| Juga Juara I Bali Simbar |
| LUAR
BIASA! Itulah kata yang patut diberikan kepada siswa SMP Dwijendra
Denpasar. Pasalnya, siswa SMP Dwijendra dalam satu minggu mampu
memborong juara I, II dan III Olimpiade Agama Hindu se-Kota Denpasar.
Prestasi itu diukir I Dewa Agung Ayu Mega Maharani Parta sebagai juara
I, juara II Gusti Ngurah Teguh Arya Saputra dan juara III Ni Putu Desi
Ramayanti. Bahkan Teguh masih tercatat sebagai siswa kelas II-C ini
bersama Desi dan NLP Mia Jasmiantini meraih juara I Lomba Cerdas-Cermat
(LCC) Agama Hindu se- Kota Denpasar dan bersiap maju ke Bali. Mega dan Teguh mengungkapkan, mereka ditunjuk sekolah untuk mempersiapkan diri menghadapi lomba. Di ajang tersebut, mereka bersaing dengan 12 wakil sekolah negeri dan swasta. Saat testing mereka menghadapi 225 soal pilihan ganda dan esay dalam waktu 120 menit melalui wiyata mandala. Mega yang juga Ketua PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) merasa percaya diri, namun masih ragu akan mendapatkan juara. Selain di olimpiade, Mega dkk. mampu mengantarkan PIK-R SmaRa SMP Dwijendra Denpasar meraih juara I di tingkat nasional. Anak binaan N Nyoman Maryani, S.Ag., I Ketut Wantra, S.Ag., Dra. IGN Diah Anggreni Ni Luh Putu Sunya Hermawati, S.Pd., H., ini dibina secara kontinu di kelas dan pelajaran tambahan 10 kali. Materinya diambil dari semua Tatwa, Susila dan Upakara dari tingkat dasar sampai menengah. Bahkan, materi pelajaran di SMA dan PT bidang agama juga diberikan. Sementara siswa lain Ni Putu Yuki Sukma meraih juara I lomba Bali Simbar yang diadakan Dinas Kebudayaan Kota Denpasar. Menurut guru pembinanya, I Ketut Sujana, S.Pd., saat itu Yuki harus mengalahkan 23 wakil sekolah negeri dan swasta. Yuki dites mentranslit aksara Latin ke aksara Bali di komputer. Dia unggul dalam kecepatan dan ketepatan pasang aksara dalam waktu satu jam. Tahun lalu, Yuki juga juara Harapan I di ajang yang sama. Masih dalam bidang agama dan budaya, siswa SMP Dwijendra lainnya I Gusti Ayu Rani Sukmayanti sukses meraih juara III lomba yoga asanah se- Bali. Siswa binaan I.A. Made Purba Laksmi, S.Sn., juga juara II lomba poster narkoba se-Denpasar, dan juara III lomba kaligrafi. Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd., didampingi Wakasek Made Yoga Mahendra Andika, S.Pd., M.Pd., mengatakan astungkara atas prestasi siswanya yang patut disyukuri, karena mampu memborong juara di Olimpiade Agama Hindu. Ke depan diharapkan terus mampu mengukir prestasi di segala bidang, baik di regional maupun provinsi bahkan ke tingkat nasional. Apalagi SMP Dwijendra adalah sekolah pendidikan bernuansa agama Hindu dan budaya Bali. Nadi Supartini menambahkan siswa berprestasi ini akan disiapkan bantuan pendidikan berupa beasiswa berprestasi. |
Profil Sekolah
Penelusuran Dwijendra
Kamis, Oktober 17, 2013
Bali Post : SMP Dwijendra Denpasar Borong Juara Olimpiade Agama
Rabu, Oktober 16, 2013
Pelantikan OSIS SMP Dwijendra Periode 2013-2014
Setelah melalui pembekalan dan pemilihan pengurus OSIS tahun 2013-2014, akhirnya dilakukan pelantikan secara resmi Senin, 14 Oktober 2013 oleh Kepala SMP Dwijendra Denpasar, Dra. Ni Wayan Nadi Supartini, M.Pd.
Struktur OSIS SMP Dwijendra Denpasar terdiri dari :
Penanggung jawab : Kaur Kesiswaan (Nyoman Indrayatni Pinatih, S.Pd.,M.Pd)
Pembina Osis :
Pembina Osis :
- I Ari Mertha Yasa, S.Pd.,M.Pd
- I Gede Eka Putra Sujana, S.Pd
- Ida Bagus Gede Eka Putra, S.Pd
Ketua Osis :
Wakil Ketua Osis :
Sekretaris Osis :
Bendahara Osis :
Anggota :
Pada kesempatan itu mantan Ketua OSIS 2012-2013, Pranamya, memberikan pesan dan kesan supaya anggota OSIS yang baru bisa melanjutkan program yang telah dilaksanakan dan membuat program yang lebih baik.
