Bagi Yang Berminat

Kamis, Maret 23, 2017

Tugas TIK , Kreativitas Siswa melalui Teknologi Informasi

Bagi siswa kelas VII SMP Dwijendra Denpasar mendapat tugas selama liburan Nyepi, Galungan dan Kuningan yaitu membuat Kreativitas Siswa melalui Teknologi Informasi. Tugas bisa berupa :
a. Poster/kartu ucapan selamat hari raya
b. Video dengan durasi maksimal 3 menit. Tema ucapan hari raya dan promosi sekolah
c. PowerPoint/Slide tentang hari raya

Tugas dikumpulkan mulai 27 Maret 2017 sampai dengan 20 April 2017, dengan nama file kelas_nama seperti 7a_reksa melalui (pilih salah satu):
a. email : budayasa.ketut@gmail.com
b. line : budayasaketut
c. instagram :mr.buda_van_kayan
d. WA : 08123661712

Semangat dan Selamat Hari Raya bagi semuanya.

Rabu, Maret 22, 2017

Bali Nawanatya II : Tari Kolosal SMP Dwijendra Denpasar

SMP Dwijendra Denpasar turut berpartisipasi dalam kegiatan Bali Nawanatya II Tahun 2017 di Art Centre Denpasar. 
Secara keseluruhan SMP Dwijendra Denpasar akan menampilkan dua pementasan yaitu pertama Jumat, 10 Maret 2017 dan Minggu 2 April 2017.
Pada penampilan pertama, SMP Dwijendra Denpasar mempersembahkan berupa Tarian Kolosal karya Pak Arif. Sedangkan nanti pada penampilan kedua mempersembahkan Janger dengan tema Cupu Manik.
Tari kolosal menceritakan tentang perjalanan sepasang muda-mudi yang menginjak remaja dan tantangan yang timbul akibat pergaulan tersebut. #ketokone

Selasa, Februari 14, 2017

Siap Ujian Akhir Sekolah Tingkat SD bersama Ganesha Operation


Kegiatan memperkenalkan keberadaan SMP Dwijendra Denpasar dimata siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) terus digalakkan karena sangat diperlukan untuk memberikan suatu wawasan sekolah yang akan mereka hadapi setelah tamat dari tingkat sekolah dasar. 
Usaha pengenalan ini dilakukan dengan mengundang siswa kelas VI SD se-Kota Denpasar untuk melihat dan merasakan secara langsung bagaimana keadaan jika mereka bersekolah di SMP Dwijendra Denpasar dalam acara yang bertajuk Siap Ujian Akhir Tingkat SD Se-Kota Denpasar bekerjasama dengan Ganesha Operation (GO).
Acara ini dilaksanakan pada Minggu, 12 Pebruari 2017 dengan mendatangkan 905 siswa dengan syarat pendaftaran sebesar Rp.10.000,00. Acara ini juga didukung oleh Hilo, UD Binan Jaya, UD Taru, CV Ayu Wira dan UD Madu Dewata.

Lomba Tari Condong dan Baris Tunggal Tingkat SD se-Bali


Inilah para pemenang lomba Tari  2017
Kegiatan memperkenalkan keberadaan SMP Dwijendra Denpasar dimata siswa-siswa Sekolah Dasar (SD) sangat diperlukan untuk memberikan suatu wawasan sekolah yang akan mereka hadapi nantinya terutama dibidang seni. Salah satu usaha tersebut adalah dengan mengundang mereka dalam lomba tari Bali.
Tari yang dilombakan adalah untuk Sekolah Dasar Khusus Putri, Tari Condong dengan jumlah peserta 186 orang, terbagi menjadi dua kategori yaitu Condong A dan Condong B. Sedangkan Tingkat Sekolah DasarPutra dilombakan Tari Baris Tunggal dengan jumlah peserta 65 orang,  juga terbagi menjadi dua kategori. Kriteria dalam penilaian Lomba Tari ini antara lain tehnik tari, ekspresi, komposisi, keserasian dan sesaluk-tata busana-make up, dengan menghadirkan 3 Dewan Juri seperti pada gambar.
Dewan Juri
Kegiatan Lomba Tari ini sudah dilaksanakan Sabtu, 7 Januari 2017.

Kamis, Desember 22, 2016

Jokowi: UN Jadi Tolok Ukur Pelajar


Ilustrasi dalam Bahasa Bali, ungkapan rasa kecewa. By: Yoyok

TEMPO.CO, Jakarta - Rencana moratorium Ujian Nasional pada 2017 batal terlaksana. Sebab, Presiden Joko Widodo memandang pelaksanaan UN masih penting, terutama untuk mengukur kualitas dan kemampuan pelajar Indonesia.

"Akan menjadi benchmarking para siswa," ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung saat mengumumkan kelanjutan UN di Istana Kepresidenan, Senin, 19 Desember 2016.

Baca: JK: Tak Perlu Ada Polemik, Moratorium UN Ditolak

Sebelumnya, rencana moratorium UN berembus kencang saat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mempresentasikan hal tersebut di depan Presiden Jokowi dalam sidang kabinet paripurna dua pekan lalu. Dalam rapat tersebut, ia menyebutkan UN terbukti tak efektif meningkatkan kualitas sistem pendidikan di Indonesia dan membuat kegiatan belajar-mengajar di sekolah hanya fokus pada mata pelajar yang diujikan dalam UN.

