA/SMK dan persiapan perpisahan
|
Ruang kelas
|
Semua kelas IX
|
6
|
Jumat, 22 Mei 2015
|
06.00 - selesai
|
Perpisahan
|
Bedugul
|
Semua kelas IX
|
7
|
Jumat, 29 Mei 2015
|
07.00 – 10.00
|
Samawartana dan Pelunasan
administrasi
|
Lapangan Basket
|
Semua kelas IX pakaian adat sembahyang
|
8
|
Rabu, 3 Juni 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pembayaran
SPP
|
Ruang
kelas
|
Semua kelas IX
|
9
|
Jumat, 5 Juni 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pembayaran
SPP
|
Ruang
kelas
|
Semua kelas IX
|
10
|
Rabu, 10
Juni 2015
|
07.00 – 10.00
|
Pengumuman Kelulusan
|
Lapangan
Basket
|
Semua kelas
IX Pakaian adat sembahyang
|
Rabu, April 08, 2015
Kompas - Fakta di Balik Perubahan Ujian Nasional
Setelah mengkaji ulang pelaksanaan UN sebelumnya, perubahan tersebut dirasakan perlu dalam rangka mewujudkan filosofi dasar UN dalam sistem pendidikan di Indonesia. UN diberlakukan dalam upaya mengevaluasi tingkat keberhasilan pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Indonesia.
Untuk itu, UN seharusnya dapat digunakan sebagai acuan antar-provinsi dan sebagai pertimbangan siswa untuk masuk seleksi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi sehingga sepatutnya hasil UN memberi informasi detail dan menyeluruh atas capaian kompetensi siswa. Dengan demikian, para guru dan pengajar diharapkan terdorong terus melakukan penguasaan dan peningkatan kompetensi diri agar siswanya termotivasi untuk belajar sungguh-sungguh dan menyukai proses belajar.
Namun, faktanya banyak siswa yang hanya mementingkan nilai semata. Hal itu didorong rasa takut dan mungkin malu jika gagal lulus UN. Hal itu juga yang menyebabkan guru dan sekolah hanya berfokus pada nilai, bukan pada peningkatan kompetensi diri sehingga informasi capaian siswa yang diperoleh dari hasil UN kurang lengkap.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan pada Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) 2015 di Depok, Senin (30/3/2015), lalu mengatakan bahwa tujuan utama pemerintah memberikan mutu pendidikan yang adil dan merata juga tidak dapat tercapai dengan baik karena kurang bermaknanya perbandingan antar-provinsi, yaitu ketika kecurangan terjadi dalam proses pelaksanaan UN itu sendiri. Jika hasil UN tidak lengkap, apa lagi ditambah kemungkinan terjadinya kecurangan, maka secara otomatis hasil UN belum dapat secara maksimal dimanfaatkan sebagai alat seleksi siswa untuk maju ke jenjang lebih tinggi.
Perubahan UN
Sebanyak 700.000 pengawas telah disiapkan untuk mengawasi jalannya UN tahun ini. Sementara itu, 35 juta eksemplar naskah UN harus didistribusikan tepat waktu agar 7,3 juta peserta ujian tahun ini dapat melaksanakan UN secara serempak.
Tahun ini, UN memang bukan lagi penentu kelulusan dan dapat diulang lewat ujian perbaikan pada tahun berikutnya. Bahkan, mulai 2016, kelulusan siswa sepenuhnya ditentukan oleh sekolah dengan mempertimbangkan capaian siswa pada seluruh mata pelajaran, keterampilan, maupun sikap dan perilaku siswa selama duduk di bangku sekolah. Selain itu, nantinya, UN juga dapat ditempuh beberapa kali dan wajib diambil minimal satu kali oleh siswa.
Perbaikan di berbagai sisi pun dilakukan, mulai peningkatan mutu soal yang mendorong deep learning siswa melalui soal-soal kontekstual, disertai survei dan kuisioner untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh pada keberhasilan siswa, serta Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) lebih lengkap dalam menggambarkan capaian kompetensi siswa. Terakhir, UN nantinya akan dilakukan menggunakan CBT atau Computer-Based Test secara merata di seluruh sekolah di Indonesia.
"Harapannya, ujian nasional tidak akan menjadi momok yang menakutkan lagi bagi siswa, guru, dan orang tua," ujar Mendikbud.
