Bagi Yang Berminat

Selasa, Juli 15, 2014

FINAL PIALA DUNIA: Tekuk Argentina 1-0, Jerman Juara Dunia 2014

 Skuat Der Panzer mengangkat tropi juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam final Senin dinihari/fifacom/created YUS
Skuat Der Panzer mengangkat tropi juara Piala Dunia 2014 setelah mengalahkan Argentina 1-0 dalam final Senin dinihari/fifacom

Bisnis.com, JAKARTA - Skuat Der Panzer saat ini dalam titik puncak semangat setelah pesta gol dalam laga semi final 7-1 atas tuan rumah Brasil Rabu dinihari (9/7/2014). Mueller dkk kini sedang bersiap untuk mengangkat tropi juara Piala Dunia 2014.
Menurut sejumlah pengamat sepakbola dunia sebagaimana dilansir laman dw.de, Jerman kini menjadi tim favorit juara dan Mueller dkk pun sudah siap mental merebut gelar juara dunia, siapapun lawannya di final, Argentina atau Belanda.
Saat ini sedang berlangsung laga semi final tim Orange melawan tim Tango. Kedudukan Argentina vs Belanda hingga usainya babak kedua, imbang 0-0. Laga dilanjutkan ke babak pertambahan waktu 2x15 menit.
Sampai dengan usainya 15 menit waktu tambahan pertama dan kedua, skor bertahan 0-0. Laga harus diakhiri dengan babak penalti. Skor akhir, Argentina vs Belanda, 4-2
 Pemenang laga ini menghadapi Jerman di final pada 14 Juli pukul 02.00 WIB. 
Pelatih Jerman Joachim Low diperkirakan akan mempertahankan formasi dan strategi yang terbukti telah membawa hasil memuaskan dengan menggasak Brasil 7-1, gol terbanyak dalam sejarah laga semifinal Piala Dunia.
Dalam laga itu, Der Panzer agresif, sistematis dan kompak dalam melancarkan serangan ke jantung pertahanan Brasil. Di saat yang sama, Low juga menginstruksikan anak asuhnya untuk jangan sampai lengah menjaga daerah pertahanan.
Strategi itu efektif, saat Mueller dkk sudah unggul 5-0 di babak pertama, kapten Jerman Lahm diminta untuk mewanti-wanti rekannya agar area pertahanan tetap dijaga dengan disiplin tinggi. Dan faktanya, David Luiz dkk memang sulit sekali menembus radius berbahaya dari gawang Neuer.
Ketangguhan pertahanan Jerman makin kokoh bagai tembok berlin karena kecerdikan dan kecemerlangan Neuer.
Di laga final, Loew diperkirakan masih mengandalkan Manuel Neuer (kiper), Philipp Lahm , Bastian Schweinsteiger,  Mesut Ozil, Thomas Muller,  Andre Schurrle, Toni Kroos dan Mario Gotze.
Juara Dunia Dari Tahun ke Tahun
TahunTuan RumahJuaraRunner-up
1930UruguayUruguayArgentina
1934ItaliaItaliaCzechoslovakia
1938PrancisItaliaHungaria
1950BrasilUruguayBrasil
1954SwissJermanHungaria
1958SwediaBrasilSwedia
1962ChileBrasilCzechoslovakia
1966InggrisInggrisJerman
1970MeksikoBrasilItalia
1974JermanJermanBelanda
1978ArgentinaArgentinaBelanda
1982SpanyolItaliaJerman
1986MeksikoArgentinaJerman
1990ItaliaJermanArgentina
1994ASBrasilItalia
1998PrancisPrancisBrasil
2002Korsel&JepangBrasilJerman
2006JepangItaliaPrancis
2010AfselSpanyolBelanda
2014BrasilJermanArgentina