Minggu, Oktober 13, 2013
AFC U-19: Hat-trick Evan Antar Indonesia ke Myanmar
| Antara - Evan Dimas berdoa usai membuat gol ketiganya |
BOLA.NET - Hat-trick Evan Dimas mengantarkan
Timnas Indonesia U-19 ke putaran final Piala AFC U-19 Myanmar 2014. Tiga
gol sang kapten membawa Indonesia menang 3-2 atas Korea Selatan
(Korsel) di Stadion Gelora Bung Karno, Sabtu (12/10) malam WIB.
Di bawah guyuran derasnya hujan, Indonesia yang terbiasa mengandalkan
bola-bola pendek di luar dugaan tetap mampu menunjukan permainan
menyerang. Usaha skuat Garuda Jaya akhirnya berbuah hasil saat laga
memasuki menit ke-30.
Adalah kapten Evan Dimas yang membawa Indonesia memimpin 1-0
tersebut. Pergerakan 'tak terlihat' sang kapten diakhiri dengan sambaran
keras bola mendatar menyambut umpan kiriman Ilham Udin Armayn.
Namun, keunggulan tersebut hanya bertahan dua menit. Wasit Mohd
Amirul Izwan langsung meniup peluit dan menunjuk titik putih begitu Kim
Shin dijatuhkan Hansamu Yama di kotak terlarang. Eksekusi penalti Seol
Taesu mampu memperdaya Ravi Murdianto dan menyamakan kedudukan menjadi
1-1.
Hujan yang kian deras dan menggenangi lapangan SUGBK harus membuat
laga dihentikan oleh wasit asal Malaysia di menit 42. Laga pun sempat
tertunda sekitar 30 menit.
Setelah laga dilanjutkan kembali, Indonesia langsung menebar ancaman.
Peluang emas tercipta dua menit kemudian, Muhammad Hargianto langsung
memberi ujian kepada kiper Korsel yang baru masuk, Lee Seong Won
menggantikan Lee Tae Hui. Namun, tendangan Hargi masih menghajar tiang.
Bola pantulannya pun belum melewati garis gawang. Skor 1-1 mengakhiri
babak pertama.
Laga babak kedua baru berjalan tiga menit, Evan kembali membawa
Indonesia memimpin. Proses yang sama dengan gol pertamanya, kali ini assist Maldini Pali dari sektor kiri pertahanan Korsel mampu membuat SUGBK bergemuruh. Indonesia 2, Korsel 1.
Indonesia kian leluasa menguasai jalannya pertandingan setelah
keunggulan tersebut. Korsel kian terlihat frustasi dan rusaklah skema
permainan mereka.
Korsel sempat mencatatkan peluang emas di menit ke-84 melalui Hwang
Hwee Chan. Namun dua kali tembakannya gagal. Satu dibendung Ravi, satu
melambung di atas mistar.
Peluang emas tersebut malah dibalas dengan gol oleh Evan dua menit
berselang. Penetrasi Ilham dari kanan kepada Mukhlis, diteruskan sang striker dengan umpan tumit yang cantik kepada Evan. Dengan tenang, sang kapten mengarahkan bola ke sudut kanan gawang Korsel. Hat-trick Evan membawa keunggulan Indonesia melebar 3-1.
Korsel ternyata belum menyerah. Mereka mampu mencetak gol balasan
melalui sundulan Suh Myeongwon memanfaatkan umpan dari tendangan bebas.
Skor berubah menjadi 3-2 di menit ke-88 untuk Indonesia.
Empat menit tambahan waktu yang diberikan tak mengubah hasil
tersebut. Skor 3-2 tetap bertahan dan kemenangan menjadi milik skuat
Garuda Jaya.
Kemenangan ini membuat Indonesia menjadi juara Grup G dan otomatis
lolos ke putaran final Piala Asia U-19 di Myanmar 2014 mendatang.
Sementara Korsel harus rela beradu agregat gol dengan runner up grup lainnya.
Pembagian Laporan Tengah Semester
Jumat, 11 Oktober 2013, akhirnya Laporan Tes Tengah Semester Ganjil 2013 secara serentak dibagikan kepada siswa SMP Dwijendra Denpasar. Pada Laporan tersebut tertanggal 28 September 2013 baru dibagikan karena pelaksanaan tes tengah semester baru berakhir pada tanggal 27 September.
