Profil Sekolah
Penelusuran Dwijendra
Rabu, November 09, 2016
Latihan Soal Bahasa Inggris
Soal Latihan Matematika
Latihan Soal IPA SMP Kelas 7
Belajar IPA melalui Kuis Online
Senin, Oktober 17, 2016
Praktikum Penentuan Larutan Asam Basa dan Garam
Mendikbud: Tunjangan Sudah Diberikan Namun Guru Tak Juga Profesional
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy mengatakan sebagian besar guru di Indonesia belum profesional. Padahal, tunjangan profesi yang diberikan pada guru bertujuan agar guru bisa meningkatkan kapasitas dan kapabilitasnya.
"Sampai sekarang sebagian besar belum profesional walaupun tunjangan profesinya sudah diterima," kata Muhadjir di Merauke, Provinsi Papua, Kamis, (6/1).
Ia mengatakan tunjangan profesi yang diberikan ternyata salah ditafsirkan oleh tenaga pendidik. "Dulu sebelum dia profesional sudah dikasih tunjangan supaya dia lebih profesional, ternyata lupa. Dia menikmati tunjangan tapi tidak profesional juga," ujarnya.
Sejak penetapan tunjangan profesi oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pesertanya hanya tujuh persen dari jumlah total guru yang ada saat itu sehingga APBN yang dikeluarkan untuk membayar tunjangan hanya sebesar Rp7 triliun.
"Sekarang menjadi Rp 72 triliun lebih," katanya.
Ia menambahkan dari total sekitar tiga juta guru yang ada, baru 61 persen yang mendapat tunjangan profesi sehingga jika memproyeksikan seluruh guru menerima tunjangan maka dana yang dikeluarkan oleh negara cukup besar.
"Pemerintah harus menyiapkan setidaknya Rp 110 triliun. Bisa dibayangkan kalau uang ini dipakai untuk membangun sekolah di papua, berapa ratusan sekolah yang dibangun dari tunjangan profesi itu. Tunjangan sangat mahal, tetapi profesi gurunya tidak profesional-profesional dan ini menjadi tantangan kita," katanya. republika.com
Sumber : https://jetjetsemut.blogspot.co.id/2016/10/mendikbud-tunjangan-sudah-diberikan.html
Jumat, Agustus 19, 2016
Semangat 17an di Dwijendra
Untuk menyambut dan memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 71 tahun 2016 ini, SMP Dwijendra bersama Yayasan mengadakan beberapa acara seperti Kirab Nusantara dan puncaknya adalah upacara bendera.
Kirab bendera dilaksanakan Minggu 14 Agustus 2016 dengan jumlah bendera yang diarak sebanyak SMP 1200, SMA 1400 dan dari Universitas 34 bendera(sumber dari pembina Osis yang menyiapkan tongkat pinjaman siswa). Sedangkan panjang barisan bendera mencapai 3 km.
Sedangkan pada puncaknya diadakan upacara bendera dengan petugas paskibra dari siswa SMP. Dengan penuh kebanggaan paskibra berlatih setiap hari dibawah bimbingan PPI sehingga bisa bertugas dengan baik.
Selasa, Agustus 02, 2016
Visitasi Asesor Akreditasi SMP Dwijendra Denpasar
Sesuai jadwal visitasi dari Badan Akreditasi Sekolah/Madrasah (BAS/M) Provinsi Bali, yaitu tanggal 1-2 Agustus 2016 adalah jadwal visitasi akreditasi untuk sekolah SMP Dwijendra Denpasar.
Asesor yang bertugas adalah dari Kabupaten Bangli yaitu Pak Agung Jelantik dan Pak Nengah Tugas. Beliau berdua sudah memvalidasi dokumen-dokumen sekolah dan pembelajaran guru selama tahun pelajaran yang sudah berlangsung.
Hari pertama dapat divalidasi 5 standar yaitu: standar isi, standar tendik, standar penilaian, standar kompetensi lulusan dan standar pengelolaan.
Sedangkan hari kedua divalidasi tiga standar lainnya yaitu standar pembiayaan, standar proses dan standar sarana prasarana.