Tim Tango sendiri sudah siap berperang dan bertekad keluar sebagai pemenang. Setelah menanti cukup lama, 24 tahun, Tango kembali melangkah ke babak final.
Skuat La Albiceleste pun berjanji memberikan yang terbaik.  "Rakyat kami, Argentina, mereka telah membawa kami ke sini. Tapi mimpi itu belum berakhir. Besok kami ingin menang, dan kami telah siap!," kata Messi, kapten Argentina.
Laga ini sekaligus menjadi ajang persaingan head to head antara Messi dengan Thomas Mueller dalam perebutan tropi pemain terbaik Piala Dunia 2014.
Davide Sannazzaro, kolumnis bola dalam analisisnya di goal.com menulis bahwa sepanjang sejarah  penyelenggaraan piala dunia, belum ada satu pun negara Eropa yang berhasil keluar sebagai juara saat piala dunia digelar di Benua Amerika.

“Apakah di Amerika Selatan, Utara, Tengah,  negara Eropa selalu kalah”.

Dalam sejarah piala dunia dimana negara di Benua Amerika menjadi tuan rumah sebanyak 6 kali yakni 1930 (Uruguay), 1950 (Brasil), 1962 (Chile), 1970 (Meksiko), 1978 (Argentina),1986  (Meksiko), tropi juara diraih oleh negara non-Eropa.(lihat tabel)
Akankah Piala Dunia 2014 Brasil mengulang perjalanan sejarah tersebut, Argentina mampu mengalahkan Jerman?  Ataukah sebaliknya, Jerman membuat sejarah baru.

MOS Hari Kedua


Hari kedua pelaksanaan MOS Tahun Pelajaran 2014/2015 di SMP Dwijendra diisi dengan pelatihan baris berbaris (PBB) dengan pembina dari KOREM. Pelatihan ini dilaksanakan di sebelah utara GOR Ngurah Rai Denpasar.
Adapun tujuan dari PBB ini adalah melatih jiwa kebangsaan dan meningkatkan karakter sehingga rasa nasionalisme siswa-siswa baru SMP Dwijendra Denpasar.
Setelah PBB dilanjutkan dengan ceramah yang dilakukan di ruang kelas sampi berakhir jam 13 siang.