Sejumlah tiga kelas yaitu, VII B, VIII E dan VIII F ditunda pembagian Laporan Tes Tengah Semesternya ke Senin, 14 Oktober 2013 dikarenakan kesibukan dari wali kelas tersebut. Melalui ini SMP Dwijendra mohon maaf kepada orang tua/wali siswa pada kelas tersebut diatas.
Selasa, Oktober 08, 2013
Minimalisasi Kecurangan UN : Nilai Rapor Dikirim ke Pusat Tiap Semester
Denpasar (Bali Post, Senin 7 Oktober 2013)
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah memutuskan untuk mempertahankan penyelenggaraan ujian nasional (UN). Berbagai pembenahan dilakukan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap validitas, objektivitas dan kemurnian nilai UN dan nilai sekolah yang menjadi parameter utama penentu kelulusan siswa dari jenjang satuan pendidikan. Sebagai contoh, nilai rapor yang merupakan komponen utama dari nilai sekolah wajib dikirimkan ke pusat setiap semester atau tidak lagi diserahkan menjelang siswa mengikuti UN seperti tahun-tahun sebelumnya.
Ketua Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI) Provinsi Bali Dr. I Wayan Rika, M.Pd. mengatakan hal itu, Minggu (6/10) kemarin. Rika yang juga Kepala SMAN 4 Denpasar ini menambahkan, penentuan kelulusan UN SMP, SMA dan SMK tetap berdasarkan rasio 60 persen nilai UN dam 40 persen nilai sekolah. Namun mulai UN 2014 mendatang, komposisi nilai sekolah mengalami perubahan. Pada tahun-tahun sebelumnya, komposisi nilai sekolah terdiri atas 40 persen nilai rapor dan 60 persen nilai ujian sekolah. Sementara pada UN 2014 mendatang, proporsi nilai sekolah berubah menjadi 70 persen nilai rapor dan 30 persen nilai ujian sekolah. Yang terpenting lagi, nilai rapor harus dikirim ke pusat setiap semester dan pengiriman dilakukan secara daring (online).
''Dengan adanya keharusan nilai rapor dikirim tiap semester ini, pihak sekolah tidak memungkinkan lagi memanipulasi atau mendongkrak nilai sekolah untuk membantu kelulusan siswa-siswa yang nilai UN-nya jeblok. Jadi, pihak sekolah dituntut mempersiapkan siswa-siswanya sejak semester awal jika ingin sukses di UN,'' kata Rika dan menambahkan, perubahan komposisi nilai sekolah ini merupakan salah satu poin penting yang dicetuskan pada Konvensi UN di Jakarta, belum lama ini.
Rika menegaskan, Konvensi UN menyepakati penentuan kisi-kisi UN dan pembuatan soal melibatkan pendidik dan para ahli dengan mekanisme ditetapkan oleh pemerintah pusat. Penyusunan kisi-kisi dilakukan oleh pemerintah pusat, sedangkan proses penyusunan soal diawasi oleh Badan Standar Nasional Pendidikan. Sementara penggandaan dan pencetakan naskah soal UN dilakukan di provinsi dengan pengawasan dari pemerintah pusat dan perguruan tinggi negeri maupun swasta (PTN/PTS). Selanjutnya, pendistribusian soal UN dari provinsi ke kabupaten/kota dilakukan oleh pemerintah provinsi dan distribusi dari kabupaten/kota ke satuan pendidikan dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota. ''Untuk menjamin keamanan dan mencegah kebocoran soal, pendistribusian soal UN baik dari provinsi ke kabupaten/kota maupun dari kabupaten/kota ke satuan pendidikan melibatkan kepolisian dan PTN/PTS,'' katanya memaparkan.
Rabu, Oktober 02, 2013
OLAHRAGA: BOLA
Martino: Messi Tak Pernah Mau Diganti
Pelatih Barcelona, Gerardo Martino membela keputusannya sendiri menarik keluar Lionel Messi saat menang 4-1 melawan Real Sociedad dini hari tadi. Menurut Martino, sekalipun Messi tak senang ditarik keluar, namun rotasi pemain ini dilakukannya semata demi kepentingan tim."Messi tak pernah ingin diganti, tetapi sudah menjadi tugas saya untuk menjaga dia. Kami perlu dia hingga akhir musim sebagaimana kami memerlukannya saat ini," ucap Martino usai mengalahkan Sociedad seperti dilansir Goal International.