Senin, Maret 30, 2015
Rossi rajai losail qatar (pembuka motogp 2015)
Bola.net - Pebalap Movistar Yamaha MotoGP,
Valentino Rossi meyakini bahwa pertarungan
sengit yang ia jalani bersama pebalap Ducati,
Andrea Dovizioso di Losail, Qatar, Minggu
(29/3) merupakan pertarungan terbaik yang
pernah ia jalani selama berkarir di Grand Prix.
Memulai balapan dari posisi kedelapan, Rossi
menjalani start buruk hingga harus susah
payah melawan pebalap papan tengah. Meski
begitu, secara perlahan namun pasti ia bisa
mengejar ketertinggalan dari Dovizioso, Jorge
Lorenzo dan Andrea Iannone.
"Ini pertarungan terhebat yang pernah saya
jalani! Selama tiga musim terakhir saya selalu
menjalani balapan dengan baik dan sukses naik
podium, tapi meraih kemenangan adalah hal
lain," ujarnya usai balap kepada MotoGP.com.
Rossi pun puas atas hasil ini, mengingat
Yamaha tampil buruk selama latihan dan uji
coba. "Nyatanya saya mampu tampil baik
selama 22 lap dan sangat kuat. Kinerja tim
selama akhir pekan membuat perbedaan ketika
saya turun di lintasan," tutupnya. (mgp/kny)
Sabtu, Maret 21, 2015
Koran Sindo -Standar Operasional UN Turun
SURABAYA - Standar operasional (prosedur operasional standar/POS) ujian nasional (UN) akhirnya turun. Sebelum ada POS, pelaksanaan UN tidak jelas dan membingungkan Dinas Pendidikan (Dindik) provinsi maupun kabupaten/ kota. Download POS UN 2015.
Humas sekaligus Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Surabaya Eko Prasetyoningsih membenarkan turunnya POS itu. Menurutnya, POS terbit mulai kemarin, Sabtu (14/3). Turunnya POS seiring diterbitkan Permendikbud Nomor 5/2015 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik, Penyelenggaraan Ujian Nasional, dan Penyelenggaraan Ujian Sekolah/Madrasah/ Pendidikan Kesetaraan pada SMP/MTs atau yang Sederajat serta SMA/MA/SMK atau yang Sederajat.
”Para penyelenggara UN sekarang lega dengan turunnya POS tersebut. Untuk itu, Dindik segera mengambil langkah dengan langsung menyosialisasikan ke sekolah-sekolah,” kata Eko, kemarin. Menurutnya, aturan-aturan tersebut dapat diunduh masyarakat melalui dispendik.surabaya. go.id/sb. POS UN 2015, kata Eko, berdasarkan peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Nomor 0031/P/BSNP/ III/2015. POS UN 2015 diperuntukkan bagi jenjang SMP, SMA, dan SMK sederajat.
Sementara untuk jenjang SD masih menunggu. Tata tertib peserta UN dalam POS 2015 bisa dilihat melalui laman di antaranya memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit sebelum UN dimulai, yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti UN setelah mendapat izin dari ketua panitia UN tingkat sekolah/madrasah/ pendidikan kesetaraan, dan tanpa diberi perpanjangan waktu.
Aturan lain bisa dilihat di POS. Beberapa catatan penting dalam UN 2015, yakni hasil UN tidak digunakan untuk penentuan kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditentukan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Kriteria kelulusan peserta didik dari ujian pendidikan kesetaraan untuk semua mata pelajaran ditetapkan Dindik provinsi dan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan kesetaraan ditetapkan Dindik kabupaten/kota melalui rapat pleno dengan melibatkan perwakilan dari satuan pendidikan nonformal.
Setiap siswa wajib mengikuti UN minimal satu kali. UN perbaikan khusus SMA sederajat bagi peserta didik yang memperoleh hasil UN kategori kurang pada mata pelajaran tertentu. UN perbaikan dilaksanakan tahun 2016. Setiap peserta UN menerima Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN). Sebelum POS turun sempat ada kekhawatiran bocornya soal UN, seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ini lantaran sempat belum turun POS, terutama yang menyebutkan prosedur pengamanan naskah soal. Untuk daerah yang belum melaksanakan secara online, rawan bocor. Sejumlah pihak sempat mendesak turunnya POS. Salah satunya, Dindik Jatim. ”Kami sempat meminta perwakilan Badan Standarisasi Nasional Pendidikan (BSNP) agar ada aturan pengamanan. Hal itu harus diperjelas dalam Prosedur Operasional Standar UN,” kata Kepala Dindik Jatim Harun.
Penulis :Soeprayitno
Gambar ilustrasi :matematohir.wordpress.com