Senin, Juli 14, 2014

HASIL MOTOGP JERMAN: Marquez-Pedrosa Finish 1-2, Lorenzo-Rossi di Posisi 3-4




 Para pebalap memulai start dari pit lane (garasi), karena ganti ban saat lintasan basah
Para pebalap memulai start dari pit lane (garasi), karena ganti ban saat lintasan basah
Bisnis.com, JAKARTA – Marc Marquez (Repsol Honda) tampil menjadi juara MotoGP seri ke-9 di Sirkuit Sachsenring hari ini, Minggu (13/7/2014).
Rekan setimnya, Dani Pedrosa, berada di posisi ke-2, sedangkan duet Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo—Valentino Rossi secara berurutan finish di posisi 3 dan 4.
Marquez menyelesaikan 30 putaran dengan waktu 41:47,664 (41 menit 47,664 detik).
Marquez unggul 1,466 detik dari Pedrosa, 10,317 detik dari Lorenzo, dan 19,194 detik dari Rossi.
Para pebalap menyelesaikan 30 putaran di atas Sirkuit  Sachsenring yang memiliki panjang lintasan 3,671 kilometer atau menempuh jarak 110,1 kilometer.
Berikut risalah balapan lap demi lap berdasarkan data Live Timing motogp.com. Catatan waktu adalah untuk satu lap saat menyentuh garis finish setiap lap-nya.
Lap 1
Hujan mulai turun menjelang balapan pukul 14:00 waktu setempat atau pukul 19:00 WIB. Panitia balapan memutuskan bahwa kondisi lintasan dalam keadaan basah, kendati hujan mereda menjelang balapan.
Panitia  balapan  menyilakan tim untuk menyesuaikan strategi motor mereka. Namun, pebalap tuan rumah Stefan Bradl (LCR Honda) justru melakukan perjudian dengan menggunakan ban licin yang memang pas untuk kondisi lintasan kering.
Perjudian dengan ban licin juga dilakukan Karel Abraham (Cardion AB Motoracing Honda) dan Hiroshi Aoyama (Drive M7 Aspar Honda)
Dalam kondisi lintasan basah, motor akan melintir saat menikung tajam jika menggunakan roda dengan ban tipe licin tersebut.
Sebagian besar pebalap melakukan start dari pit lane karena mereka mengganti ban motor.
Formasi podium Stefan Bradl (LCR Honda)—Michael Laverty (Paul Bird Motorsport)—Danilo Petrucci (Octo IodaRacing ART).
Marc Marquez (Repsol Honda) di posisi 10 (berjarak 7,722 detik dari Bradl), sedangkan Valentino Rossi (Movistar Yamaha) berada di posisi 13.
Lap 2
Formasi podium Bradl—Petrucci—Laverty. Marques di posisi 7, Dani Pedrosa 10, Rossi 12, Jorge Lorenzo 15. Marquez tertinggal 5,690 dari Bradl
Lap 3
Marquez mulai beraksi dan langsung merangsek ke barisan depan. Formasi podium Bradl—Petrucci—Marquez. Pedrosa posisi 5, Rossi posisi 10, Lorenzo posisi 16.
Lap 4
Marquez mulai menekan, formasi podium Bradl—Marquez—Pedrosa. Rossi di posisi 8 tertinggal 5,522 dari Bradl, Lorenzo posisi 12.
Lap 5
Formasi podium Bradl—Marquez—Pedrosa. Rossi terus merapat dan di posisi 6 terpaut 5,993 detik dari Bradl, Lorenzo ke posisi 9 tertinggal 6,693 detik dari Bradl.
Lap 6
Marquez berhasil menyalip Bradl, sehingga formasi podium menjadi Marquez—Bradl—Pedrosa. Rossi di posisi 6 tertinggal 4,656 detik dari Marquez, Lorenzo di posisi 7 tertinggal 5,169 detik dari Marquez.
Lap 7
Pedrosa merapat, formasi podium Marquez—Pedrosa—Bradl. Rossi ke posisi 4 tertinggal 4,916 detik dari Marquez, Lorenzo posisi 6 terpaut 5,236 detik dari Marquez.
Lap 8
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Bradl. Rossi di posisi 4 tertinggal 4,901 detik dari Marquez, Lorenzo posisi 5 terpaut 5,041 detik dari Marquez.
Lap 9
Formasi podium tetap Marquez—Pedrosa—Bradl, Marquez unggul 0,363 detik dari Pedrosa. Lorenzo ke posisi 4 menyalip Rossi yang bergesar di posisi 5. Lorenzo tertinggal 5,001 detik, Rossi 5,248 detik dari Marquez.
Lap 10
Lorenzo menyalip Bradl, sehingga formasi podium menjadi Marquez—Pedrosa—Lorenzo. Rossi tertahan di posisi 5. Lorenzo terpaut 5,733 detik, Rossi 6,644 detik dari Marquez.
Lap 11
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo, dan Rossi ke posisi 4 menyalip Bradl. Lorenzo tertinggal 5,961 detik, Rossi 7,458 detik dari Marquez.
Pedrosa—Lorenzo—Rossi  bertarung rebutan posisi 2.
Lap 12
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Lorenzo hanya berjarak  6,410 detik, Rossi 9,140 detik dari Marquez.
Lap 13
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo, Rossi posisi 4.
Lap 14
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4 terpaut 9,651 detik dari Marquez dan 3,048 detik dari Lorenzo di depannya.
Lap 15
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 0,491 detik dari Pedrosa. Lorenzo berjarak 6,910 detik dari Marquez dan unggul 3,547 detik dari Rossi di belakangnya. Rossi mendapat tekanan dari Andre Iannone (Ducati) di posisi 5.