Dalam kesempatan yang sama, Martino juga menyampaikan rasa puasnya melihat variasi permainan Barca. Selain itu pelatih berusia 54 tahun itu memuji gol debut Neymar dan juga permainan Alexis Sanchez.
"Neymar pemain luar biasa. Mengejutkan kami semua bagaimana dia ingin bekerja keras untuk tim ini."
"Alexis tidak mencetak gol, tetapi dia juga bekerja sangat keras hari ini, baik saat menyerang dan bertahan. Dia melakukan apa yang penyerang lain tidak lakukan," pungkas Martino.
Kamis, September 26, 2013
TES TENGAN SEMESTER GANJIL 2013/2014
Tahun Pelajaran 2013/2014 tanpa terasa sudah memasuki kwarter pertama atau sudah berjalan tiga bulan. Itu artinya sudah harus dilaksanakan kegiatan evaluasi/penilaian tengah semester ganjil yaitu tes tengah semester yang berlangsung dari Selasa samapai Jumat, 24 sampai 27 September 2013.
Tes tengah semester ini bertujuan mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap pembelajaran yang diberikan oleh guru mata pelajaran masing-masing. Hasil ini akan diberikan ke siswa untuk disampaikan kepada orang tua/wali sebagai laporan perkembangan belajarnya.
Khusus untuk siswa kelas VII yang menggunakan Kurikulum 2013 sedikit mengalami kendala, dimana sistem penilaian pada kurikulum terdapat perubahan yaitu dari nilai skala 100 menjadi nilai skala 4.
Penting diketahui bersama berikut range nilai dan predikatnya(Khusus kelas VII):
- Nilai 2,01 - 2,32 : dengan predikat B-
- Nilai 2,33 - 2,66 : dengan predikat B
- Nilai 2,67 - 3,00 : dengan predikat B+
- Nilai 3,01 - 3,32 : dengan predikat A-
- Nilai 3,33 - 3,66 : dengan predikat A
- Nilai 3,67 - 4,00 : dengan predikat A+
Semoga hal ini tidak membuat masalah baru kita semua
Rabu, September 25, 2013
Bali Post: Delegasi Bali Perjuangkan Pencetakan Soal UN di Daerah
Konvensi Ujian Nasional (UN) akan digelar di Jakarta, Kamis (26/9)
besok. Delegasi Bali bersama sejumlah delegasi regional II (wilayah
Indonesia Tengah-red) seperti Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara
Timur akan berjuang keras agar proses pencetakan naskah soal dilakukan
di masing-masing daerah.
Pasalnya, Bali bersama 10 provinsi lainnya di Indonesia pernah merasakan bagaimana kroditnya pendistribusian naskah soal UN tahun lalu ketika pencetakan soal dilaksanakan di luar daerah. Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. I Wayan Rika, M.Pd. dan Kepala SMPN 1 Denpasar Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Si. mengatakan hal itu, Selasa (24/9) kemarin.
Menurut kedua delegasi Bali ini, kacaunya pelaksanaan UN tahun pelajaran 2012/2013 lalu seharusnya dijadikan pertimbangan utama bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyerahkan tanggung jawab pencetakan naskah soal UN itu kepada masing-masing provinsi. Artinya, Kemendikbud cukup menyerahkan master soal UN dan seluruh proses pencetakan dilakukan di daerah.
"Dengan pola pencetakan soal di daerah, saya optimis keterlambatan pendistribusian naskah soal UN yang menyebabkan pelaksanaan UN 2013 di 11 provinsi tertunda tidak akan terjadi. Apabila terjadi kekurangan naskah soal UN di sejumlah sekolah, panitia UN bisa mengatasinya dengan cepat karena lokasi pencetakan naskah soal UN relatif dekat," kata Rika yang dibenarkan oleh Rimbya Temaja.
Rika menegaskan, Kemendikbud tidak perlu khawatir kebijakan pencetakan naskah soal UN di daerah berpotensi terjadi kebocoran. Dikatakan, kekhawatiran itu tidak beralasan mengingat seluruh proses pencetakan naskah soal UN diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian, tim pemantau UN dan Disdikpora di masing-masing provinsi. "Apabila Mendikbud masih sanksi, tinggal menugaskan sejumlah stafnya untuk mengawasi proses pencetakan naskah soal di daerah. Jika pencetakan soal tetap dipaksakan di pusat, saya khawatir kekroditan yang terjadi pada pelaksanaan UN tahun lalu akan terulang kembali," ujar Rika.