Presiden Jokowi tak segera mengambil keputusan kala itu karena Wakil Presiden Jusuf Kalla menentang moratorium UN. Menurut Kalla, UN dibutuhkan untuk standardisasi kualitas pelajar Indonesia. Tanpa UN, menurut ia, akan sulit mengukur hal tersebut.

Pramono menuturkan keputusan mempertahankan UN bukan berarti tanpa langkah perbaikan. Ia berujar sejumlah langkah perbaikan akan dilakukan, terutama peningkatan kualitas guru. Guru-guru yang telah tersertifikasi akan ditingkatkan kemampuannya untuk memastikan capaian siswa pada UN meningkat.

Selain itu, Pramono menyebutkan akan ada perbaikan kisi-kisi nasional untuk memastikan siswa siap menghadapi UN. Dalam kegiatan belajar-mengajar, kisi-kisi umumnya berupa latihan soal yang diprediksi akan diujikan.

"Jadi akan ada berbagai penyempurnaan dan perbaikan," ujar Pramono.

Sumber Asli :
https://m.tempo.co/read/news/2016/12/19/079828921/batal-dimoratorium-jokowi-un-jadi-tolok-ukur-pelajar ;Senin, 19 Desember 2016 | 18:07 WIB

Jumat, Desember 16, 2016

Raportan Semester Ganjil 2016/2017

Sabtu, 10 Desember 2016 merupakan hari pembagian raport bagi siswa di SMP Dwijendra Denpasar.
Berhubung hujan dan kondisi tidak memungkinkan di halaman sekolah, maka pengumuman kejuaraan di semester ini diumumkan lewat guru masing-masing di kelas sebelum pembagian raport.
Selamat bagi siswa yang sudah berhasil menjadi juara umum dan juara kelas, semoga menjadi cambuk untuk belajar dan lebih berprestasi.
Sedangkan libur akhir semester ini dimulai 13 sampai 26 Desember 2016. Siswa masuk Selasa, 27 Desember 2016 dan belajar seperti jadwal.
Bagi guru dan pegawai yang telah terdaftar akan akan melaksanakan liburan ke luar negeri yaitu ke Thailand selama lima hari dari 13 sampai 17 Desember 2016.
Kantor akan buka mulai Senin, 19 Desember 2016.

Kamis, Desember 01, 2016

Hari AIDS Sedunia

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari Aids Sedunia bertujuan untuk mengingatkan kita akan amcaman dari bahaya Aids dan Hiv.
Untuk mengasah kemampuan siswa dalam pemahaman bahaya Aids ini ekstrakurikuler KSPAN dan PIK-R Semara SMP Dwijendra Denpasar mengadakan lomba tutor sebaya dan standup comedy pada tanggal 30 Nopember 2016.
Lomba ini dikuti oleh perwakilan kelas VII dari VII-A sampai VII - I dengan satu orang wakil perperlombaan. Menurut pembina KSPAN SMP Dwijendra, A. A. Gek Ita Apriyanti, S.Si mengatakan tujuan lomba ini adalah mencari bibit-bibit untuk menjadi tutor sebaya dan standup comedy tentang penyuluhan AIDS dan HIV.
Berdasarkan keputusan dewan juri pemenang kategori Tutor Sebaya di rebut oleh wakil kelas VII-G yaitu Komang Merilda Maharani. Sedangkan untuk StandUp Comedy direbut oleh wakil kelas VII-A. Dan runner up oleh wakil kelas VII-G atas nama Nyoman Agus Trisnayasa.

Minggu, November 27, 2016

Guru Mulia karena Karya

Setiap tanggal 25 November, negeri ini memperingati Hari Guru. Berbagai kegiatan digelar. Para guru dan siswa melaksanakan upacara bendera. Guru adalah fondasi penting dunia pendidikan. Tanpa guru di berbagai tingkatan, bisa jadi dunia pendidikan akan mandeg. Hingga kini masih banyak guru yang mengabdi tanpa pamrih. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru, juga terus dilakukan. Tak hanya itu, kualitas guru pun terus ditingkatkan agar kwalitas anak didik juga berkualitas.

Hal itu penting untuk menghadapi persaingan dalam masyarakat global yang berlangsung sekarang ini. Peringatan Hari Guru tahun ini mengambil tema ”Mulia karena Karya”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kebijakan pemerintah dalam menghargai profesi guru dan tenaga kependidikan.(suaramerdekacetak.com).

Berdasarkan tema tersebut, dapat diambil pesan bahwa kemuliaan seorang guru terletak pada karyanya. Dalam hal ini, karya guru dapat diartikan sebagai sebuah karya tulis ilmiah, hasil penelitian, karya inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, dan yang paling utama adalah kiprahnya dalam mencerdaskan anak-anak bangsa sehingga melahirkan generasi penerus yang berilmu, terampil, dan berbudi pekerti luhur. Tugas seorang guru tidaklah mudah, bahkan bisa dikatakan cukup berat. Guru dihadapkan pada sejumlah tantangan yang semakin kompleks seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dan dampak negatif globalisasi. Tidak sembarang orang bisa menjadi guru. Seorang calon guru harus menjalani proses pendidikan profesi selama waktu tertentu hingga mendapatkakan sertifikat sebagai guru profesional sebagaimana yang diamanatkan undang-undang guru dan dosen.(
Selengkapnya : http://m.kompasiana.com/idrisapandi/guru-mulia-karena-karya_5654ea3695937309057a9de6)