Lap 16
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo. Marquez unggul 0,437 detik dari Pedrosa. Lorenzo tertinggal 7,373 detik dan Rossi 11,056 detik dari Marquez.
Lap 17
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi posisi 4. Marquez unggul 0,455 detik dari Pedrosa. Lorenzo tertinggal 7,597 detik, Rossi 11,639 detik dari Marquez. Rossi  unggul 4,042 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 18
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi posisi 4. Marquez unggul 0,604 detik dari Pedrosa. Lorenzo tertinggal 8,021 detik, Rossi 12,117 detik dari Marquez. Rossi unggul 4,096 detik dari Iannone (Ducati) di posisi
Lap 19
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di  posisi 4. Marquez unggul 0,683 detik dari Pedrosa, 8,356 dari Lorenzo, dan 12,591 dari Rossi. Rossi unggul 3,449 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 20
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 1,036 detik dari Pedrosa, 8,658 detik dari Lorenzo, dan 13,399 detik dari Rossi. Di posisi 4, Rossi unggul 3,849 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 21
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 1,596 detik dari Pedrosa, 9,168 detik dari Lorenzo, dan 14,228 detik dari Rossi. Di posisi 4, Rossi unggul 3,833 detik dari Iannone di posisis 5.
Lap 22
Formasi podium tak berubah Marqeuz—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 1,811 detik dari Pedrosa, 9,437 detik dari Lorenzo, dan 14,684 detik dari Rossi. Rossi aman  di posisi 4 dengan unggul 4,202 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 23
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 2,100 detik dari Pedrosa, 9,524 detik dari Lorenzo, dan 15,0 detik dari Rossi. Di posisi 4, Rossi unggul 5,476 detik dari Iannone.
Lap 24
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez makian melejit dengan unggul 1,810 detik dari Pedrosa, 9,470 detik dari Lorenzo, dan 15,195 detik dari Rossi. Di posisi 4, Rossi aman dengan unggul 4,683 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 25
Formasi podium masih Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 1,451 detik dari Pedrosa, 9,493 detik dari Lorenzo, dan 15,565 detik dari Rossi.  Di posisi 4, Rossi unggul 4,772 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 26
Formasi podium tetap Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez unggul 1,299 detik  dari Pedrosa, 9,516 detik dari Lorenzo, dan 15,965 detik dari Rossi. Di posisi 4, Rossi unggul 4,681 detik dari Iannone di posisi 5.
Lap 27
Formasi podium tidak berubah Marquez—Pedrosa—Lorenzo. Marquez unggul 1,603 detik dari Pedrosa dan  1 lap dari Lorenzo.
Lap 28
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo.
Lap 29
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo. Marquez unggul 1,434 detik dari Pedrosa, 10,243 detik dari Lorenzo, dan 18,329 detik dari Rossi di posisi 4.
Lap 30
Formasi podium Marquez—Pedrosa—Lorenzo dan Rossi di posisi 4. Marquez menyelesaikan 30 putaran dengan waktu 41:47,664 (41 menit 47,664 detik).
Marquez unggul 1,466 detik dari Pedrosa, 10,317 detik dari Lorenzo, dan 19,194 detik dari Rossi.
 Hasil Lengkap MotoGP Seri ke-9 di Sachsenring Jerman Minggu 13 Juli 2014
No.PoinPebalapTimMotor
Waktu
125Marc MARQUEZRepsol HondaHonda
41:47,664
220Dani PEDROSARepsol HondaHonda
+1,466
316Jorge LORENZOMovistar Yamaha MotoGPYamaha
+10,317
413Valentino ROSSIMovistar Yamaha MotoGPYamaha
+19,194
511Andrea IANNONEPramac RacingDucati
+23,509
610Aleix ESPARGARONGM Forward RacingForward Yamaha
+27,809
79Pol ESPARGAROMonster Yamaha Tech 3Yamaha
+33,253
88Andrea DOVIZIOSODucati TeamDucati
+33,868
97Alvaro BAUTISTAGO&FUN Honda GresiniHonda
+34,231
106Cal CRUTCHLOWDucati TeamDucati
+34,676
115Scott REDDINGGO&FUN Honda GresiniHonda
+37,744
124Hiroshi AOYAMADrive M7 AsparHonda
+45,018
133Karel ABRAHAMCardion AB MotoracingHonda
+45,177
142Nicky HAYDENDrive M7 AsparHonda
+46,676
151Danilo PETRUCCIOcto IodaRacing TeamART
+52,769
16Stefan BRADLLCR Honda MotoGPHonda
+53,889
17Yonny HERNANDEZEnergy T.I. Pramac RacingDucati
+54,476
18Hector BARBERAAvintia RacingAvintia
+56,215
19Bradley SMITHMonster Yamaha Tech 3Yamaha
+56,293
20Colin EDWARDSNGM Forward RacingForward Yamaha
+1:04,083
21Broc PARKESPaul Bird MotorsportPBM
+1:10,928
22Mike DI MEGLIOAvintia RacingAvintia
+1:19,975
GAGAL FINISH
--Michael LAVERTYPaul Bird MotorsportPBM
13 Lap
Sumber: motogp.com