Hal senada juga dilontarkan Rimbya Temaja. Selain memperjuangkan pencetakan naskah soal UN dilaksanakan di daerah, pihaknya juga sepakat jika persentase nilai kelulusan tetap 60:40 untuk nilai UN dan nilai sekolah. Yang membedakan untuk mendapatkan nilai sekolah, pihaknya meminta persentase antara nilai ujian sekolah dan nilai rapor diubah dari sebelumnya 60:40 untuk ujian sekolah dan nilai rapor menjadi 40:60.
Alasan untuk mengubah persentase nilai sekolah itu karena sebagian besar peserta mengkhawatirkan adanya manipulasi nilai ujian sekolah. Sementara nilai rapor disepakati tiap semester sudah harus dikirim ke pusat sehingga 40 persen nilai sekolah diharapkan lebih menunjukkan realitas sebenarnya. "Sebenarnya, hal ini sudah disepakati pada Prakonvensi UN yang digelar di Kuta, belum lama ini. Tentunya, keputusan Prakovensi UN ini akan kami kawal dengan baik terutama proses pencetakan naskah soal UN harus dilaksanakan di daerah," tegasnya.
Pasalnya, Bali bersama 10 provinsi lainnya di Indonesia pernah merasakan bagaimana kroditnya pendistribusian naskah soal UN tahun lalu ketika pencetakan soal dilaksanakan di luar daerah. Kepala SMAN 4 Denpasar Dr. I Wayan Rika, M.Pd. dan Kepala SMPN 1 Denpasar Drs. A.A. Gede Agung Rimbya Temaja, M.Si. mengatakan hal itu, Selasa (24/9) kemarin.
Menurut kedua delegasi Bali ini, kacaunya pelaksanaan UN tahun pelajaran 2012/2013 lalu seharusnya dijadikan pertimbangan utama bagi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menyerahkan tanggung jawab pencetakan naskah soal UN itu kepada masing-masing provinsi. Artinya, Kemendikbud cukup menyerahkan master soal UN dan seluruh proses pencetakan dilakukan di daerah.
"Dengan pola pencetakan soal di daerah, saya optimis keterlambatan pendistribusian naskah soal UN yang menyebabkan pelaksanaan UN 2013 di 11 provinsi tertunda tidak akan terjadi. Apabila terjadi kekurangan naskah soal UN di sejumlah sekolah, panitia UN bisa mengatasinya dengan cepat karena lokasi pencetakan naskah soal UN relatif dekat," kata Rika yang dibenarkan oleh Rimbya Temaja.
Rika menegaskan, Kemendikbud tidak perlu khawatir kebijakan pencetakan naskah soal UN di daerah berpotensi terjadi kebocoran. Dikatakan, kekhawatiran itu tidak beralasan mengingat seluruh proses pencetakan naskah soal UN diawasi secara ketat oleh aparat kepolisian, tim pemantau UN dan Disdikpora di masing-masing provinsi. "Apabila Mendikbud masih sanksi, tinggal menugaskan sejumlah stafnya untuk mengawasi proses pencetakan naskah soal di daerah. Jika pencetakan soal tetap dipaksakan di pusat, saya khawatir kekroditan yang terjadi pada pelaksanaan UN tahun lalu akan terulang kembali," ujar Rika.
Hal senada juga dilontarkan Rimbya Temaja. Selain memperjuangkan pencetakan naskah soal UN dilaksanakan di daerah, pihaknya juga sepakat jika persentase nilai kelulusan tetap 60:40 untuk nilai UN dan nilai sekolah. Yang membedakan untuk mendapatkan nilai sekolah, pihaknya meminta persentase antara nilai ujian sekolah dan nilai rapor diubah dari sebelumnya 60:40 untuk ujian sekolah dan nilai rapor menjadi 40:60.
Alasan untuk mengubah persentase nilai sekolah itu karena sebagian besar peserta mengkhawatirkan adanya manipulasi nilai ujian sekolah. Sementara nilai rapor disepakati tiap semester sudah harus dikirim ke pusat sehingga 40 persen nilai sekolah diharapkan lebih menunjukkan realitas sebenarnya. "Sebenarnya, hal ini sudah disepakati pada Prakonvensi UN yang digelar di Kuta, belum lama ini. Tentunya, keputusan Prakovensi UN ini akan kami kawal dengan baik terutama proses pencetakan naskah soal UN harus dilaksanakan di daerah," tegasnya.
Langganan:
Postingan (Atom)