Minggu, Juli 13, 2014

MOS SEJUK 2014

Tema Masa Orientasi Siswa (MOS) 2014 kembali melanjutkan tradisi sebelumnya dengan tema utama MOS yang Sejuk. Sejuk dalam artian tidak ada perploncoan atau apapun namanya yang membuat siswa dan orang tua menjadi sibuk dan tidak ada hubungannya dengan pendidikan.
MOS 2014 akan dilaksanakan selama tiga hari mulai Senin, 14 sampai dengan 16 Juli 2014. Hari Pertama MOS di SMP Dwijendra akan dilaksanakan di Wantilan Gedung DPRD Provinsi Bali di Renon. Acara hari pertama ini akan diisi oleh ceramah dari Korem , Kepolisian dan KSA Kota Denpasar.
Hari kedua dan ketiga akan dilaksanakan di GOR Ngurah Rai Denpasar untuk kegiatan PBB dan dilanjutkan di sekolah untuk acara ceramah dan yang lainnya.

Hasil Piala Dunia 2014: Brasil vs Belanda Skor Akhir 0-3.

Arjen Robben dari Belanda memberikan jempol pada para pendukung setelah timnya menjadi juara ketiga Piala Dunia 2014 di stadion Brasilia (12/7).
iBerita:Tuan rumah Brasil gagal mendapatkan pelipur lara kala harus mengakui kemenangan Belanda di perebutan juara tiga Piala Dunia 2014 pada Minggu (13/7). Brasil harus takluk sekali lagi di depan para pendukungnya dengan skor telak 0-3. Tiga gol Belanda masing-masing dicetak oleh Robin van Persie lewat titik putih, kemudian digandakan oleh Daley Blind, dan ditutup oleh Georginio Wijnaldum di akhir laga. Hasil ini sekaligus memastikan Belanda menjadi juara ketiga Piala Dunia 2014.
Jalannya Pertandingan
Brasil yang menargetkan kemenangan justru harus kebobolan lewat gol cepat Belanda di menit ke-3. Meski kontroversial, Thiago Shilva menjatuhkan pergerakan Arjen Robben di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih meski pelanggaran yang dilakukan Silva terlihat di tepi luar kotak penalti. Robin van Persie yang menjadi algojo sukses melesakkan bola ke sisi kiri Julio Cesar. 0-1 untuk Belanda.
Tertinggal, Brasil mencoba balik menyerang. Kali ini Solari memasang Jo sebagai pengganti Fred di lini serang, dengan didukung Willian, Oscar, dan Ramires. Namun belum juga menghasilkan peluang berbahaya.
Memasuki menit ke-16, justru publik Brasil harus kembali terdiam karena untuk kedua kalinya gawang tim kesayangannya kebobolan. Kesalahan David Luiz membuang bola yang justru mengarah pada Blind. Tanpa menyiakan kesempatan, dengan sedikit kontrol Blind langsung menyikat bola yang menghujam keras ke gawang Brasil. 0-2 Brasil tertinggal.
Di babak kedua, Brasil yang sudah tertinggal 2 gol terus merespon dengan serangan baliknya bahkan hampir menguasai pertandingan. Beberapa peluang bagus didapatkan oleh Brazil melalui tendangan bebas, namun tidak ada satupun yang bisa diubah menjadi gol.
Menit 60, Brasil sempat menciptakan peluang berbahaya lewat Ramires. Akan tetapi peluang itu belum bisa membuahkan gol setelah tendangannya meleset dari sasaran. Disusul peluang dari David Luis melalui tendangan bebas di jarak idela dari gawang Belanda. Namun tendangan keras nan terukur dari David Luiz berhasil diredam oleh Cilessen.
Sial untuk Brasil saat laga menuju akhir. Tepatnya di menit 91, Belanda justru bisa menambah lagi keunggulannya setelah Wijnaldum berhasil menyelesaikan dengan sempurna umpan dari Janmaat. Skor 0-3 untuk kemenangan Belanda bertahan hingga bubar. Hasil ini sekaligus mengakhiri perjuangan di Piala Dunia 2014 ini dengan menjadi juara ketiga.

Rabu, Juli 09, 2014

Cap Tiga Jari SKHUN 2014


Kepada semua kelas IX SMP Dwijendra yang lulus tahun 2014, diumumkan untuk hadir ke sekolah pada hari Kamis, 10 Juli 2014 dengan berpakaian sekolah untuk melakukan cap tiga jari SKHUN.

Minggu, Juli 06, 2014

Pendaftaran Kembali Siswa Kelas VIII dan IX

Liburan Akhir Tahun Pelajaran sudah hampir habis. Untuk mempersiapkan tahun pelajaran yang baru, maka diperlukan persiapan. Dan persiapan ini sudah tentu berhubungan dengan siswa, oleh karena itu selama empat hari masing-masing tingkatan diberikan daftar kembali dengan membayar SPP bulan Juli sebesar Rp.275.000,00.
Jadwal untuk kelas VIII dari tanggal 2 - 5 Juli 2014 dan kelas IX dari tanggal 7-10 Juli 2014. Pembayaran dapat dilakukan melalui wali kelas masing-masing.

Brazil 2014: Belanda hadapi Argentina di semifinal Piala Dunia

belanda kosta rika
Kiper pengganti Tim Krul - yang diturunkan pada menit ke-120- menyelamatkan dua tendangan penalti pemain Kosta Rika Byran Ruiz dan Michael Umana.
Pertandingan berakhir tanpa gol setelah 90 menit dan juga setelah perpanjangan waktu.
Penjaga gawang Kosta Rika Keylor Navas menyelamatkan sejumlah serangan Belanda.
Di babak pertama, Navas - yang mengalami cedera bahu namun tetap turun dalam pertandingan di Arena Fonte Nova, Salvador- menyelamatkan gawang dari tendangan Robin van Persie, Wesley Sneijder dan Memphis Depay.
Di babak kedua, anak asuh Louis van Gaal tetap mendominasi bola namun kesulitan menembus pertahanan Kosta Rika sampai perpanjangan waktu sekalipun.
Belanda akan menghadapi Argentina dalam semifinal di Saol Paulo pada Rabu (09/07).
Pelatih Kosta Rika Jorge Luis Pinto mengatakan, "Kami bangga. Kami bukan kekuatan dunia. Kami bekerja dengan apa yang kami punya. Kami pulang tak terkalahkan di Piala Dunia."
Argentina memegang tiket ke semifinal setelah menang tipis 1-0 dari Belgia. 

'Meraih mimpi indah'

Pelatih Argentina Alejandro Sabella mengatakan pertandingan melawan Belgia itu "adalah yang terbaik kami dalam Piala Dunia."
"Pertandingan ini adalah yang terbaik bagi Argentina dari sisi keseimbangan dan semua aspek pertandingan," tambahnya.
Tim Krul
Saat yang menentukan kemenangan Belanda, gagalnya Umana.
Gonzalo Higuain yang mencetak gol pertama di Piala Dunia untuk Argentina mengatakan, "Kami dapat melaju ke semifinal yang belum dapat kami lakukan dalam beberapa tahun ini. Sekarang kami perlu bermain bagus dan melaju ke final."
"Kami berusaha keras, ini Piala Dunia, dan tidak berlaku setiap hari. Ada dua pertandingan tersisa untuk meraih mimpin indah ini," kata Higuain.